Penjelasan Hadits Muslim No. 622 tentang Anjuran menyegerakan shalat ashar dan celaan menunda hingga akhir waktu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan agar kita menyegerakan shalat Ashar dan tidak menundanya hingga matahari hampir terbenam. Menunda Ashar sampai waktu yang sangat sempit, lalu mengerjakannya dengan tergesa-gesa tanpa kekhusyukan, adalah ciri shalatnya orang munafik. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu sampai mengajak tamunya langsung shalat Ashar begitu masuk waktunya, sebagai bentuk pengamalan sabda Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Nisa' [4]: 142

فَإِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Disunnahkannya Menyegerakan Shalat Ashar (no. 622). Perawinya adalah sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Al-'Ala' bin 'Abdurrahman.

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menyegerakan Ashar dan mencela penundaannya hingga waktu yang sempit.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa "dua tanduk setan" adalah kiasan tentang waktu ketika matahari hampir terbenam, yaitu waktu yang dimakruhkan untuk shalat.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. An-Nisa' [4]: 142 menjelaskan bahwa sifat orang munafik adalah malas dalam shalat dan sedikit berdzikir.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Nabi ﷺ menyebut shalat yang ditunda hingga matahari hampir terbenam sebagai "shalatnya orang munafik." Ini bukan berarti setiap orang yang shalat Ashar di akhir waktu otomatis menjadi munafik, tetapi ini adalah celaan keras terhadap kebiasaan menunda shalat dengan sengaja tanpa udzur, lalu mengerjakannya dengan tergesa-gesa seperti burung mematuk (نَقَرَهَا) — cepat, tanpa tuma'ninah, tanpa kekhusyukan, dan sedikit dzikir.

Penjelasan para ulama:

  1. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan:
  • Hadits ini adalah dalil disunnahkannya menyegerakan shalat Ashar selama waktunya masih lapang.
  • Yang dicela adalah menunda tanpa alasan hingga waktu sempit, bukan shalat Ashar itu sendiri.
  • Beliau juga menjelaskan bahwa "dua tanduk setan" (قَرْنَا الشَّيْطَانِ) adalah waktu ketika matahari hampir terbenam, karena pada waktu itu setan ikut hadir dan menyesatkan orang yang shalat.
  1. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari:
  • Menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan makruhnya menunda shalat hingga waktu yang sempit tanpa udzur.
  • "نَقَرَهَا أَرْبَعًا" (mematuknya empat kali) adalah kiasan tentang shalat yang sangat cepat, tidak ada tuma'ninah, seperti burung mematuk makanan.
  1. Ibnu Katsir dalam tafsirnya:
  • Mengaitkan hadits ini dengan QS. An-Nisa' [4]: 142, bahwa ciri orang munafik adalah malas shalat dan sedikit dzikir.
  • Beliau menjelaskan bahwa orang munafik shalat hanya untuk dilihat manusia, bukan karena Allah.
  1. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam As-Shalah wa Hukmu Tarikiha:
  • Menjelaskan bahwa shalat yang diterima adalah shalat yang dikerjakan dengan khusyuk, tuma'ninah, dan ikhlas.
  • Shalat yang tergesa-gesa seperti mematuk adalah shalat yang tidak bernilai di sisi Allah.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa menyegerakan shalat Ashar di awal waktu adalah lebih utama selama tidak ada udzur.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa menunda Ashar hingga waktu yang lebih sejuk (jika cuaca panas) adalah boleh, tetapi tidak sampai waktu yang sempit.
  • Imam Malik berpendapat bahwa menyegerakan shalat Ashar adalah sunnah, kecuali jika matahari masih sangat terik.

Pendapat yang paling kuat:

Yang paling kuat adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad, yaitu disunnahkan menyegerakan shalat Ashar di awal waktu, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ menyegerakan shalat. Ini juga yang ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.

Story Telling

Kisah Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

Al-'Ala' bin 'Abdurrahman menceritakan bahwa ia dan rombongannya datang ke rumah Anas bin Malik di Basra setelah shalat Dhuhur. Rumah Anas berada tepat di samping masjid. Begitu mereka masuk, Anas langsung bertanya:

"Apakah kalian sudah shalat Ashar?"

Mereka menjawab: "Kami baru saja selesai shalat Dhuhur."

Anas berkata: "Laksanakan shalat Ashar."

Maka mereka pun berdiri dan shalat Ashar. Setelah selesai, Anas berkata:

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Itulah shalatnya orang munafik; ia duduk menunggu matahari hingga berada di antara dua tanduk setan, kemudian ia berdiri dan mengerjakan shalat empat rakaat, tidak menyebut Allah di dalamnya kecuali sedikit.'"

Hikmah dari kisah ini:

  • Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sebagai sahabat Nabi ﷺ, sangat bersemangat dalam menyegerakan shalat Ashar.
  • Beliau tidak ingin tamunya menunda shalat, bahkan langsung mengajak mereka shalat begitu masuk waktu.
  • Ini menunjukkan bahwa menyegerakan shalat adalah akhlak para sahabat dan bagian dari sunnah Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera kerjakan shalat Ashar begitu masuk waktunya, jangan menunda tanpa udzur.
  2. Jangan menunda shalat hingga waktu hampir habis, karena itu adalah ciri shalatnya orang munafik.
  3. Kerjakan shalat dengan tuma'ninah (tenang, tidak tergesa-gesa), bukan seperti burung mematuk.
  4. Perbanyak dzikir dan kekhusyukan dalam shalat, karena orang munafik sedikit berdzikir.
  5. Teladani semangat para sahabat seperti Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dalam menjaga shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?