Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kepada kita tentang betapa agungnya penjagaan Allah terhadap Nabi-Nya ﷺ, sekaligus menjadi dalil tentang wajibnya menutup aurat dan haramnya membuka aurat tanpa hajat. Ketika Nabi ﷺ hampir saja terbuka auratnya karena kainnya terlepas saat mengangkat batu untuk membangun Ka'bah, beliau langsung jatuh pingsan karena malu dan takut kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa menutup aurat adalah perkara yang sangat agung dalam Islam, bahkan seorang Nabi pun dijaga dan ditegur secara langsung oleh Allah melalui kejadian tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Haid, Bab Memelihara Aurat, nomor 340, dari sahabat Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu.
Adapun dalil dari Al-Qur'an tentang perintah menutup aurat, Allah Ta'ala berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
QS. Al-A'raf [7]: 31
Terjemahan: "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah untuk menutup aurat, dan ini adalah adab yang diajarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Kisah Pembangunan Ka'bah
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika kaum Quraisy membangun kembali Ka'bah, dan Nabi ﷺ saat itu masih muda, sebelum diangkat menjadi Rasul. Beliau ikut serta membantu pamannya, Abbas radhiyallahu 'anhu, dalam mengangkat batu-batu besar.
Kedua: Kejadian Terbukanya Aurat Nabi ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ketika Abbas menyarankan agar Nabi ﷺ meletakkan kainnya di bahunya agar tidak terluka oleh batu, Nabi ﷺ melakukannya. Namun, ketika beliau mengangkat batu, kainnya tersingkap dan auratnya hampir terlihat. Seketika itu juga Nabi ﷺ jatuh pingsan ke tanah, dan matanya memandang ke langit. Ini adalah teguran halus dari Allah kepada Nabi-Nya agar tidak mengulangi perbuatan yang menyebabkan terbukanya aurat.
Ketiga: Penjagaan Allah terhadap Para Nabi
Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa Allah senantiasa menjaga para Nabi-Nya dari perbuatan yang tidak layak. Meskipun perbuatan Nabi ﷺ ini bukanlah dosa karena dilakukan tanpa sengaja dan atas saran pamannya, namun Allah tetap memberikan pelajaran yang sangat berharga agar kejadian ini menjadi syariat bagi umatnya tentang pentingnya menutup aurat.
Keempat: Hukum Menutup Aurat
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya menutup aurat, dan bahwa membuka aurat termasuk perbuatan yang diharamkan kecuali dalam keadaan darurat. Para ulama sepakat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut, dan hadits ini menjadi salah satu dalil yang memperkuat hal tersebut.
Kelima: Reaksi Nabi ﷺ
Setelah sadar dari pingsannya, Nabi ﷺ segera meraih kainnya dan mengikatkannya kembali, sambil berseru "إِزَارِي إِزَارِي" (kainku, kainku). Ini menunjukkan betapa cepatnya Nabi ﷺ menutup kembali auratnya, dan ini adalah pelajaran tentang pentingnya segera menutup aurat jika terbuka, tanpa menunda-nunda.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika peristiwa ini terjadi, Nabi ﷺ jatuh ke tanah dalam keadaan pingsan. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah keadaan di mana Allah memperlihatkan kepada beliau sesuatu yang membuatnya sangat malu dan takut. Sebagian ulama menyebutkan bahwa beliau melihat malaikat yang menegurnya, dan inilah yang menyebabkan beliau jatuh pingsan.
Kejadian ini menunjukkan betapa tingginya rasa malu Nabi ﷺ kepada Allah. Beliau adalah manusia yang paling sempurna akhlaknya, dan Allah menjaganya dari hal-hal yang tidak layak. Bahkan dalam keadaan membantu membangun Ka'bah - yang merupakan ibadah dan pekerjaan mulia - Allah tetap menjaga kehormatan Nabi-Nya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam menjelaskan ayat-ayat tentang aurat sering mengingatkan bahwa seorang mukmin harus selalu menjaga penampilannya dan tidak lengah dalam menutup auratnya, karena ini adalah perintah Allah yang agung.
Kesimpulan Praktis
- Menutup aurat adalah kewajiban yang sangat agung dalam Islam, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
- Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut, dan harus dijaga dalam segala keadaan.
- Jika aurat terbuka karena suatu sebab, maka wajib segera menutupnya tanpa menunda.
- Rasa malu adalah bagian dari iman, dan seorang mukmin harus memiliki sifat malu kepada Allah dan kepada sesama manusia.
- Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang shalih, dan kita harus berusaha untuk selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya.
- Peristiwa ini menjadi syariat bagi umat Islam tentang adab berpakaian dan menjaga kehormatan diri.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.