Penjelasan Hadits Muslim No. 406 tentang Cara bershalawat kepada Nabi setelah tasyahud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tata cara bershalawat kepada Nabi ﷺ yang diajarkan langsung oleh beliau kepada para sahabat. Intinya, kita diperintahkan untuk mendoakan Nabi ﷺ dengan lafaz yang berisi permohonan shalawat (rahmat dan kemuliaan) serta keberkahan, baik untuk beliau maupun keluarganya, dengan menyerupakan pada doa untuk keluarga Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada beliau, sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau sebagai hamba dan Rasul pilihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Ash-Shalah, Bab "Ash-Shalah 'alan Nabiyyi ba'da At-Tasyahhud", no. 406, dari sahabat Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah kepada kita untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ. Hadits di atas adalah penjelasan praktis dari perintah ini.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, menjelaskan bahwa makna "shalawat" dari Allah adalah pujian-Nya kepada Nabi di hadapan para malaikat, dan dari malaikat adalah doa, serta dari umat adalah doa dan permohonan ampunan. Ini sebagaimana dipahami oleh ulama-ulama besar seperti Imam Al-Bukhari dan dinukil oleh para ulama setelahnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan betapa besarnya perhatian para sahabat untuk mengetahui detail ibadah, khususnya dalam shalat. Mereka bertanya langsung kepada Nabi ﷺ tentang cara bershalawat, karena mereka ingin melakukannya dengan benar dan sesuai tuntunan.

Poin-poin penting dari hadits ini:

  1. Perintah Bershalawat: Hadits ini adalah jawaban langsung dari Nabi ﷺ atas pertanyaan para sahabat. Ini menunjukkan bahwa bershalawat kepada Nabi ﷺ dalam shalat (setelah tasyahud akhir) adalah perkara yang disyariatkan dan diperintahkan.
  2. Lafaz yang Diajarkan: Nabi ﷺ mengajarkan lafaz yang sangat mulia dan penuh makna:
  • "Allahumma shalli 'ala Muhammad..." (Ya Allah, berikanlah shalawat/rahmat kepada Muhammad). Ini adalah permohonan agar Allah memuji, merahmati, dan meninggikan derajat Nabi ﷺ.
  • "...wa 'ala aali Muhammad" (dan kepada keluarga Muhammad). Ini mencakup keluarga, keturunan, dan pengikut beliau yang bertakwa. Mendoakan mereka adalah bentuk kesempurnaan doa kita.
  • "Kama shallaita 'ala aali Ibrahim" (sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim). Ini adalah permisalan yang diajarkan Nabi ﷺ sendiri, memohon agar rahmat yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya serupa dengan rahmat yang agung yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarganya.
  • "Innaka Hamidun Majid" (Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Ini adalah pujian kepada Allah yang menjadi penutup doa, mengakui bahwa Allah layak dipuji dan memiliki kemuliaan yang sempurna.
  1. Pemahaman Ulama: Para ulama, seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil utama tentang tata cara shalawat yang paling utama. Imam Asy-Syafi'i dan para ulama lainnya juga menjadikan hadits ini sebagai dasar untuk lafaz shalawat dalam tasyahud akhir. Mereka sepakat bahwa bershalawat kepada Nabi ﷺ dalam tasyahud akhir adalah wajib, berdasarkan perintah Nabi ﷺ dalam hadits ini dan hadits-hadits lainnya.
  2. Hikmah di Baliknya: Dengan bershalawat, kita tidak hanya mendoakan Nabi ﷺ, tetapi juga menunjukkan kecintaan, penghormatan, dan pengakuan kita atas jasa dan kedudukan beliau. Ini juga menjadi sebab terkabulnya doa, karena doa yang diselingi shalawat akan diangkat oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam At-Tirmidzi, bahwa doa akan tertahan antara langit dan bumi hingga dibacakan shalawat kepada Nabi ﷺ.

Story Telling

Suatu ketika, para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang cara bershalawat. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu (yaitu dengan mengucapkan Assalamu'alaika ayyuhan nabiyyu dalam tasyahud), lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?"

Pertanyaan ini menunjukkan keinginan mereka yang sangat besar untuk beribadah dengan sempurna. Mereka tidak ingin beribadah dengan cara yang mereka karang sendiri, tetapi ingin mengikuti tuntunan beliau secara detail.

Maka Nabi ﷺ pun menjawab dengan penuh kasih sayang, "Ucapkanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad..." Beliau tidak menjawab dengan singkat, tetapi mengajarkan doa yang panjang dan penuh makna. Ini mengajarkan kita bahwa dalam beribadah, kita harus bertanya dan belajar kepada ahlinya, serta tidak merasa malu untuk bertanya demi kebaikan ibadah kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan lafaz shalawat ini dalam shalat, khususnya setelah tasyahud akhir sebelum salam.
  2. Perbanyak bershalawat di luar shalat, terutama di hari Jumat, karena ini adalah amalan yang sangat dianjurkan.
  3. Ajak keluarga dan teman untuk menghafal dan mengamalkan lafaz shalawat yang diajarkan Nabi ﷺ ini.
  4. Yakini bahwa bershalawat adalah bentuk kecintaan dan ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, serta wasilah terkabulnya doa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?