Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa sebaik-baik amalan dalam Islam adalah dua perkara yang berkaitan dengan hubungan sosial (muamalah) dan akhlak mulia: memberi makan (kepada yang membutuhkan) dan menebarkan salam kepada semua orang, baik yang dikenal maupun tidak. Kedua amalan ini adalah bukti nyata keimanan dan sarana untuk menyebarkan kasih sayang serta persaudaraan di antara sesama muslim.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda berikan sudah lengkap dan benar. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab Bayani Fadli al-Islam wa ma Afdaluhu (Penjelasan tentang Keutamaan Islam dan Apa yang Paling Utama di Antara Urusannya), nomor 39.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Ayat ini menekankan pentingnya saling mengenal dan menjalin hubungan baik antar sesama manusia, yang merupakan ruh dari perintah memberi makan dan menebarkan salam.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim (Al-Minhaj) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan memberi makan dan mengucapkan salam. Beliau menukil pendapat para ulama bahwa yang dimaksud "memberi makan" di sini adalah memberi makan orang yang membutuhkan, dan ini bisa menjadi wajib jika ada orang yang kelaparan di dekat kita. Adapun "menebarkan salam" hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang memulai, dan wajib menjawabnya bagi yang diberi salam.
Penjelasan Rinci
Para ulama, di antaranya Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
- Makna "Khair" (Sebaik-baiknya): Pertanyaan sahabat "Amalan Islam manakah yang paling baik?" menunjukkan keinginan untuk mengetahui amalan yang paling utama dan paling dicintai Allah. Jawaban Nabi ﷺ tidak menyebutkan amalan ritual murni seperti shalat atau puasa secara spesifik, tetapi justru menyebutkan amalan sosial. Ini bukan berarti shalat dan puasa tidak utama, tetapi ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan hubungan baik antar sesama manusia. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, "Agama itu adalah muamalah" (hubungan baik dengan sesama).
- Memberi Makan (Ith'am ath-Tha'am):
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memberi makan adalah salah satu bentuk sedekah yang paling utama, karena dapat menyelamatkan nyawa seseorang dari kelaparan dan memenuhi kebutuhan pokoknya.
- Memberi makan di sini mencakup memberi makan keluarga, tetangga, fakir miskin, tamu, dan juga hewan. Ini adalah amalan yang mudah namun sangat besar pahalanya.
- Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa memberi makan adalah salah satu ciri akhlak mulia dan bukti kasih sayang seorang mukmin. Beliau mengutip hadits lain bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
- Menebarkan Salam (Ifsya' as-Salam):
- Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna "mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak engkau kenal" adalah agar salam tidak hanya ditujukan kepada orang-orang terdekat saja, tetapi kepada seluruh kaum muslimin. Ini adalah wujud persaudaraan dan kerendahan hati, serta menghilangkan rasa asing dan permusuhan.
- Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa menebarkan salam adalah salah satu sebab masuk surga dan bukti cinta sesama muslim. Beliau juga menekankan bahwa mengucapkan salam adalah sunnah, sedangkan menjawabnya adalah wajib.
- Hikmah dari salam kepada yang dikenal dan tidak dikenal adalah untuk menyebarkan rasa aman dan kasih sayang. Ketika kita mengucapkan salam, kita mendoakan keselamatan dan keberkahan untuk orang lain, dan ini akan menumbuhkan kecintaan di hati mereka.
- Hubungan Kedua Amalan: Kedua amalan ini (memberi makan dan menebarkan salam) adalah representasi dari hak Allah (dengan beribadah dan bersyukur atas nikmat makanan) dan hak sesama makhluk (dengan berbagi dan mendoakan kebaikan). Keduanya adalah bukti keimanan yang sempurna dan akhlak yang mulia. Ini sejalan dengan sabda Nabi ﷺ, "Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim).
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bin Al-Ash (perawi hadits ini) adalah seorang sahabat yang sangat tekun beribadah. Suatu ketika, beliau menceritakan bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang amalan Islam yang paling baik. Lelaki itu mungkin ingin tahu amalan yang paling besar pahalanya agar bisa ia kerjakan.
Rasulullah ﷺ tidak menyebutkan amalan yang berat, tetapi justru amalan yang ringan dan bisa dilakukan setiap hari: memberi makan dan menebarkan salam. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak ingin memberatkan umatnya. Kebaikan yang paling dicintai Allah adalah yang mudah dilakukan namun berdampak besar bagi orang lain.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita tidak perlu mencari amalan yang rumit untuk menjadi muslim yang baik. Cukup dengan memenuhi hak orang lain (memberi makan) dan menyebarkan kebaikan serta doa (salam), kita telah menempuh jalan yang paling utama. Ini adalah ajaran yang sangat indah dan mudah diamalkan oleh setiap muslim, kapan pun dan di mana pun.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Biasakan memberi makan, baik kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, atau bahkan hewan. Mulailah dari hal yang kecil, seperti berbagi makanan dengan teman atau menyediakan makanan untuk tamu.
- Biasakan mengucapkan salam kepada semua orang, baik yang kita kenal maupun tidak. Ucapkanlah dengan tulus dan senyum, karena ini adalah doa dan tanda persaudaraan.
- Jadikan kedua amalan ini sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari, karena keduanya adalah bukti nyata keimanan dan akhlak mulia.
- Niatkan semua amalan ini karena Allah ﷻ, agar menjadi ibadah yang berpahala, bukan sekadar kebiasaan sosial.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.