Penjelasan Hadits Muslim No. 606 tentang Iqamah diucapkan setelah Rasulullah keluar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan adab dan tata cara pelaksanaan iqamah di zaman Nabi ﷺ: Bilal radhiyallahu 'anhu mengumandangkan adzan ketika matahari telah condong (masuk waktu Dzuhur), namun beliau tidak segera mengucapkan iqamah sampai Nabi ﷺ benar-benar keluar dari rumah. Begitu Nabi ﷺ terlihat, barulah iqamah dikumandangkan. Ini menunjukkan bahwa iqamah adalah tanda shalat akan segera dimulai, dan imam (pemimpin shalat) harus sudah siap atau hampir hadir agar jamaah tidak menunggu lama dalam keadaan berdiri.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Kapan Manusia Berdiri untuk Shalat (no. 606). Perawinya adalah sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab menunggu dan kesiapan dalam shalat, di antaranya firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ

QS. Al-Jumu'ah [62]: 9

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah."

Ayat ini menunjukkan perintah bersegera menuju shalat ketika panggilan dikumandangkan, yang sejalan dengan makna hadits bahwa iqamah menjadi tanda dimulainya shalat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Waktu adzan dan iqamah dipisahkan.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya memisahkan antara adzan dan iqamah, dan bahwa iqamah tidak dikumandangkan kecuali imam sudah siap atau sudah keluar. Ini memberi kesempatan kepada jamaah untuk bersiap, berwudhu jika belum, dan menuju shaf.

Kedua: Iqamah adalah tanda shalat segera dimulai.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa) menyebutkan bahwa hikmah tidak mengiqamah kecuali setelah Nabi ﷺ keluar adalah agar kaum muslimin tidak berdiri terlalu lama menunggu imam, karena berdiri lama sebelum shalat bisa memberatkan. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.

Ketiga: Sikap Bilal radhiyallahu 'anhu.

Bilal adalah muadzin tetap Nabi ﷺ. Beliau mengumandangkan adzan saat matahari condong (waktu Dzuhur tiba), lalu menunggu. Ini menunjukkan bahwa muadzin hendaknya memperhatikan kondisi imam dan jamaah, tidak terburu-buru mengiqamah sebelum imam siap.

Keempat: Perbedaan pendapat ulama tentang kapan jamaah berdiri.

Para ulama dalam daftar memiliki pandangan yang beragam:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa jamaah berdiri ketika iqamah dikumandangkan, berdasarkan hadits-hadits lain yang memerintahkan demikian.
  • Imam Malik bin Anas berpendapat bahwa jamaah berdiri ketika imam sudah keluar dan terlihat, sebagaimana zhahir hadits Jabir bin Samurah ini.
  • Imam asy-Syafi'i memiliki pandangan yang diriwayatkan dalam dua versi, namun yang lebih kuat dalam madzhabnya adalah berdiri saat iqamah.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari-nya menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi yang berpendapat jamaah tidak berdiri sampai imam terlihat, karena itulah yang dilakukan di zaman Nabi ﷺ. Namun beliau juga menyebutkan bahwa hadits-hadits lain menunjukkan perintah berdiri ketika iqamah, dan cara menjama'nya adalah: jika imam sudah dekat atau sudah terlihat, maka berdiri saat iqamah; jika imam belum terlihat, tunggu sampai terlihat.

Yang paling kuat — sebagaimana ditarjih oleh Ibnu Hajar dan an-Nawawi — adalah bahwa jamaah berdiri ketika iqamah dikumandangkan, karena adanya perintah tegas dalam hadits lain (seperti hadits Abu Qatadah yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim: "Jika iqamah dikumandangkan, janganlah kalian berdiri sampai kalian melihatku"). Hadits Jabir bin Samurah ini menunjukkan praktik Nabi ﷺ, sedangkan perintah "jangan berdiri sampai melihatku" adalah larangan berdiri terlalu awal. Jadi kesimpulannya: berdiri saat iqamah, tetapi tidak sebelum imam siap atau terlihat.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu adalah muadzin Rasulullah ﷺ yang setia. Beliau mengumandangkan adzan dengan suara merdu dan lantang. Pada zaman Nabi ﷺ, masjid Nabawi adalah pusat kehidupan kaum muslimin. Ketika matahari condong ke barat menandakan masuknya waktu Dzuhur, Bilal naik ke tempat yang tinggi dan mengumandangkan adzan.

Kaum muslimin yang mendengar adzan segera bersiap — ada yang menyelesaikan pekerjaannya, ada yang berwudhu, dan ada yang berjalan menuju masjid. Namun Bilal tidak terburu-buru mengiqamah. Beliau menunggu dengan sabar hingga pintu rumah Nabi ﷺ terbuka dan beliau keluar. Ketika Nabi ﷺ terlihat, barulah Bilal mengumandangkan iqamah, dan shalat pun dimulai.

Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ini adalah contoh praktik terbaik dalam mengatur shalat berjamaah: muadzin memperhatikan kesiapan imam, dan jamaah tidak dibiarkan berdiri lama menunggu. Ini adalah bentuk kelembutan dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, sebagaimana sabda beliau: "Sesungguhnya aku memulai shalat dan aku ingin memanjangkannya, lalu aku mendengar tangisan anak kecil, maka aku pendekkan shalatku karena aku tahu betapa beratnya bagi ibunya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi muadzin: Jangan terburu-buru mengiqamah sebelum imam siap atau terlihat. Berikan waktu yang cukup bagi jamaah untuk bersiap.
  2. Bagi jamaah: Berdirilah untuk shalat ketika iqamah dikumandangkan, tidak sebelum itu, agar tidak menunggu lama dalam keadaan berdiri.
  3. Bagi imam: Hendaknya segera keluar atau hadir ketika adzan selesai, agar jamaah tidak menunggu terlalu lama.
  4. Hikmah: Islam mengajarkan keteraturan, kasih sayang, dan tidak memberatkan jamaah. Ini adalah adab yang hendaknya dijaga dalam shalat berjamaah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?