Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 486 tentang Doa perlindungan dari murka Allah saat sujud

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika sujud, yang diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Doa ini mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dari kemurkaan dan hukuman-Nya, serta pengakuan bahwa kita tidak mampu menghitung pujian kepada-Nya. Ini mengajarkan kita tentang adab berdoa dalam sujud, yaitu merendahkan diri, mengakui kelemahan, dan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Dikatakan dalam Ruku dan Sujud", nomor 486, dari jalur Abu Hurairah, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Teks haditsnya adalah:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ: "اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ"

Makna Hadits:

Doa ini memiliki makna yang sangat dalam:

  1. "Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu" – yaitu memohon agar Allah mengganti murka-Nya dengan ridha-Nya.
  2. "Dan dengan afiat-Mu dari hukuman-Mu" – yaitu memohon agar Allah mengganti hukuman-Nya dengan keselamatan.
  3. "Dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu" – yaitu berlindung dari azab Allah dengan berlindung kepada rahmat Allah.
  4. "Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu" – pengakuan bahwa kita tidak mampu memuji Allah sebagaimana layaknya.
  5. "Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri" – pujian yang sempurna hanya milik Allah.

Dalil Pendukung:

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

لَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ

"Maka Aku bersumpah dengan tempat-tempat beredarnya bintang-bintang." (QS. Al-Waqi'ah [56]: 75)

Ayat ini menunjukkan keagungan Allah yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia, sebagaimana pujian kepada-Nya juga tidak dapat dihitung oleh manusia.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Sujud sebagai Tempat Berdoa

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa sujud adalah keadaan yang paling dekat antara hamba dengan Rabb-nya. Beliau mengutip hadits lain bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya." (HR. Muslim). Oleh karena itu, doa dalam sujud memiliki keutamaan yang besar.

2. Adab Berdoa dengan Mengakui Kelemahan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan adab yang tinggi dalam berdoa, yaitu:

  • Memulai dengan memohon perlindungan dari hal-hal yang dibenci
  • Mengakui kelemahan diri dalam memuji Allah
  • Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah karena hanya Dia yang tahu hakikat pujian kepada diri-Nya

3. Makna "Aku Berlindung kepada-Mu dari-Mu"

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat berlindung dari Allah kecuali kepada Allah sendiri. Ini adalah pengakuan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dari azab Allah kecuali rahmat Allah itu sendiri. Ini adalah puncak ketundukan dan kepasrahan seorang hamba.

4. Pengakuan Ketidakmampuan Memuji Allah

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa manusia tidak akan pernah mampu memuji Allah secara sempurna karena pujian yang sempurna membutuhkan pengetahuan yang sempurna tentang Allah, dan itu mustahil bagi manusia. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk mengakui keterbatasan ini dan menyerahkan pujian yang sempurna hanya kepada Allah.

5. Posisi Sujud dalam Hadits

Dalam hadits ini disebutkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha menemukan Nabi ﷺ dalam keadaan sujud dengan kedua telapak kaki yang ditegakkan. Ini menunjukkan bahwa sujud Nabi ﷺ adalah sujud yang sempurna, tidak terburu-buru, dan penuh kekhusyukan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha suatu malam kehilangan Rasulullah ﷺ dari tempat tidurnya. Beliau mencari-cari dengan perasaan cemas, dan ketika tangannya menyentuh telapak kaki Nabi ﷺ yang sedang sujud, beliau mendengar Nabi ﷺ mengucapkan doa yang agung ini.

Peristiwa ini menunjukkan beberapa hal:

  • Kekhusyukan Nabi ﷺ dalam shalat malam, bahkan sampai tidak terasa oleh 'Aisyah bahwa beliau telah meninggalkan tempat tidur
  • Lamanya sujud Nabi ﷺ sehingga 'Aisyah sempat mencarinya
  • Doa yang diucapkan Nabi ﷺ dalam sujud adalah doa yang penuh ketundukan dan pengakuan kelemahan di hadapan Allah

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sering memperpanjang sujudnya di malam hari, dan ini menunjukkan bahwa sujud adalah waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

Beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Perbanyak doa dalam sujud, karena sujud adalah waktu terdekat antara hamba dan Rabb-nya.
  2. Hafalkan dan amalkan doa ini dalam sujud, terutama dalam shalat malam, karena doa ini mengandung permohonan perlindungan yang sangat lengkap.
  3. Belajar adab berdoa dengan mengakui kelemahan diri dan tidak merasa mampu memuji Allah secara sempurna.
  4. Perbaiki kualitas shalat dengan memperpanjang sujud dan memperbanyak doa di dalamnya, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ.
  5. Tingkatkan kekhusyukan dalam shalat, sehingga kita benar-benar hadir secara lahir dan batin di hadapan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.