Penjelasan Hadits Muslim No. 491 tentang Sujud melibatkan tujuh anggota tubuh tertentu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa dalam sujud, seorang hamba bersujud dengan tujuh anggota badan: wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki. Ini adalah tuntunan Nabi ﷺ yang menunjukkan kesempurnaan ibadah shalat, di mana seluruh anggota tubuh yang mulia ini digunakan untuk merendahkan diri kepada Allah. Para ulama juga menjelaskan bahwa rambut dan pakaian tidak termasuk dalam anggota sujud, sehingga tidak boleh digulung atau diikat saat shalat karena itu bertentangan dengan makna ketundukan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat Shahih Muslim no. 491):

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا بَكْرٌ، - وَهُوَ ابْنُ مُضَرَ - عَنِ ابْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ أَطْرَافٍ: وَجْهُهُ، وَكَفَّاهُ، وَرُكْبَتَاهُ، وَقَدَمَاهُ"

Makna: "Ketika seorang hamba sujud, maka sujud bersamanya tujuh anggota badan: wajahnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, dan kedua kakinya." (HR. Muslim no. 491)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj [22]: 77)

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa anggota sujud ada tujuh, dan inilah yang menjadi dasar bagi para ulama dalam menjelaskan tata cara sujud yang benar. Beliau juga menukil bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa sujud tidak sah jika salah satu dari tujuh anggota ini tidak menyentuh tempat sujud ketika mampu melakukannya. Namun, jika ada udzur (halangan), maka gugurlah kewajiban tersebut.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Anggota Sujud yang Tujuh

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu' dan Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa tujuh anggota sujud tersebut adalah:

  • Wajah (termasuk dahi dan hidung)
  • Kedua telapak tangan
  • Kedua lutut
  • Kedua ujung kaki

Beliau menegaskan bahwa ini adalah dalil yang jelas tentang kewajiban meletakkan anggota-anggota ini di tempat sujud. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga menjelaskan bahwa sujud adalah ibadah badaniyah yang agung, dan dengan meletakkan anggota-anggota yang mulia ini ke tanah, seorang hamba menunjukkan kerendahan dan ketundukannya kepada Allah.

2. Hikmah Larangan Mengikat Rambut dan Pakaian

Dalam bab yang sama, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: dahi, dan beliau memberi isyarat dengan tangannya ke hidungnya, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung kedua kaki. Dan aku tidak boleh melipat rambut dan pakaian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa larangan mengikat rambut atau melipat pakaian saat shalat adalah agar seluruh anggota badan turut sujud dalam keadaan alami, tidak terhalang. Sebagian ulama menjelaskan bahwa makna "tidak boleh melipat rambut dan pakaian" adalah larangan bagi orang yang shalat untuk mengikat rambutnya ke belakang atau menggulung lengan bajunya, karena itu menghalangi anggota badan untuk sujud dengan sempurna. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah momen menghadap Allah dengan sepenuh jiwa dan raga.

3. Penerapan dalam Fiqih

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sujud Nabi ﷺ dilakukan dengan meletakkan dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. Beliau menegaskan bahwa ini adalah sunnah yang harus diikuti.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa jika seseorang mampu meletakkan ketujuh anggota ini, maka ia wajib melakukannya. Namun jika ada udzur seperti sakit atau di tempat yang sempit, maka ia sujud sesuai kemampuannya, karena Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya.

4. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hidung

Para ulama berbeda pendapat apakah hidung termasuk dalam "wajah" yang disebutkan dalam hadits atau terpisah. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hidung wajib menyentuh tempat sujud, karena Nabi ﷺ bersabda dalam hadits lain: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak menyentuhkan hidungnya ke tanah sebagaimana dahinya menyentuh tanah." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Sementara Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa dahi adalah yang utama, dan hidung adalah sunnah. Namun pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Al-Albani dan Syaikh Ibnu Baz adalah wajibnya hidung ikut menyentuh tempat sujud, karena hal ini sesuai dengan zhahir hadits dan praktik Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Abbas bin Abdul Muttalib radhiyallahu 'anhu, paman Nabi ﷺ, adalah seorang yang sangat memperhatikan tata cara shalat. Suatu hari, beliau mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ tentang tujuh anggota sujud ini. Para ulama menyebutkan bahwa Al-Abbas termasuk sahabat yang meriwayatkan hadits tentang sifat shalat Nabi ﷺ dengan sangat teliti.

Dari sini kita belajar bahwa para sahabat sangat antusias untuk mengetahui detail ibadah, bahkan sampai hal-hal yang tampak kecil seperti anggota sujud. Mereka tidak merasa cukup dengan sekadar "shalat yang penting sah", tetapi mereka ingin shalat dengan cara yang paling sempurna sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Inilah semangat yang seharusnya kita miliki: mempelajari dan mempraktikkan shalat sebagaimana Nabi ﷺ shalat, karena beliau bersabda: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Bukhari)

Kesimpulan Praktis

  1. Sujud dengan tujuh anggota badan adalah tuntunan Nabi ﷺ yang wajib kita praktikkan: dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki.
  2. Jangan mengikat rambut atau melipat pakaian saat shalat, karena itu menghalangi makna ketundukan dan bertentangan dengan petunjuk Nabi ﷺ.
  3. Jika ada udzur seperti sakit atau ketidakmampuan, maka Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya. Sujudlah sesuai kemampuan.
  4. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ dengan sungguh-sungguh, karena kesempurnaan shalat akan membawa ketenangan hati dan diterimanya amal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?