Penjelasan Hadits Muslim No. 579 tentang Tata cara duduk dan isyarat jari dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara duduk tasyahud (tahiyat) dalam shalat, yang dikenal dengan sifat duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri yang dihamparkan). Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan posisi tangan dan isyarat jari telunjuk saat tasyahud. Ini adalah salah satu bentuk tuntunan shalat yang agung, menunjukkan bahwa seluruh gerakan shalat memiliki adab dan cara yang dicontohkan langsung oleh beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Sifat Duduk dalam Shalat dan Cara Meletakkan Tangan di Atas Paha, no. 579.

Teks Arab Hadits (bagian inti):

> كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا قَعَدَ فِي الصَّلَاةِ جَعَلَ قَدَمَهُ الْيُسْرَى بَيْنَ فَخِذِهِ وَسَاقِهِ وَفَرَشَ قَدَمَهُ الْيُمْنَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ

Makna ringkas: Ketika Rasulullah ﷺ duduk dalam shalat (tasyahud), beliau menghamparkan kaki kiri dan duduk di atasnya, menegakkan kaki kanan, meletakkan tangan kiri di lutut kiri, dan tangan kanan di paha kanan sambil berisyarat dengan jari telunjuknya.

Kaitan dengan ulama: Hadits ini menjadi dasar bagi ulama dalam menjelaskan sifat duduk tasyahud. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya duduk iftirasy pada tasyahud awal, dan terdapat perbedaan pendapat mengenai tasyahud akhir. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in dan kitab-kitab fiqihnya juga menjelaskan bahwa duduk iftirasy adalah yang paling utama dalam tasyahud awal, sedangkan untuk tasyahud akhir terdapat dua pendapat ulama: iftirasy atau tawarruk (duduk dengan menegakkan kaki kanan dan mengeluarkan kaki kiri dari bawah betis kanan).

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil tentang tata cara duduk dalam shalat. Berikut rincian pemahamannya:

  1. Posisi Kaki: Rasulullah ﷺ menghamparkan kaki kiri dan duduk di atasnya, sementara kaki kanan ditegakkan. Ini adalah sifat duduk iftirasy. Para ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal (dalam salah satu riwayat) berpendapat bahwa duduk iftirasy ini dilakukan pada tasyahud awal. Adapun pada tasyahud akhir, terdapat hadits lain yang menunjukkan sifat duduk tawarruk (HR. Al-Bukhari dari Abu Humaid As-Sa'idi), namun sebagian ulama seperti Imam Malik dan sebagian riwayat dari Imam Ahmad membolehkan iftirasy di kedua tasyahud.
  2. Posisi Tangan: Tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri, dan tangan kanan di atas paha kanan. Ini menunjukkan adab meletakkan tangan dengan tenang dan tidak bergerak kecuali untuk berisyarat.
  3. Isyarat Jari Telunjuk: Rasulullah ﷺ berisyarat dengan jari telunjuk kanan saat tasyahud. Para ulama menjelaskan bahwa isyarat ini dilakukan ketika menyebut nama Allah (misalnya saat membaca "Asyhadu an la ilaha illallah") atau sepanjang tasyahud. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat disunnahkannya berisyarat dengan jari telunjuk, dan tidak boleh menggerakkannya ke kiri dan ke kanan secara berlebihan. Syaikh Al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi juga menegaskan bahwa isyarat ini adalah tuntunan dan tidak boleh ditambah-tambah dengan gerakan lain yang tidak dicontohkan.
  4. Hikmah Isyarat: Isyarat jari telunjuk melambangkan tauhid, yaitu pengesaan Allah. Ini sebagaimana dipahami dari hadits-hadits lain yang menyebutkan bahwa isyarat tersebut lebih keras bagi setan, karena ia adalah simbol persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma, beliau menceritakan sifat shalat Nabi ﷺ dari ayahnya, Az-Zubair bin Al-Awwam. Ini menunjukkan perhatian besar para sahabat dalam memperhatikan dan menghafal setiap gerakan shalat Nabi ﷺ, sekecil apa pun. Mereka tidak menganggap remeh detail-detail ini, karena mereka paham bahwa shalat adalah tiang agama dan kualitas shalat menentukan kualitas hidup seorang muslim. Dari sini kita belajar bahwa menuntut ilmu tentang tata cara ibadah adalah bagian dari kecintaan kepada Nabi ﷺ dan keinginan untuk mengikuti sunnahnya secara sempurna.

Kesimpulan Praktis

  1. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ secara menyeluruh, termasuk detail duduk dan gerakan tangan, karena shalat adalah ibadah yang paling agung.
  2. Praktikkan duduk iftirasy pada tasyahud awal, dan jika mampu, pelajarilah juga perbedaan pendapat ulama tentang tasyahud akhir untuk mengambil yang paling utama.
  3. Letakkan tangan dengan tenang di atas lutut/paha, dan jangan bergerak kecuali untuk isyarat jari telunjuk saat tasyahud.
  4. Niatkan isyarat jari telunjuk sebagai simbol tauhid, bukan sekadar gerakan tanpa makna.
  5. Jangan menambah-nambah gerakan yang tidak dicontohkan, karena shalat adalah ibadah yang sudah sempurna contohnya dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?