Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah membaca Surah Al-Mursalat (QS. Al-Mursalat [77]) dalam shalat, dan Ummul Fadhl radhiyallahu 'anha mendengarnya. Ini menjadi dalil bahwa membaca surah panjang dalam shalat malam (termasuk Maghrib) adalah sunnah yang pernah dipraktikkan Nabi ﷺ. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mengingat momen-momen ibadah bersama Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an terkait:
QS. Al-Mursalat [77]: 1
وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا
Terjemahan: "Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab ash-Shalah, Bab Bacaan dalam Shalat Subuh (no. 462), dari jalur Ibnu Syihab az-Zuhri, dari 'Ubaidillah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain, menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca Surah Al-Mursalat dalam shalat Maghrib.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya membaca surah-surah panjang dalam shalat Maghrib, dan bahwa bacaan Nabi ﷺ dalam shalat malam bisa didengar oleh makmum atau orang di sekitar.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya membaca surah yang sama dalam shalat yang berbeda, dan bahwa bacaan Nabi ﷺ dalam shalat Maghrib terkadang panjang.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Surah Al-Mursalat adalah surah Makkiyah yang berisi ancaman dan peringatan, serta menegaskan hari kiamat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama, tentang bacaan Nabi ﷺ dalam shalat. Ummul Fadhl binti al-Harits radhiyallahu 'anha mendengar Nabi ﷺ membaca Surah Al-Mursalat. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau membacanya dalam shalat Maghrib. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surah-surah panjang (thiwal mufashshal) dalam shalat Maghrib, tidak selalu surah pendek.
Kedua, tentang mendengarkan bacaan Al-Qur'an. Ummul Fadhl mendengarkan dengan seksama hingga beliau mengingat surah yang dibaca. Ini menunjukkan adab mendengarkan Al-Qur'an dan menghafal bacaan Nabi ﷺ.
Ketiga, tentang mengingat momen ibadah bersama Nabi ﷺ. Ummul Fadhl mengatakan bahwa itu adalah surah terakhir yang beliau dengar dari Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan betapa berharganya momen-momen bersama Nabi ﷺ dan bagaimana para sahabat menyimpan kenangan ibadah tersebut.
Keempat, tentang perbedaan riwayat. Dalam hadits ini, Ibnu Abbas yang membaca Surah Al-Mursalat, lalu Ummul Fadhl mengingatkan bahwa Nabi ﷺ pernah membacanya. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Nabi ﷺ membacanya dalam shalat Maghrib. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa tidak ada kontradiksi; bisa jadi Nabi ﷺ membacanya dalam shalat Maghrib dan juga dalam shalat lain, atau Ummul Fadhl mendengarnya dalam shalat Maghrib.
Kelima, tentang keutamaan Surah Al-Mursalat. Surah ini berisi tentang malaikat yang diutus, angin yang bertiup, dan hari kiamat. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surah ini menegaskan kekuasaan Allah dan ancaman bagi orang yang mendustakan.
Perbedaan pendapat ulama:
- Sebagian ulama seperti Imam Malik dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa membaca surah panjang dalam shalat Maghrib adalah sunnah, berdasarkan hadits ini.
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa membaca surah pendek lebih utama dalam shalat Maghrib, namun tidak melarang membaca surah panjang.
- Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa membaca surah panjang dalam shalat Maghrib adalah sunnah, karena Nabi ﷺ pernah melakukannya, sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Ummul Fadhl binti al-Harits, istri Abbas bin Abdul Muththalib dan ibu dari Abdullah bin Abbas, adalah seorang wanita mulia yang sering mendengarkan bacaan Nabi ﷺ. Suatu hari, beliau mendengar cucunya, Ibnu Abbas, membaca Surah Al-Mursalat. Mendengar bacaan itu, beliau teringat momen indah ketika beliau mendengar Rasulullah ﷺ membaca surah yang sama dalam shalat Maghrib. Beliau berkata, "Wahai anakku, kamu mengingatkanku dengan bacaan surah ini. Sesungguhnya ini adalah surah terakhir yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ."
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat dan keluarganya sangat memperhatikan ibadah Nabi ﷺ, dan bagaimana bacaan Al-Qur'an bisa menjadi penghubung kenangan spiritual yang mendalam. Ibnu Abbas, yang saat itu masih muda, belajar dari neneknya tentang sunnah Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan membaca surah panjang dalam shalat Maghrib, terutama surah-surah dari thiwal mufashshal seperti Al-Mursalat, berdasarkan praktik Nabi ﷺ.
- Hendaknya kita mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan seksama, baik dalam shalat maupun di luar shalat, untuk mengambil pelajaran dan mengingat Allah.
- Mengingat dan merenungkan momen ibadah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Nabi ﷺ.
- Mengajarkan sunnah kepada keluarga adalah amalan mulia, sebagaimana Ummul Fadhl mengingatkan Ibnu Abbas tentang bacaan Nabi ﷺ.
- Tidak ada larangan membaca surah yang sama dalam shalat yang berbeda, karena Nabi ﷺ pernah melakukannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.