Penjelasan Hadits Muslim No. 459 tentang Bacaan Nabi dalam shalat dzuhur, ashar, dan subuh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membaca surat Al-Lail (QS. Al-Lail [92]) dalam shalat Dzuhur, membaca yang serupa (panjangnya) dalam shalat Ashar, dan membaca lebih panjang lagi dalam shalat Subuh. Ini menunjukkan bahwa bacaan shalat Subuh lebih panjang dibandingkan Dzuhur dan Ashar, dan menjadi dalil disunnahkannya memanjangkan bacaan pada shalat Subuh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, Bab Bacaan dalam Shalat Subuh, no. 459, dari sahabat Jabir bin Samurah رضي الله عنه.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan membaca Al-Qur'an dalam shalat dan perintah mendirikan shalat dengan bacaan:

QS. Al-Muzzammil [73]: 20

وَعَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

Terjemahan: "Dan Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an."

QS. Al-Isra' [17]: 78

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Terjemahan: "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "qur'anal fajr" (bacaan shalat Subuh) disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang, sehingga dianjurkan memanjangkan bacaannya.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa bacaan shalat Subuh lebih panjang dari Dzuhur dan Ashar, dan ini merupakan kesepakatan ulama bahwa shalat Subuh adalah shalat yang paling panjang bacaannya di antara shalat fardhu siang.

Penjelasan Rinci

Hadits Jabir bin Samurah ini memberikan gambaran praktis tentang bacaan Nabi ﷺ dalam shalat fardhu. Beliau membaca surat Al-Lail (30 ayat) dalam shalat Dzuhur, membaca yang serupa panjangnya dalam Ashar, dan lebih panjang lagi dalam Subuh.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya memanjangkan bacaan pada shalat Subuh dibandingkan shalat fardhu lainnya. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa bacaan shalat Subuh lebih panjang dari Dzuhur dan Ashar, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa hikmah memanjangkan bacaan Subuh adalah karena waktu Subuh disaksikan oleh malaikat, dan karena waktu itu biasanya orang lebih segar dan khusyu', serta tidak ada kesibukan seperti pada waktu Dzuhur dan Ashar.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surat panjang dalam Subuh, seperti surat Qaf, At-Tur, dan Ar-Rum, dan terkadang membaca surat pendek seperti Al-Lail dan Asy-Syams. Ini menunjukkan fleksibilitas dan tidak adanya penetapan batas minimal atau maksimal secara kaku, selama tidak memberatkan makmum.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa sunnahnya adalah memanjangkan bacaan Subuh, namun tetap memperhatikan keadaan makmum. Jika makmum lemah atau sakit, maka boleh memendekkan bacaan.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang kadar panjang bacaan Subuh, Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa bacaan Subuh boleh panjang, sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa bacaan Subuh tidak terlalu panjang, namun tetap lebih panjang dari Dzuhur dan Ashar. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama yang menyatakan sunnahnya memanjangkan bacaan Subuh, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang shahih.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Jabir bin Samurah رضي الله عنه, seorang sahabat yang mulia, memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ shalat. Beliau adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang sifat shalat Nabi ﷺ. Suatu hari, beliau menyampaikan kepada para tabi'in apa yang beliau lihat dari Nabi ﷺ: bahwa dalam shalat Dzuhur beliau membaca Al-Lail, dalam Ashar membaca yang serupa, dan dalam Subuh lebih panjang lagi.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang tabi'in yang mulia, pernah ditanya tentang bacaan shalat Subuh. Beliau menjawab bahwa Nabi ﷺ dan para sahabat memanjangkan bacaan Subuh, dan ini adalah sunnah yang harus diikuti. Beliau juga mengingatkan bahwa memanjangkan bacaan bukanlah tujuan utama, tetapi yang utama adalah kekhusyu'an dan pemahaman terhadap apa yang dibaca.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita diajarkan untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam shalat, termasuk dalam hal bacaan, dengan tetap memperhatikan keadaan dan kemampuan diri serta makmum.

Kesimpulan Praktis

  1. Disunnahkan memanjangkan bacaan shalat Subuh dibandingkan shalat Dzuhur dan Ashar.
  2. Bacaan shalat Subuh bisa dengan surat-surat panjang seperti Qaf, At-Tur, atau Ar-Rum, dan bisa juga dengan surat pendek seperti Al-Lail dan Asy-Syams.
  3. Hendaknya memperhatikan keadaan makmum; jika makmum lemah atau sakit, boleh memendekkan bacaan.
  4. Yang terpenting adalah kekhusyu'an dan pemahaman terhadap bacaan, bukan sekadar panjangnya bacaan.
  5. Mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam shalat adalah bentuk kecintaan dan ketaatan kepada beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?