Penjelasan Hadits Muslim No. 400 tentang Turunnya Surah Al-Kautsar dan penjelasan telaga Kautsar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil utama bahwa Basmalah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) adalah bagian dari Al-Qur'an dan merupakan ayat dari setiap surah, kecuali Surah At-Taubah. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ membaca Surah Al-Kautsar secara lengkap, dimulai dengan Basmalah, setelah turunnya surah tersebut. Hadits ini juga menjelaskan tentang hakikat Al-Kautsar sebagai telaga (kolam) di surga yang akan didatangi umat Islam pada hari kiamat, serta peringatan keras tentang bahaya berbuat bid'ah (perkara baru) setelah wafatnya Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang dibaca Nabi ﷺ dalam hadits ini:

QS. Al-Kautsar [108]: 1-3

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣)

Terjemahan: "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."

2. Hadits terkait:

Hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Hujjah yang Mengatakan bahwa Basmalah adalah Ayat dari Setiap Surah Kecuali Surah At-Taubah", dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4965) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

3. Kaitan dengan ulama:

Hadits ini menjadi dasar bagi pendapat Imam Asy-Syafi'i dan para ulama yang sependapat bahwa Basmalah adalah bagian dari setiap surah Al-Qur'an kecuali Surah At-Taubah. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Tafsir" untuk menjelaskan bahwa Basmalah termasuk ayat dari Surah Al-Kautsar. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam kitab Syarh Al-Arba'in dan Tafsir Juz 'Amma menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan Basmalah diturunkan bersama setiap surah sebagai pembukanya.

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat mengenai status Basmalah. Namun, hadits Anas ini merupakan dalil yang sangat kuat bagi pendapat yang menyatakan bahwa Basmalah adalah ayat dari setiap surah Al-Qur'an, kecuali Surah At-Taubah. Mari kita perhatikan beberapa poin penting:

Pertama: Tentang Basmalah sebagai Ayat Al-Qur'an

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersabda, "Telah diturunkan kepadaku baru saja sebuah surah," kemudian beliau langsung membaca, "بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ..." (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak).

Perhatikan! Nabi ﷺ menyebut bahwa yang diturunkan adalah "sebuah surah", dan beliau memulai bacaannya dengan Basmalah sebagai bagian dari surah tersebut. Ini menunjukkan bahwa Basmalah termasuk dalam surah yang turun itu.

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berpendapat bahwa Basmalah adalah ayat dari setiap surah Al-Qur'an kecuali Surah At-Taubah. Beliau berdalil dengan hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ membaca Basmalah di awal setiap surah dalam shalatnya. Pendapat ini juga dipilih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam berbagai kitabnya, dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam fatwa-fatwanya.

Adapun Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa Basmalah bukanlah bagian dari surah-surah Al-Qur'an, melainkan ayat yang berdiri sendiri yang diturunkan untuk memisahkan antara satu surah dengan surah lainnya. Namun, semua ulama sepakat bahwa Basmalah adalah bagian dari Al-Qur'an secara umum.

Kedua: Tentang Makna Al-Kautsar

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Al-Kautsar adalah "sebuah sungai yang dijanjikan oleh Tuhanku, padanya terdapat kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat."

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Kautsar memiliki dua makna yang saling berkaitan: pertama, sungai di surga yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ sebagai karunia; kedua, telaga (kolam) tempat berkumpulnya umat Nabi ﷺ pada hari kiamat untuk minum sebelum memasuki surga. Kedua makna ini benar dan tidak bertentangan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang sangat banyak yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya adalah telaga yang disebutkan dalam hadits ini.

Ketiga: Tentang Peringatan bagi yang Berbuat Bid'ah

Bagian akhir hadits ini sangat penting dan sering dilupakan. Nabi ﷺ bersabda bahwa ada seorang hamba yang "diusir" dari telaga tersebut, lalu beliau berkata, "Ya Tuhanku, dia adalah dari umatku." Maka Allah menjawab, "Engkau tidak tahu apa yang dia perbuat (perkara baru) setelahmu."

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "مَا أَحْدَثَ بَعْدَكَ" (apa yang dia perbarui/ada-adakan setelahmu) adalah perbuatan bid'ah dalam agama, yaitu perkara-perkara baru yang menyelisihi sunnah Nabi ﷺ. Ini adalah peringatan yang sangat keras bagi umat Islam agar menjaga kemurnian agama dari inovasi-inovasi yang tidak diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang yang berbuat bid'ah (mengada-adakan perkara baru dalam agama) akan dijauhkan dari telaga Nabi ﷺ pada hari kiamat. Ini adalah salah satu bahaya terbesar dari perbuatan bid'ah.

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa maksud "diusir" dari telaga adalah dijauhkan dari syafa'at dan kedekatan dengan Nabi ﷺ pada hari kiamat karena mereka telah merusak ajaran yang dibawa oleh beliau.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Malik bin Anas rahimahullah sangat berhati-hati dalam masalah bid'ah. Suatu hari beliau didatangi oleh seseorang yang bertanya tentang suatu amalan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat dan tabi'in. Maka Imam Malik menjawab dengan perkataannya yang masyhur:

"Barangsiapa yang mengada-adakan dalam umat ini suatu perkara baru (bid'ah) yang tidak pernah dilakukan oleh para pendahulu (sahabat dan tabi'in), maka sungguh ia telah menyatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah mengkhianati risalah yang dipercayakan kepadanya. Karena Allah berfirman: 'Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu' (QS. Al-Ma'idah: 3). Maka apa pun yang bukan bagian dari agama pada hari itu, maka ia bukan bagian dari agama pada hari ini."

Perkataan Imam Malik ini selaras dengan peringatan dalam hadits Anas di atas, bahwa orang yang berbuat bid'ah akan dijauhkan dari telaga Nabi ﷺ. Ini menunjukkan betapa seriusnya bahaya bid'ah dalam pandangan para ulama salaf.

Kesimpulan Praktis

  1. Basmalah adalah bagian dari Al-Qur'an dan dibaca ketika memulai membaca surah-surah Al-Qur'an, kecuali Surah At-Taubah. Ini adalah pendapat yang kuat berdasarkan hadits ini dan didukung oleh Imam Asy-Syafi'i serta para ulama Ahlus Sunnah.
  2. Al-Kautsar adalah karunia besar bagi Nabi ﷺ berupa sungai dan telaga di surga. Telaga ini adalah tempat berkumpulnya umat Islam yang setia mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  3. Jauhi perbuatan bid'ah dalam agama, karena pelakunya akan dijauhkan dari telaga Nabi ﷺ pada hari kiamat. Berpeganglah pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan ulama salaf.
  4. Perbanyak shalat dan berkurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah, sebagaimana perintah dalam Surah Al-Kautsar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?