Penjelasan Hadits Muslim No. 484 tentang Doa ruku dan sujud memohon ampunan kepada Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sering membaca doa "Subhanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika, Allahummaghfir li" (Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu, ya Allah, ampunilah aku) ketika ruku' dan sujud. Ini adalah bentuk pengamalan langsung dari perintah Al-Qur'an untuk bertasbih dan memohon ampunan. Doa ini menggabungkan pujian kepada Allah dengan permohonan ampunan, menunjukkan betapa butuhnya seorang hamba kepada rahmat Allah di setiap keadaan ibadahnya.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar doa ini (yang "ditafsirkan" oleh Nabi ﷺ):

Allah berfirman dalam QS. An-Nashr [110]: 3:

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat."

Ayat ini adalah isyarat yang Nabi ﷺ "ta'wil" (amalkan) dalam doa ruku' dan sujudnya. Beliau menggabungkan perintah bertasbih (dengan pujian) dan istighfar dalam satu kalimat.

2. Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Diucapkan dalam Ruku' dan Sujud" (no. 484), dari jalur Aisyah radhiyallahu 'anha. Juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 817) dengan lafaz yang serupa.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (juz 4, hlm. 190) menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk penggabungan antara tasbih, pujian, dan permohonan ampunan. Beliau menukil bahwa para ulama menganjurkan membaca doa ini di ruku' dan sujud karena merupakan amalan Nabi ﷺ.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (juz 2, hlm. 318) menjelaskan makna "يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ" (beliau menakwilkan Al-Qur'an) yaitu Nabi ﷺ mengamalkan firman Allah dalam QS. An-Nashr: 3, karena ayat ini turun menjelang akhir hayat beliau, dan beliau memperbanyak doa ini sebagai bentuk syukur dan permohonan ampunan.

Penjelasan Rinci

Makna Hadits:

Aisyah radhiyallahu 'anha menyaksikan bahwa Rasulullah ﷺ memperbanyak (يُكْثِرُ) bacaan doa ini di dalam ruku' dan sujudnya. Kata "memperbanyak" menunjukkan bahwa ini bukan bacaan wajib, melainkan bacaan sunnah yang dianjurkan dan sering dilakukan oleh Nabi ﷺ.

Makna Doa:

  • سُبْحَانَكَ (Maha Suci Engkau): Mensucikan Allah dari segala kekurangan, keburukan, dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.
  • اللَّهُمَّ رَبَّنَا (Ya Allah, Tuhan kami): Pengakuan bahwa Allah adalah Rabb, Pemelihara dan Pengatur segala urusan.
  • وَبِحَمْدِكَ (dan dengan memuji-Mu): Artinya, "Aku bertasbih sambil memuji-Mu," atau "Dengan pujian-Mu aku bertasbih." Ini menggabungkan tasbih (penyucian) dengan tahmid (pujian).
  • اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي (Ya Allah, ampunilah aku): Permohonan ampunan yang tulus.

Mengapa Nabi ﷺ menggabungkan tasbih dan istighfar?

  • Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (juz 1, hlm. 274) menjelaskan bahwa ruku' dan sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Allah. Dalam keadaan ini, seorang hamba menyaksikan kebesaran Allah dan kekurangan dirinya sendiri. Maka, ia menggabungkan antara pensucian Allah (tasbih) dan pengakuan dosa (istighfar). Ini adalah puncak adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya.
  • Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya (QS. An-Nashr) menjelaskan bahwa ketika Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk bertasbih, memuji, dan beristighfar, maka Nabi ﷺ langsung mengamalkannya dalam shalat, khususnya di ruku' dan sujud, karena kedua tempat ini adalah tempat yang paling agung untuk merendahkan diri di hadapan Allah.

Perbedaan Pendapat Ulama:

Para ulama sepakat bahwa bacaan tasbih dalam ruku' dan sujud hukumnya wajib minimal sekali (yaitu "Subhana Rabbiyal 'Azhim" di ruku' dan "Subhana Rabbiyal A'la" di sujud), berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dan lainnya. Namun, mengenai doa tambahan seperti dalam hadits ini, para ulama sepakat bahwa hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan, karena Nabi ﷺ memperbanyaknya.

Hikmah dari Hadits:

  1. Meneladani Nabi ﷺ dalam ibadah — Kita dianjurkan untuk memperbanyak doa ini di ruku' dan sujud.
  2. Menggabungkan pujian dan permohonan ampunan — Ini adalah cara terbaik untuk berdoa: memulai dengan memuji Allah, baru kemudian memohon.
  3. Ruku' dan sujud adalah waktu mustajab — Nabi ﷺ bersabda dalam hadits Muslim (no. 482): "Adapun dalam sujud, maka perbanyaklah doa, karena doa di sana sangat mustajab."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi'in besar) sangat memperhatikan doa-doa dalam shalatnya. Beliau berkata: "Sesungguhnya seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah doa di dalamnya." (Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad secara mauquf).

Kisah ini mengingatkan kita bahwa para salaf sangat menjaga kualitas shalat mereka, terutama di momen-momen seperti ruku' dan sujud. Mereka memahami bahwa di saat itulah pintu langit terbuka untuk menerima doa hamba yang merendahkan diri.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah membaca doa: "Subhanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika, Allahummaghfir li" di dalam ruku' dan sujud, karena ini adalah amalan Nabi ﷺ.
  2. Gabungkan tasbih dan istighfar — Ini adalah cara terbaik untuk beribadah: mensucikan Allah dan mengakui dosa kita.
  3. Jangan lupa bacaan wajib — Minimal membaca "Subhana Rabbiyal 'Azhim" di ruku' dan "Subhana Rabbiyal A'la" di sujud, lalu boleh ditambah dengan doa-doa lainnya.
  4. Manfaatkan momen sujud untuk berdoa — Karena sujud adalah waktu yang sangat mustajab untuk memohon kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?