Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa yang dibaca Nabi ﷺ ketika masuk ke toilet: "Allāhumma innī a'ūdzu bika minal khubutsi wal khabā'its" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan dan kekotoran). Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan yang berdiam di tempat-tempat kotor. Membacanya adalah sunnah yang ringan namun besar manfaatnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama (Shahih Muslim no. 375):
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، وَقَالَ يَحْيَى أَيْضًا أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسٍ، فِي حَدِيثِ حَمَّادٍ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ، وَفِي حَدِيثِ هُشَيْمٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْكَنِيفَ قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ»
"Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu melaporkan: Rasulullah ﷺ apabila masuk ke tempat buang hajat, beliau mengucapkan: 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari al-khubuts dan al-khabā'its.'" (HR. Muslim, Kitab al-Haidh, Bab Mā Yuqālu 'inda Dukhūl al-Khalā')
Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar umum berlindung kepada Allah:
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
"Dan katakanlah: 'Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.'" (QS. Al-Mu'minūn [23]: 97–98)
Keterangan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna al-khubuts adalah setan laki-laki, dan al-khabā'its adalah setan perempuan. Beliau juga menyebut bahwa doa ini disunnahkan dibaca saat masuk toilet, dan sebagian ulama menambahkan bacaan basmalah sebelumnya.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa tempat buang hajat adalah tempat berkumpulnya setan, sehingga Nabi ﷺ mengajarkan doa perlindungan ini.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zād al-Ma'ād menyebutkan bahwa di antara adab masuk toilet adalah membaca doa ini, dan beliau mengaitkannya dengan kelemahan manusia serta kebutuhan akan perlindungan Allah di tempat yang najis dan tersembunyi.
Penjelasan Rinci
Makna lafaz doa:
- Allāhumma = Ya Allah (panggilan dengan penuh pengagungan).
- Innī a'ūdzu bika = sungguh aku berlindung kepada-Mu.
- Minal khubutsi = dari setan laki-laki (bentuk jamak dari khabīts).
- Wal khabā'its = dan setan perempuan (bentuk jamak dari khabītsah).
Mengapa berlindung dari setan di toilet?
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa setan senang berada di tempat-tempat kotor, gelap, dan tersembunyi seperti toilet. Karena itu, saat seorang hamba membuka aurat dan berada dalam keadaan lemah, ia diperintahkan berlindung kepada Allah agar tidak diganggu. Ibnu Hajar menambahkan bahwa penyebutan al-khubuts dan al-khabā'its secara khusus menunjukkan bahwa gangguan setan di tempat ini nyata, meski tidak terlihat mata.
Adab-adab yang menyertai:
Para ulama dari daftar seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan adab masuk toilet:
- Membaca doa ini sebelum masuk (bukan setelah berada di dalam).
- Mendahulukan kaki kiri saat masuk, dan kaki kanan saat keluar.
- Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah kecuali darurat.
- Tidak berbicara kecuali perlu.
- Setelah keluar membaca: "Ghufrānaka" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dari Aisyah radhiyallahu 'anha).
Perbedaan riwayat:
Dalam hadits ini ada dua lafaz dari Hammad dan Husyaim: al-khalā' dan al-kanīf, keduanya bermakna tempat buang hajat. Ini menunjukkan keluasan makna dan tidak ada perbedaan hukum.
Kaitan dengan aqidah:
Doa ini menegaskan bahwa setan itu makhluk nyata yang bisa mengganggu, dan hanya Allah yang mampu melindungi. Ini termasuk tauhid al-isti'ānah (memohon pertolongan) yang hanya boleh ditujukan kepada Allah. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitab Tauhid menegaskan bahwa berlindung hanya kepada Allah adalah bagian dari tauhid, dan memalingkannya kepada selain Allah adalah syirik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun — memperhatikan betul kebiasaan Nabi ﷺ dalam setiap keadaan, termasuk saat masuk toilet. Beliau tidak merasa malu menceritakan hal ini karena itu bagian dari agama. Suatu ketika seorang tabi'in bertanya kepadanya tentang adab-adab Nabi ﷺ, dan Anas pun menyampaikan hadits ini dengan penuh amanah. Inilah keindahan para sahabat: mereka menjaga sunnah sekecil apa pun, lalu menyampaikannya kepada umat. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa Anas adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang adab sehari-hari Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan doa ini dan bacalah setiap kali masuk toilet, sebelum melangkah masuk.
- Yakini bahwa setan benar-benar ada dan mengganggu, dan hanya Allah tempat berlindung.
- Jaga adab masuk dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan, dan baca "Ghufrānaka" setelah keluar.
- Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak sejak dini, karena ini sunnah yang mudah namun sering dilupakan.
- Jangan remehkan doa kecil, karena Nabi ﷺ mengajarkannya sebagai bentuk kasih sayang kepada umatnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.