Penjelasan Hadits Muslim No. 56 tentang Agama adalah nasihat untuk setiap Muslim

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa agama Islam itu adalah nasihat, yaitu keikhlasan dan kepedulian yang tulus kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh umat manusia. Nasihat bukan sekadar memberi teguran, tetapi mencakup seluruh bentuk kebaikan, kejujuran, dan kasih sayang yang kita berikan kepada sesama. Bai'at Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu kepada Nabi ﷺ untuk menasihati setiap muslim mengajarkan kita bahwa nasihat adalah bagian dari akhlak dan syiar keislaman yang agung.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-'Ashr [103]: 1-3

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Bayan Anna Ad-Din An-Nashihah" (no. 56), dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 57) dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Agama adalah nasihat" (diucapkan tiga kali). Para sahabat bertanya, "Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh umat manusia."

Kaitan dengan ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung dan mencakup banyak hukum serta prinsip penting dalam Islam. Beliau menukil perkataan Imam Al-Khattabi bahwa nasihat adalah kalimat yang maknanya menginginkan kebaikan bagi orang yang dinasihati.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa kata an-nashihah (النصيحة) berasal dari akar kata nashaha yang berarti keikhlasan dan kebersihan dari segala kotoran. Ketika dikatakan nashahatul 'asal (madu itu murni), artinya madu itu bersih dari campuran. Maka nasihat kepada Allah berarti ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, jujur dalam keyakinan, dan menjauhi segala bentuk kemunafikan.

Imam Ibn Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa nasihat kepada Allah mencakup: beriman kepada-Nya, menolak segala bentuk kesyirikan, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik. Nasihat kepada kitab-Nya berarti membenarkan beritanya, mengamalkan hukumnya, dan membela kehormatannya. Nasihat kepada Rasul-Nya berarti membenarkan risalahnya, mengikuti sunnahnya, dan menghidupkan ajarannya. Nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin berarti membantu mereka dalam kebenaran, tidak menipu mereka, mendoakan kebaikan bagi mereka, dan menasihati mereka dengan cara yang baik. Nasihat kepada seluruh umat manusia berarti mengajarkan kebaikan kepada mereka, mencegah kemungkaran, dan menolong mereka dalam kebaikan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa nasihat adalah bagian dari agama yang agung. Beliau menekankan bahwa nasihat harus didasari keikhlasan dan kasih sayang, bukan untuk menjatuhkan atau mempermalukan orang lain. Nasihat yang benar adalah yang disampaikan dengan cara yang lembut dan penuh hikmah, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl [16]: 125.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menyebutkan bahwa hadits ini termasuk salah satu hadits yang menjadi poros ajaran Islam. Beliau menjelaskan bahwa nasihat kepada sesama muslim adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan ikhlas, karena Rasulullah ﷺ sendiri membai'at Jarir bin Abdullah untuk menasihati setiap muslim, dan Jarir menegaskan bahwa beliau tidak pernah membai'at seseorang pun setelah itu kecuali orang tersebut selalu ia nasihati dengan tulus.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang tampan dan memiliki kedudukan mulia. Ketika beliau datang kepada Rasulullah ﷺ untuk masuk Islam, beliau berkata, "Wahai Rasulullah, aku membai'atmu untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan memberi nasihat kepada setiap muslim." Maka Rasulullah ﷺ menerima bai'atnya.

Setelah itu, Jarir radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai sahabat yang sangat menjaga janji ini. Beliau selalu berusaha menasihati setiap muslim yang ditemuinya dengan kelembutan dan keikhlasan. Bahkan ketika beliau menjadi gubernur di Yaman, beliau selalu memperlakukan rakyatnya dengan kasih sayang dan memberikan nasihat yang membangun. Ini menunjukkan bahwa nasihat bukan hanya tugas para ulama, tetapi kewajiban setiap muslim sesuai kemampuan dan kedudukannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Nasihat adalah inti agama – Setiap muslim hendaknya menjadikan nasihat sebagai bagian dari ibadah dan akhlak sehari-hari.
  2. Nasihat harus ikhlas – Niatkan nasihat semata-mata karena Allah, bukan untuk mencari pujian atau menjatuhkan orang lain.
  3. Nasihat kepada sesama muslim – Sampaikan kebaikan dengan cara yang lembut, penuh kasih sayang, dan tidak mempermalukan.
  4. Nasihat kepada pemimpin – Doakan kebaikan mereka, bantu mereka dalam kebenaran, dan nasihati dengan cara yang baik.
  5. Nasihat dimulai dari diri sendiri – Sebelum menasihati orang lain, pastikan kita telah mengamalkan apa yang kita sampaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?