Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang perilaku setan saat mendengar adzan dan iqamah. Setan akan lari terbirit-birit sambil mengeluarkan kentut agar tidak mendengar suara adzan yang agung. Namun, ketika adzan selesai, ia kembali lagi untuk membisikkan was-was kepada orang yang shalat. Ini menunjukkan keutamaan adzan yang sangat besar, karena ia menjadi sebab larinya setan dan terjaganya seorang muslim dari gangguan setan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Muslim:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, Bab Keutamaan Adzan dan Pelarian Setan Saat Mendengarnya (no. 389). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya dari jalur lain.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah [2]: 277)
Ayat ini menunjukkan bahwa shalat adalah amalan yang agung dan menjadi sebab ketenangan serta keamanan bagi pelakunya. Setan berusaha keras mengganggu orang yang akan menegakkan shalat, karena ia tahu besarnya pahala dan keutamaan shalat tersebut.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "أَحَالَ لَهُ ضُرَاطٌ" adalah setan berpaling dan lari sambil mengeluarkan kentut. Ini adalah bentuk penghinaan Allah kepada setan, dan sebagai ujian bagi manusia agar mereka tidak takut kepada setan. Setan melakukan ini karena ia sangat membenci adzan dan tidak sanggup mendengarnya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Keutamaan Adzan yang Sangat Besar: Adzan adalah syiar Islam yang agung. Ketika muadzin mengumandangkan adzan, setan lari terbirit-birit karena tidak tahan mendengarnya. Ini menunjukkan bahwa adzan memiliki pengaruh yang kuat dalam mengusir setan.
- Hikmah Larinya Setan: Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (syarah beliau terhadap Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa larinya setan saat mendengar adzan adalah bentuk kehinaan dan kekalahannya. Setan tidak sanggup menghadapi kalimat-kalimat tauhid yang diucapkan dalam adzan.
- Kembalinya Setan Setelah Adzan Selesai: Ini menunjukkan bahwa setan tidak pernah menyerah. Ia akan kembali untuk mengganggu manusia, terutama saat shalat. Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu waspada dan berlindung kepada Allah dari godaan setan.
- Was-was dalam Shalat: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa was-was yang ditimbulkan setan dalam shalat adalah salah satu senjata terbesarnya. Setan membisikkan berbagai keraguan dan pikiran yang melalaikan agar shalat seseorang tidak khusyuk.
- Perbedaan Adzan dan Iqamah: Dalam hadits ini, disebutkan bahwa setan lari saat mendengar adzan dan iqamah. Namun, para ulama menjelaskan bahwa larinya setan saat iqamah lebih dekat dan lebih cepat, karena iqamah adalah panggilan untuk segera berdiri menghadap Allah.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ
"Apabila diserukan panggilan shalat, setan berpaling sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan." (HR. Al-Bukhari no. 608)
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِينُ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
"Apabila diserukan panggilan shalat, setan berpaling sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila adzan selesai, ia kembali lagi. Apabila iqamah dikumandangkan, ia berpaling lagi. Apabila iqamah selesai, ia kembali lagi hingga ia membisikkan antara seseorang dan dirinya. Ia berkata: 'Ingatlah ini, ingatlah itu' — sesuatu yang tidak ia ingat sebelumnya — hingga seseorang tidak mengetahui berapa rakaat ia telah shalat." (HR. Al-Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389)
Kisah ini menunjukkan betapa gigihnya setan dalam mengganggu shalat manusia. Namun, Allah memberikan kabar gembira kepada hamba-Nya bahwa siapa yang ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam shalatnya, maka Allah akan menolongnya dan menjaganya dari gangguan setan.
Kesimpulan Praktis
- Bersegera Menjawab Adzan: Ketika mendengar adzan, seorang muslim dianjurkan menjawab panggilan muadzin dan berdoa setelahnya, karena ini adalah sebab larinya setan dan terjaganya dari gangguannya.
- Berlindung dari Setan Sebelum Shalat: Sebelum memulai shalat, ucapkanlah ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) dan berusahalah untuk khusyuk dengan memahami bacaan shalat.
- Jangan Pedulikan Was-was: Jika setan membisikkan keraguan dalam shalat (misalnya ragu jumlah rakaat), maka berpeganglah pada keyakinan yang paling kuat dan abaikan keraguan tersebut, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
- Menghidupkan Masjid: Adzan adalah panggilan untuk memakmurkan masjid. Semakin sering adzan berkumandang, semakin jauh setan dari kaum muslimin.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.