Bab Menjelaskan Keadaan Iman Seseorang yang Mengatakan kepada Saudaranya yang Muslim: Wahai Kafir
Shahih
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ " إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا " .
Diriwayatkan dari Ibn 'Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika seorang lelaki menyebut saudaranya sebagai kafir, maka itu kembali (setidaknya) kepada salah satu dari mereka."