Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 409 tentang Ucapan makmum saat imam bangkit dari rukuk

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab ketika shalat berjamaah, khususnya saat imam bangkit dari ruku' dan mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah". Kita sebagai makmum diperintahkan untuk menjawabnya dengan "Allahumma Rabbana lakal hamdu". Keutamaan yang dijanjikan sangat besar: jika ucapan kita bersamaan dengan ucapan para malaikat, maka dosa-dosa kita yang telah lalu akan diampuni. Ini menunjukkan betapa agungnya rahmat Allah dan betapa mudahnya jalan menuju ampunan bagi hamba-Nya yang taat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab Tasmiyah, Tahmid, dan Tamkin, nomor 409, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Lafadznya:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِذَا قَالَ الإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ "

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman tentang sifat orang-orang yang beriman dan shalat:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2)

Ayat ini menunjukkan bahwa kekhusyukan dan mengikuti gerakan imam dengan benar adalah bagian dari kesempurnaan shalat yang menjadi sebab keberuntungan seorang mukmin.

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya makmum mengucapkan "Allahumma Rabbana lakal hamdu" setelah imam mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah". Beliau juga menjelaskan bahwa yang dimaksud "bersesuaian dengan ucapan malaikat" adalah kesamaan dalam hal dzikir dan doa, bukan dalam waktu yang persis sama, karena malaikat juga turut mengaminkan dan mendoakan.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Adab Makmum Mengikuti Imam

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa posisi makmum dalam shalat berjamaah adalah mengikuti imam. Ketika imam mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah", maka makmum tidak mengucapkan kalimat yang sama, melainkan menjawab dengan "Allahumma Rabbana lakal hamdu". Ini adalah bentuk adab dan kepatuhan kepada pemimpin shalat.

2. Makna "Sami'allahu liman hamidah"

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa kalimat ini bermakna: "Semoga Allah mendengar (menerima) pujian orang yang memuji-Nya." Ini adalah kalimat pujian yang diucapkan ketika bangkit dari ruku'. Adapun jawaban makmum "Allahumma Rabbana lakal hamdu" bermakna: "Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

3. Keutamaan Mengucapkan Dzikir Ini

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ampunan dosa yang disebutkan dalam hadits ini adalah bagi mereka yang mengucapkannya dengan ikhlas dan khusyuk, bukan sekadar ucapan lisan tanpa kehadiran hati. Ini menunjukkan bahwa dzikir dalam shalat memiliki pengaruh besar dalam menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana disebutkan dalam banyak dalil.

4. Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Bacaan Makmum

Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah makmum juga mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah":

  • Pendapat pertama (Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayat): Makmum tidak mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah", tetapi langsung mengucapkan "Allahumma Rabbana lakal hamdu". Ini berdasarkan hadits di atas yang secara tegas memerintahkan makmum untuk mengucapkan kalimat tahmid, bukan kalimat tasmi'.
  • Pendapat kedua (Imam Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad): Makmum juga mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" sebagaimana imam, kemudian diikuti dengan "Allahumma Rabbana lakal hamdu".

Pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi adalah pendapat pertama, karena perintah dalam hadits ini jelas ditujukan kepada makmum untuk mengucapkan tahmid, dan tidak ada dalil yang memerintahkan makmum mengucapkan tasmi'. Wallahu a'lam.

5. Hikmah Keserasian dengan Malaikat

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa para malaikat turut hadir dalam majelis-majelis dzikir dan shalat berjamaah. Ketika seorang hamba mengucapkan dzikir yang sesuai dengan dzikir para malaikat, maka ini menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan. Ini menunjukkan bahwa Allah Ta'ala mencintai hamba-Nya yang berdzikir dan memuji-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya malaikat membagi-bagikan rahmat dan berkumpul di majelis-majelis dzikir. Apabila ada sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, maka malaikat mengelilingi mereka, rahmat menaungi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang di sisi-Nya.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa mulianya orang-orang yang berdzikir kepada Allah, termasuk dzikir dalam shalat. Ketika seorang hamba mengucapkan pujian kepada Allah dalam shalatnya, para malaikat turut mengaminkan dan mendoakannya. Maka janganlah kita meremehkan dzikir-dzikir pendek dalam shalat, karena di baliknya terdapat keutamaan yang sangat besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan dzikir "Allahumma Rabbana lakal hamdu" ketika menjadi makmum setelah imam mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah".
  2. Jaga kekhusyukan dalam mengucapkan dzikir ini, karena ampunan yang dijanjikan berkaitan dengan kesesuaian hati dan lisan.
  3. Pahami maknanya agar kita tidak sekadar mengucapkan tanpa memahami, yaitu memuji Allah sebagai Tuhan kita dan mengakui bahwa segala puji hanya milik-Nya.
  4. Sebarkan ilmu ini kepada keluarga dan kerabat agar mereka juga mengamalkannya dengan benar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.