Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 585 tentang Memohon perlindungan dari azab kubur setelah wahyu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur. Ini adalah bagian dari sunnah harian yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, terutama setelah tasyahud dalam shalat. Memohon perlindungan dari azab kubur adalah bentuk keimanan kita kepada perkara ghaib dan bukti bahwa kita meyakini adanya kehidupan akhirat serta hisab.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits yang Anda sebutkan adalah bagian dari hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Masajid wa Mawadhi' ash-Shalah, Bab "Istihbab at-Ta'awwudz min 'Adzab al-Qabr" (Bab Disunnahkan Memohon Perlindungan dari Azab Kubur), nomor 585.

Dalam riwayat lain yang lebih lengkap, disebutkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:

> "Apabila Rasulullah ﷺ selesai dari shalat, beliau memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur." (HR. Muslim)

Dalil Al-Qur'an tentang Azab Kubur:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِمَّا عَمِلَتْ فِي سَيِّئَاتِهِمْ وَنَحْنُ نَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

"Dan Kami menuliskan segala yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang jelas (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yasin [36]: 12)

Ayat ini menunjukkan bahwa amal perbuatan manusia dicatat, dan ini berkaitan dengan kehidupan setelah mati termasuk keadaan di alam kubur.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya memohon perlindungan dari azab kubur, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang adanya azab kubur, dan memohon perlindungan darinya adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ setelah itu memohon perlindungan dari azab kubur." Maksud "setelah itu" adalah setelah turunnya wahyu yang memberitahukan tentang azab kubur.

Pemahaman Ulama:

  1. Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk berlindung dari azab kubur. Beliau juga menjelaskan bahwa azab kubur adalah hak (benar) berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma' para ulama Ahlus Sunnah.
  2. Imam Ibn Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa doa perlindungan dari azab kubur ini diucapkan oleh Nabi ﷺ setelah tasyahud akhir sebelum salam. Ini menunjukkan bahwa doa tersebut adalah bagian dari dzikir yang diajarkan dalam shalat.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa azab kubur adalah perkara yang benar dan wajib diimani. Beliau menegaskan bahwa memohon perlindungan dari azab kubur adalah bentuk pengakuan bahwa kita lemah dan butuh kepada Allah, serta pengakuan bahwa azab kubur itu nyata.
  4. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keimanan kepada azab kubur termasuk bagian dari keimanan kepada hari akhir. Beliau menyebutkan bahwa orang-orang yang berbuat baik akan diberi kenikmatan di kuburnya, sedangkan orang-orang yang berbuat buruk akan diazab.

Hikmah dari Hadits:

  1. Mengajarkan kerendahan hati - Kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah dan memohon perlindungan-Nya.
  2. Mengingatkan tentang kematian - Doa ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia tidak kekal dan ada kehidupan setelah mati.
  3. Menguatkan keimanan kepada yang ghaib - Kita meyakini adanya azab kubur meskipun tidak melihatnya.
  4. Mendorong untuk beramal shalih - Karena kita tahu bahwa amal kita akan menentukan keadaan kita di alam kubur.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ketika berdiri di atas kuburan, beliau menangis hingga jenggotnya basah. Ada yang bertanya kepadanya: "Engkau menangis karena mengingat surga dan neraka, tapi mengapa engkau menangis karena kuburan?"

Utsman menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Kubur adalah awal dari perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelah itu lebih mudah baginya. Dan jika tidak selamat darinya, maka setelah itu lebih sulit baginya.'" (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian para sahabat terhadap urusan kubur dan akhirat. Mereka sangat takut kepada azab kubur dan selalu memohon perlindungan kepada Allah darinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak doa perlindungan dari azab kubur, terutama setelah tasyahud akhir sebelum salam dalam shalat.
  2. Yakini adanya azab kubur sebagai bagian dari keimanan kepada hari akhir.
  3. Perbanyak amal shalih karena amal kita akan menjadi teman atau musuh kita di alam kubur.
  4. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat sebagai bagian dari sunnah Nabi ﷺ.
  5. Jangan meremehkan perkara kubur karena ia adalah awal perjalanan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.