Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir pembuka shalat yang diucapkan antara takbiratul ihram dan bacaan Al-Fatihah, yaitu: “Allahu Akbar Kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrata wa ashila.” Dzikir ini menyebabkan pintu-pintu langit terbuka karena keagungan dan keikhlasan di dalamnya. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu pun tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar sabda Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. Al-A’raf [7]: 205
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
Hadits:
Hadits riwayat Muslim no. 601 dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana disebutkan.
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (4/106) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya dzikir ini setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Beliau juga menukil bahwa para ulama menganjurkan membaca dzikir ini karena keutamaannya yang besar.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan menjadi dalil penting tentang dzikir iftitah (pembuka shalat). Berikut penjelasan dari para ulama:
- Makna Dzikir:
- Allahu Akbar Kabira: Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna, melebihi segala sesuatu.
- Walhamdu lillahi katsira: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, sebagai wujud syukur atas nikmat-Nya.
- Wa subhanallahi bukrata wa ashila: Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang, yaitu mensucikan Allah dari segala kekurangan sepanjang waktu.
- Keutamaan Dzikir Ini:
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku heran dengan ini, pintu-pintu langit dibuka untuknya.” Ini menunjukkan bahwa dzikir ini memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah, sehingga malaikat membukakan pintu langit untuk mengangkatnya.
- Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah, berkata: “Sejak aku mendengar Rasulullah ﷺ mengatakan hal itu, aku tidak pernah meninggalkannya.” Ini menunjukkan betapa besar perhatian para sahabat terhadap amalan yang dicintai Nabi ﷺ.
- Pendapat Ulama:
- Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Minhaj (4/106) mengatakan: “Hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca dzikir ini setelah takbiratul ihram. Ini adalah dzikir iftitah yang utama.”
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhish Shalihin (3/234) menjelaskan bahwa dzikir ini termasuk doa iftitah yang shahih, dan boleh dibaca dalam shalat fardhu maupun sunnah.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa (11/112) menganjurkan untuk membaca dzikir ini karena keutamaannya yang besar, dan beliau juga menyebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu terus mengamalkannya.
- Hukum Membacanya:
- Para ulama sepakat bahwa membaca dzikir iftitah adalah sunnah, bukan wajib. Jika seseorang tidak membacanya, shalatnya tetap sah. Namun, meninggalkannya berarti kehilangan keutamaan yang besar.
Story Telling
Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau adalah seorang sahabat yang sangat cinta kepada sunnah Nabi ﷺ. Suatu hari, beliau mendengar seorang sahabat lain mengucapkan dzikir ini dalam shalat. Setelah shalat, Rasulullah ﷺ menanyakan siapa yang mengucapkannya, dan beliau ﷺ menyatakan kekagumannya karena pintu langit terbuka untuk dzikir tersebut.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, yang sejak saat itu tidak pernah meninggalkan dzikir ini, menunjukkan betapa pentingnya menjaga amalan yang dicintai Rasulullah ﷺ. Beliau tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkannya sepanjang hidupnya. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan dzikir-dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ, meskipun terlihat sederhana.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan dzikir iftitah ini setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah, baik dalam shalat fardhu maupun sunnah.
- Yakinlah dengan keutamaannya, karena Rasulullah ﷺ sendiri heran dengan keagungannya hingga pintu langit terbuka.
- Jangan tinggalkan dzikir ini jika sudah mengetahuinya, sebagaimana Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu tidak pernah meninggalkannya.
- Ajarkan kepada keluarga dan orang lain agar mereka juga mendapatkan keutamaan ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.