Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 582 tentang Salam saat selesai shalat ke kanan dan kiri

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara salam dalam shalat, yaitu menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah". Yang dimaksud "hingga saya melihat putih pipinya" adalah gambaran bahwa beliau menoleh dengan sempurna, tidak hanya sekadar menoleh sedikit, sehingga bagian pipi yang putih terlihat oleh sahabat yang berada di belakangnya. Ini menunjukkan kesempurnaan gerakan dalam salam, namun tidak berarti berlebihan hingga memalingkan seluruh wajah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Masajid wa Mawadhi' ash-Shalah, Bab at-Taslim. Lafaz lengkapnya:

وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

Makna: "Aku melihat Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga aku melihat putih pipinya." (HR. Muslim no. 582)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i dengan redaksi yang serupa.

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menoleh dengan sempurna saat salam, dan para ulama sepakat bahwa menoleh ke kanan dan kiri dalam salam adalah sunnah, bukan rukun.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Pensyariatan Salam dalam Shalat

Salam adalah salah satu rukun shalat yang dengannya seseorang keluar dari shalatnya. Imam Ibn Qudamah (dalam al-Mughni) dan ulama lainnya menjelaskan bahwa salam pertama (ke kanan) adalah wajib menurut jumhur ulama, sedangkan salam kedua (ke kiri) adalah sunnah. Ini berdasarkan hadits-hadits lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang hanya mengucapkan satu salam, namun yang lebih utama adalah dua salam.

2. Makna "Putih Pipi"

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4: 93) menjelaskan bahwa ungkapan ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menoleh dengan sempurna ke arah kanan dan kiri, sehingga bagian pipi yang putih terlihat oleh sahabat yang berada di belakangnya. Ini bukan berarti beliau memutar seluruh badan, tetapi menolehkan wajah hingga hampir menghadap ke arah bahu.

3. Posisi Tangan Saat Salam

Para ulama berbeda pendapat mengenai posisi tangan saat salam. Sebagian ulama seperti Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad menganjurkan mengangkat tangan saat salam, berdasarkan hadits dari Wail bin Hujr. Namun Imam Abu Hanifah dan Imam Malik tidak menganjurkan hal tersebut. Yang terkuat menurut para ulama hadits adalah bahwa mengangkat tangan saat salam adalah boleh, namun yang lebih utama adalah tidak mengangkat tangan, karena hadits yang menyebutkan hal itu diperselisihkan keshahihannya. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tidak meriwayatkan hadits tentang mengangkat tangan saat salam dalam kitab shahih mereka.

4. Kesempurnaan Gerakan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa menoleh dengan sempurna saat salam adalah bentuk penghormatan kepada malaikat yang ada di kanan dan kiri. Ini juga menunjukkan bahwa salam dalam shalat bukan sekadar lafaz, tetapi juga gerakan yang menyertainya.

5. Hikmah di Balik Gerakan Ini

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (Syarh Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa menoleh ke kanan dan kiri saat salam adalah isyarat bahwa shalat telah selesai dan seseorang kembali berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Ini juga sebagai tanda penghormatan kepada malaikat pencatat amal yang berada di kedua sisi.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: "Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga terlihat putih pipinya, dan beliau mengucapkan: 'Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah'."

Para ulama menyebutkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan gerakan-gerakan Nabi ﷺ dalam shalat, termasuk detail-detail kecil seperti cara menoleh saat salam. Ini menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ dan semangat mereka dalam mencontoh setiap gerak-geriknya. Amir bin Sa'd yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, dan ia mendapatkan riwayat ini dari ayahnya, Sa'd bin Abi Waqqash, salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

Kesimpulan Praktis

  1. Salam dalam shalat adalah rukun yang mengakhiri shalat, diucapkan dengan lafaz "Assalamu'alaikum warahmatullah".
  2. Menoleh ke kanan dan kiri saat salam adalah sunnah yang dianjurkan, dengan menoleh yang sempurna hingga pipi terlihat dari belakang.
  3. Salam pertama (ke kanan) adalah wajib menurut jumhur ulama, sedangkan salam kedua (ke kiri) adalah sunnah.
  4. Tidak mengangkat tangan saat salam adalah yang lebih utama menurut kebanyakan ulama hadits.
  5. Menjaga kekhusyukan dalam seluruh gerakan shalat, termasuk salam, adalah cerminan dari kesempurnaan ibadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.