Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah membaca Surah Qaf dalam shalat Subuh, dan sebagian sahabat berusaha mengulang-ulang bacaannya namun belum memahami maknanya. Ini menjadi dalil bahwa bacaan shalat Subuh dianjurkan panjang dan tartil, serta bahwa memahami makna Al-Qur'an adalah kemuliaan yang perlu diusahakan. Hadits ini juga menunjukkan adab sahabat yang penuh perhatian terhadap bacaan Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, Bab Bacaan di Waktu Subuh, no. 457, dari sahabat Qutbah bin Malik رضي الله عنه.
Adapun ayat yang dibaca Nabi ﷺ:
QS. Qaf [50]: 1
ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ
Terjemah: "Qaf. Demi Al-Qur'an yang mulia."
QS. Qaf [50]: 10
وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ
Terjemah: "Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun."
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya membaca surah-surah panjang (thiwal) pada shalat Subuh, dan bahwa Nabi ﷺ membaca Surah Qaf secara tartil sehingga sahabat dapat mendengar dan merenungkannya.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa bacaan Nabi ﷺ pada Subuh umumnya panjang, berbeda dengan shalat lain, karena waktu Subuh adalah waktu yang diberkahi dan disaksikan para malaikat.
Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Surah Qaf berisi penetapan hari kebangkitan, keimanan kepada Allah, dan peringatan bagi orang yang mendustakan — sehingga sangat sesuai dibaca pada shalat Subuh yang menjadi pembuka hari.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama, tentang panjangnya bacaan shalat Subuh. Para ulama dari daftar yang disebutkan — seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Rajab al-Hanbali — sepakat bahwa shalat Subuh memiliki keistimewaan dengan bacaan yang panjang. Ibn Rajab dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa waktu Subuh adalah waktu turunnya rahmat dan hadirnya malaikat, sehingga bacaan yang panjang lebih utama.
Kedua, tentang tartil dan memperhatikan bacaan. Qutbah bin Malik berkata: "فَجَعَلْتُ أُرَدِّدُهَا" — "aku mengulang-ulangnya". Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca dengan jelas dan tartil, sehingga sahabat dapat mengikuti dan merenungkan. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ini menjadi dalil disunnahkannya memperindah dan memperjelas bacaan dalam shalat.
Ketiga, tentang adab sahabat dalam menyimak. Qutbah berkata: "وَلاَ أَدْرِي مَا قَالَ" — "aku tidak tahu apa yang beliau katakan (maknanya)". Ini bukan celaan, melainkan gambaran kejujuran sahabat bahwa mereka berusaha memahami, namun ada hal yang belum mereka pahami. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa sebagian sahabat memang belum memahami seluruh makna Al-Qur'an, dan mereka terus berusaha mempelajarinya.
Keempat, tentang keutamaan Surah Qaf. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sering membaca Surah Qaf dalam shalat Subuh dan khutbah Jumat, karena surah ini mengandung pokok-pokok aqidah: tauhid, kenabian, hari kebangkitan, dan balasan amal.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama dari daftar — seperti Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad — berpendapat bahwa membaca surah panjang pada Subuh adalah sunnah, bukan wajib. Sedangkan Imam Malik dalam Al-Muwaththa' menyebutkan bahwa penduduk Madinah biasa membaca surah-surah panjang pada Subuh. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa panjangnya bacaan Subuh adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Qutbah bin Malik رضي الله عنه — seorang sahabat dari Bani Sulaim — suatu hari shalat Subuh di belakang Rasulullah ﷺ. Ketika Nabi ﷺ membaca Surah Qaf dengan suara yang indah dan tartil, Qutbah berusaha mengikuti dan mengulang-ulang bacaan itu dalam hatinya. Namun ia merasa belum sepenuhnya memahami maknanya, sehingga ia berkata: "Aku mengulang-ulangnya, tetapi aku tidak tahu apa yang beliau katakan."
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan kerendahan hati seorang sahabat. Ia tidak merasa malu mengakui bahwa ada bagian yang belum ia pahami. Ini adalah adab seorang penuntut ilmu: jujur, terus berusaha, dan tidak sombong.
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fadhail al-Qur'an menyebutkan bahwa para salaf — seperti Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin — sangat memperhatikan bacaan Al-Qur'an dalam shalat, dan mereka berusaha memahami maknanya dengan merenung dan bertanya kepada yang lebih tahu.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan membaca surah panjang pada shalat Subuh, seperti Surah Qaf, berdasarkan hadits ini dan penjelasan Imam an-Nawawi serta Ibnu Hajar.
- Membaca dengan tartil dan jelas agar makmum dapat mengikuti dan merenungkan bacaan.
- Berusaha memahami makna Al-Qur'an adalah kemuliaan, dan tidak apa-apa mengakui jika belum paham — sebagaimana yang dilakukan Qutbah bin Malik.
- Meneladani adab sahabat: rendah hati, jujur, dan terus berusaha memperbaiki diri dalam ibadah.
- Surah Qaf memiliki keutamaan khusus karena mengandung pokok-pokok aqidah, sehingga baik dibaca pada shalat Subuh dan khutbah Jumat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.