Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat dan tabi'in sangat memperhatikan untuk melaksanakan shalat Ashar di awal waktunya, yaitu segera setelah masuk waktu Ashar. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang dijaga oleh para sahabat dan generasi setelahnya. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda shalat, terutama shalat Ashar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Anjuran untuk Datang Lebih Awal pada Shalat Ashar, nomor 623.
Teks Hadits (dengan harakat lengkap):
وَحَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلٍ، يَقُولُ: صَلَّيْنَا مَعَ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ الظُّهْرَ، ثُمَّ خَرَجْنَا حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَوَجَدْنَاهُ يُصَلِّي الْعَصْرَ، فَقُلْتُ: يَا عَمِّ مَا هَذِهِ الصَّلَاةُ الَّتِي صَلَّيْتَ؟ قَالَ: الْعَصْرُ، وَهَذِهِ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الَّتِي كُنَّا نُصَلِّي مَعَهُ.
Terjemahan:
Abu Umamah bin Sahl berkata: "Kami shalat Dzuhur bersama Umar bin Abdul Aziz. Kemudian kami keluar hingga kami masuk menemui Anas bin Malik, dan kami mendapatinya sedang shalat Ashar. Maka aku berkata: 'Wahai pamanku, shalat apakah yang engkau kerjakan ini?' Ia menjawab: 'Ini adalah shalat Ashar, dan ini adalah shalat Rasulullah ﷺ yang dahulu kami shalat bersama beliau.'"
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
"Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (shalat Ashar). Dan berdirilah untuk Allah (dalam shalat) dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah [2]: 238)
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan menyegerakan shalat Ashar di awal waktunya, dan bahwa hal itu adalah kebiasaan Nabi ﷺ. Beliau juga menukil bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa awal waktu Ashar adalah ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan benda tersebut, dan menyegerakannya di awal waktu adalah lebih utama, selama cuaca tidak terlalu panas (untuk shalat Zhuhur).
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
- Keutamaan Menyegerakan Shalat Ashar:
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia yang hidup bersama Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, menjelaskan bahwa shalat Ashar di awal waktunya adalah kebiasaan beliau ﷺ. Ini menunjukkan bahwa menunda shalat Ashar hingga akhir waktu (sebelum matahari menguning) bukanlah kebiasaan Nabi ﷺ, melainkan hanya boleh dilakukan ketika ada uzur (halangan) seperti safar atau sakit.
- Praktik Para Sahabat dan Tabi'in:
Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang terkenal dengan keadilan dan keilmuannya, juga melaksanakan shalat Zhuhur di awal waktu. Kemudian Anas bin Malik juga melaksanakan shalat Ashar di awal waktunya. Ini menunjukkan bahwa generasi terbaik umat ini sangat menjaga shalat di awal waktu.
- Perhatian pada Shalat Ashar:
Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang shalat Bardain (yaitu shalat Subuh dan Ashar) maka ia akan masuk surga." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan keutamaan khusus shalat Ashar.
- Pelajaran dari Sahabat Anas bin Malik:
Anas bin Malik adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang sifat shalat Nabi ﷺ. Perkataannya "Ini adalah shalat Rasulullah ﷺ" adalah bentuk sanjungan dan kecintaannya kepada Nabi ﷺ, serta keinginannya untuk meneladani beliau dalam setiap gerakan dan waktu ibadah.
Story Telling
Suatu ketika, Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal sebagai "Umar yang kedua" karena kezuhudannya, sangat memperhatikan waktu-waktu shalat. Beliau tidak pernah menunda shalat dari awal waktunya. Suatu hari, setelah shalat Zhuhur, beliau dan rombongan pergi menemui sahabat Anas bin Malik. Mereka mendapati Anas sedang melaksanakan shalat Ashar di awal waktunya.
Ketika ditanya, Anas menjawab dengan tenang, "Ini adalah shalat Rasulullah ﷺ yang kami laksanakan bersamanya." Jawaban ini bukan sekadar informasi, tetapi sebuah pengajaran bahwa meneladani Nabi ﷺ dalam urusan waktu shalat adalah bagian dari kecintaan dan ketaatan kita kepada beliau. Para sahabat sangat menjaga waktu-waktu shalat karena mereka menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ sangat bersemangat dalam ibadah ini.
Kesimpulan Praktis
- Segera shalat di awal waktu setelah masuk waktunya, terutama shalat Ashar, selama tidak ada uzur syar'i.
- Jangan menunda-nunda shalat tanpa alasan yang dibenarkan, karena ini adalah kebiasaan yang baik dan dicintai Allah.
- Teladani para sahabat dalam menjaga ibadah, karena mereka adalah generasi terbaik yang paling memahami sunnah Nabi ﷺ.
- Jadikan shalat sebagai prioritas utama dalam keseharian kita, bukan sekadar rutinitas yang bisa diabaikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.