Penjelasan Hadits Muslim No. 403 tentang Bacaan tasyahhud dalam shalat diajarkan seperti mengajarkan Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa tasyahhud adalah bagian penting dalam shalat yang diajarkan Nabi ﷺ dengan penuh perhatian, seperti beliau mengajarkan Al-Qur'an. Bacaan tasyahhud berisi pujian kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada hamba-hamba saleh, dan dua kalimat syahadat. Para ulama menekankan pentingnya menghafal dan merawat bacaan ini sesuai tuntunan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih Muslim no. 403, Kitab Shalat, Bab Tasyahhud. Lafazhnya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ

"Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan tasyahhud kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan satu surah dari Al-Qur'an."

Dan bacaan yang beliau ajarkan:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

"Segala ucapan yang penuh berkah, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

QS. Al-Ahzab [33]: 56

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ dalam mengajarkan tasyahhud, dan para ulama sepakat tentang disyariatkannya tasyahhud dalam shalat. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas perbandingan lafazh-lafazh tasyahhud dari berbagai riwayat shahih.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Kedudukan tasyahhud dalam shalat. Nabi ﷺ mengajarkan tasyahhud dengan metode yang sama seperti mengajarkan Al-Qur'an, yaitu dengan penuh perhatian, pengulangan, dan penekanan. Ini menunjukkan bahwa tasyahhud bukan bacaan biasa, melainkan bagian ibadah yang harus dipelajari dengan benar. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ungkapan "seperti mengajarkan surah dari Al-Qur'an" menunjukkan betapa seriusnya Nabi ﷺ dalam memastikan para sahabat menghafal dan memahami bacaan ini.

Kedua: Makna lafazh tasyahhud. Para ulama dari daftar yang disebutkan menjelaskan maknanya:

  • "التَّحِيَّاتُ" (at-tahiyyat): menurut penjelasan yang dinukil dari Qatadah dan Mujahid, ini mencakup segala bentuk penghormatan dan pengagungan yang hanya layak bagi Allah.
  • "الْمُبَارَكَاتُ" (al-mubarakat): segala yang penuh berkah, yaitu pujian yang diberkahi.
  • "الصَّلَوَاتُ" (ash-shalawat): menurut Ibnu Abbas dalam riwayat lain, ini berkaitan dengan ibadah shalat dan doa yang ditujukan hanya kepada Allah.
  • "الطَّيِّبَاتُ" (ath-thayyibat): segala perkataan dan amal yang baik dan suci.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika membahas ayat-ayat tentang dzikir dan doa menegaskan bahwa pujian dalam tasyahhud adalah bentuk tauhid dalam ucapan.

Ketiga: Salam kepada Nabi ﷺ. Ucapan "السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ" adalah bentuk penghormatan dan doa keselamatan untuk Nabi ﷺ. Para ulama menjelaskan bahwa meskipun Nabi ﷺ telah wafat, salam ini tetap diucapkan karena malaikat menyampaikan salam umat kepada beliau, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ini adalah bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Nabi ﷺ.

Keempat: Salam kepada hamba-hamba saleh. Ucapan "السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ" mencakup diri sendiri, orang-orang yang hadir, dan seluruh hamba Allah yang saleh di seluruh penjuru bumi. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan luasnya rahmat Islam yang mencakup seluruh hamba saleh, baik yang hidup maupun yang telah wafat.

Kelima: Dua kalimat syahadat. Tasyahhud ditutup dengan syahadat, yang merupakan inti tauhid dan pintu masuk Islam. Ibnu Taymiyyah menegaskan bahwa syahadat adalah pondasi agama, dan mengulangnya dalam shalat adalah bentuk pembaruan iman dan komitmen.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Para ulama berbeda pendapat tentang lafazh tasyahhud yang paling utama. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad memilih lafazh Ibnu Abbas ini (dalam Shahih Muslim), sementara Imam Malik memilih lafazh yang diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab. Namun, mayoritas ulama dari daftar yang disebutkan, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, menyatakan bahwa semua lafazh shahih yang datang dari Nabi ﷺ boleh diamalkan, dan yang paling utama adalah yang paling sesuai dengan riwayat yang shahih dan masyhur di kalangan ahli ilmu. Yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa tasyahhud dengan lafazh Ibnu Abbas ini adalah yang paling banyak diriwayatkan dan diajarkan, sebagaimana ditegaskan Imam an-Nawawi dalam al-Majmu'.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang masih muda namun sangat tekun belajar, meriwayatkan hadits ini dengan penuh perhatian. Beliau menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan tasyahhud kepada para sahabat dengan sabar dan teliti. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bahkan menggenggam tangan sahabat dan mengajarkan bacaan ini satu per satu, seperti seorang guru yang mengajari muridnya membaca Al-Qur'an. Hikmahnya: betapa besar perhatian Nabi ﷺ terhadap detail ibadah umatnya, dan betapa pentingnya kita merawat bacaan shalat sesuai tuntunan beliau, bukan menurut hawa nafsu atau kebiasaan tanpa dalil.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan bacaan tasyahhud sesuai lafazh yang shahih dari Nabi ﷺ, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas ini.
  2. Pahami makna tasyahhud agar shalat tidak sekadar gerakan, tetapi penuh kesadaran tauhid dan doa.
  3. Ucapkan salam kepada Nabi ﷺ dengan penuh cinta dan penghormatan, dan doakan hamba-hamba saleh.
  4. Jangan meremehkan bacaan tasyahhud; ia adalah bagian penting shalat yang diajarkan Nabi ﷺ seperti mengajarkan Al-Qur'an.
  5. Jika ada perbedaan lafazh, ikuti pendapat ulama terpercaya dan jangan saling mencela.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?