Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 574 tentang Kesalahan jumlah rakaat dan sujud sahwi setelahnya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tata cara mengatasi lupa dalam shalat, yaitu dengan melakukan sujud sahwi (dua sujud karena lupa) setelah menyempurnakan rakaat yang tertinggal dan salam. Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa lupa, namun hal itu menjadi pelajaran berharga bagi umatnya. Sikap Nabi yang marah bukan karena marah kepada penegur, tetapi karena beliau sangat bersemangat untuk menjaga kesempurnaan shalat dan mengajarkan umatnya dengan sungguh-sungguh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Masajid wa Mawadhi' Ash-Shalah, Bab As-Sahw fi Ash-Shalah wa Sujudaini lahu, no. 574, dari sahabat Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu.

Selain itu, hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Man Shahha 'anhu Arba'un, no. 1229, dari sahabat Imran bin Hushain juga.

Ayat Al-Qur'an yang relevan tentang perintah menjaga shalat:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (shalat Ashar). Dan berdirilah karena Allah (dalam shalat) dengan khusyuk."

Ayat ini menunjukkan perhatian besar Allah terhadap shalat, termasuk shalat Ashar yang disebutkan secara khusus. Hadits di atas terjadi pada shalat Ashar, yang menunjukkan betapa pentingnya menjaga shalat ini.

Kaitan dengan ulama: Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam madzhab membahas hadits ini secara mendalam dalam bab sujud sahwi. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya sujud sahwi bagi orang yang lupa jumlah rakaat.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam jika lupa terjadi setelah salam.
  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menggunakan hadits ini sebagai dalil bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam apabila lupa diketahui setelah salam.

Penjelasan Rinci

1. Kejadian dalam Hadits

Nabi ﷺ shalat Ashar dan salam pada rakaat ketiga. Beliau kemudian masuk ke rumahnya. Seorang sahabat bernama Al-Khirbaq yang memiliki lengan panjang (tangan yang panjang adalah ciri fisiknya) memberitahukan kepada Nabi ﷺ bahwa beliau baru shalat tiga rakaat. Nabi ﷺ keluar dengan marah sambil menarik jubahnya, lalu bertanya kepada jamaah, "Apakah orang ini benar?" Mereka menjawab, "Ya." Maka Nabi ﷺ shalat satu rakaat lagi, lalu salam, kemudian sujud dua kali (sujud sahwi), lalu salam lagi.

2. Makna Sikap Nabi ﷺ

Sikap marah Nabi ﷺ di sini bukanlah kemarahan pribadi, tetapi karena beliau sangat menjaga shalat dan tidak ingin umatnya meremehkan perkara ini. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah perkara yang agung. Namun, beliau tetap tenang dan mengajarkan solusi yang benar, yaitu menyempurnakan rakaat yang kurang dan sujud sahwi.

3. Hukum Sujud Sahwi

Para ulama menjelaskan bahwa sujud sahwi adalah dua sujud yang dilakukan karena lupa dalam shalat. Ada beberapa keadaan:

  • Lupa menambah rakaat → sujud sahwi setelah salam.
  • Lupa mengurangi rakaat → menyempurnakan rakaat yang kurang, lalu sujud sahwi setelah salam (seperti dalam hadits ini).
  • Lupa tasyahud awal → sujud sahwi sebelum salam.

Imam An-Nawawi berkata: "Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang lupa jumlah rakaat, maka ia harus menyempurnakan rakaat yang kurang, kemudian sujud sahwi setelah salam." Ini adalah pendapat jumhur ulama.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk tidak bingung ketika lupa, tetapi tetap tenang dan menyempurnakan shalatnya.

4. Pelajaran dari Hadits

  • Shalat adalah ibadah yang agung, dan lupa adalah hal yang manusiawi.
  • Jika lupa, jangan panik, tetapi ikuti tuntunan Nabi ﷺ.
  • Sujud sahwi adalah bentuk kesempurnaan shalat dan penutup kekurangan.
  • Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa lupa, tetapi Allah menjadikan lupanya sebagai rahmat bagi umatnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seseorang yang lupa dalam shalatnya. Beliau menjawab dengan tenang: "Ia harus mengikuti apa yang dilakukan Nabi ﷺ, yaitu menyempurnakan yang kurang dan sujud sahwi." Kemudian beliau menyebutkan hadits Imran bin Hushain ini.

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama sangat berpegang pada sunnah Nabi ﷺ dalam setiap permasalahan, termasuk masalah lupa dalam shalat. Mereka tidak berijtihad dengan akal semata, tetapi kembali kepada dalil.

Kesimpulan Praktis

  1. Jika lupa jumlah rakaat dalam shalat, maka yakinlah pada jumlah yang lebih sedikit (rakaat yang diyakini), lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi.
  2. Jika lupa setelah salam, maka langsung sujud sahwi setelah salam.
  3. Sujud sahwi dilakukan dua kali seperti sujud biasa, lalu salam.
  4. Jangan panik atau bingung ketika lupa dalam shalat, karena Nabi ﷺ telah mengajarkan solusinya.
  5. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ dengan benar agar ibadah kita sesuai sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.