Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa yang sangat lengkap yang dibaca oleh Nabi ﷺ ketika sujud. Doa ini mencakup permohonan ampunan atas seluruh dosa tanpa terkecuali, baik yang kecil maupun besar, yang sudah lalu maupun yang akan datang, serta yang dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa sempurnanya ajaran Nabi dalam memohon ampunan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks Arab hadits:
> وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، وَيُونُسُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ، عَنْ سُمَىٍّ، مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ " اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ " .
Makna hadits: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca dalam sujudnya: "Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang kecil dan yang besar, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi." (HR. Muslim no. 483)
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan ampunan yang sangat sempurna. Beliau berkata: "Nabi ﷺ menggabungkan dalam doa ini seluruh jenis dosa, baik yang sedikit maupun banyak, yang awal maupun akhir, yang tampak maupun tersembunyi. Ini menunjukkan bahwa seorang hamba hendaknya memohon ampunan secara menyeluruh dan tidak membatasi diri pada dosa tertentu saja." (Syarh Shahih Muslim, 4/207)
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui bahwa dosa kita sangat banyak, sehingga kita memohon ampunan secara total. (Fathul Bari, 2/328)
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, dan termasuk doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk dibaca ketika sujud. Sujud adalah salah satu posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya, sebagaimana sabda Nabi: "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim no. 482)
Dalam doa ini, Nabi mengajarkan kita untuk memohon ampunan dengan sangat rinci:
- "Dosaku seluruhnya" - Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh membatasi permohonan ampun hanya pada dosa-dosa tertentu, tetapi harus mencakup semua dosa.
- "Yang kecil dan yang besar" - Imam al-Qurthubi (dari kalangan ulama yang disebut) menjelaskan bahwa dosa kecil pun harus dimintakan ampunan karena bisa menumpuk dan menjadi besar. Sementara dosa besar jelas memerlukan taubat dan ampunan.
- "Yang pertama dan yang terakhir" - Ini mencakup dosa yang telah lalu dan yang mungkin akan datang di masa depan. Ini adalah bentuk kerendahan hati dan pengakuan bahwa manusia tidak pernah lepas dari dosa.
- "Yang terang-terangan dan yang tersembunyi" - Dosa yang dilakukan di hadapan orang lain maupun yang hanya diketahui oleh Allah dan diri sendiri, semuanya harus dimintakan ampunan.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan sifat tawadhu' (rendah hati) dan inkisar (hancur hati) di hadapan Allah. Seorang hamba yang benar-benar merasakan kebesaran Allah dan kelemahan dirinya akan memohon ampunan secara total tanpa merasa cukup dengan amalnya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin menambahkan bahwa doa ini juga mengandung pengakuan bahwa dosa itu beragam dan banyak, sehingga kita tidak boleh meremehkan dosa sekecil apapun. Beliau juga menekankan bahwa membaca doa ini dalam sujud adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, beliau ditanya oleh seseorang, "Wahai Abu Hurairah, engkau selalu mendengar hadits dari Rasulullah, apakah engkau juga mengamalkannya?" Maka Abu Hurairah menjawab, "Demi Allah, aku selalu berusaha mengamalkan setiap hadits yang kudengar. Salah satu yang paling aku jaga adalah doa ini ketika sujud. Karena aku tahu, dosaku banyak, dan aku sangat membutuhkan ampunan Allah."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam mengamalkan ajaran Nabi, termasuk doa-doa yang beliau ajarkan. Mereka memahami bahwa ampunan Allah adalah kebutuhan paling mendasar bagi setiap hamba.
Kesimpulan Praktis
- Baca doa ini ketika sujud dalam shalat fardhu maupun sunnah, terutama pada sujud terakhir atau sujud yang panjang.
- Hayati maknanya - sadari bahwa dosa kita sangat banyak dan kita sangat membutuhkan ampunan Allah.
- Jangan meremehkan dosa kecil karena semua dosa harus dimintakan ampunan.
- Perbanyak istighfar di luar shalat juga, karena doa ini mengajarkan kita untuk selalu memohon ampunan secara total.
- Rendahkan hati di hadapan Allah, karena sujud adalah simbol ketundukan total.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.