Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2995 tentang Menutup mulut saat menguap agar setan tidak masuk

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab sederhana namun penuh makna: ketika menguap, seorang muslim hendaknya menutup mulutnya dengan tangannya. Hal ini bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bentuk perlindungan diri dari gangguan setan dan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ. Menguap berasal dari Allah, namun setan memanfaatkan momen ini untuk masuk ke dalam mulut manusia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih Muslim, Kitab Az-Zuhd wa Ar-Raqa'iq, Bab "Menyemangati Orang yang Menguap dan Kebencian terhadap Menguap" (no. 2995).

Hadits Penguat dari Shahih Al-Bukhari:

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila salah seorang dari kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan yarhamukallah. Adapun menguap, sesungguhnya ia berasal dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya. Karena apabila salah seorang dari kalian menguap, setan tertawa karenanya." (HR. Al-Bukhari, no. 6223)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman tentang permusuhan setan terhadap manusia:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

"Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga..." (QS. Al-A'raf [7]: 27)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setan senantiasa berusaha mengganggu manusia dalam berbagai keadaan, termasuk saat menguap.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits dan Hikmahnya

Para ulama menjelaskan bahwa menguap adalah kondisi alami yang terjadi pada manusia karena kantuk atau kelelahan. Namun Nabi ﷺ mengaitkannya dengan setan karena setan memanfaatkan kondisi ini untuk mengganggu manusia. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa setan senang melihat manusia dalam keadaan lalai dan tidak terjaga, dan menguap adalah salah satu bentuk kelengahan tersebut.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah menutup mulut saat menguap adalah perintah sunnah (bukan wajib), namun sangat dianjurkan. Beliau juga menjelaskan bahwa hikmahnya adalah untuk mencegah masuknya setan ke dalam mulut, sebagaimana disebutkan dalam hadits.

2. Mengapa Setan Masuk ke Dalam Mulut?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah perkara gaib yang wajib kita imani sebagaimana kabar dari Nabi ﷺ. Setan memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara yang tidak kita ketahui secara detail. Kita tidak perlu memperdebatkan "bagaimana caranya", karena itu di luar jangkauan akal kita. Yang penting adalah kita taat kepada perintah Nabi ﷺ.

3. Adab Menguap Menurut Para Ulama

Dari hadits-hadits yang shahih, para ulama menyimpulkan beberapa adab saat menguap:

  • Menahan menguap semampunya — sebagaimana dalam hadits riwayat Al-Bukhari di atas.
  • Jika tidak mampu menahannya, tutup mulut dengan tangan — sebagaimana hadits yang sedang kita bahas.
  • Tidak mengeluarkan suara saat menguap — karena itu adalah perbuatan yang dibenci dan bisa menjadi bahan tertawaan setan.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menutup mulut saat menguap juga merupakan adab yang baik di hadapan manusia, agar tidak memperlihatkan keadaan mulut yang terbuka lebar yang bisa mengganggu orang lain.

4. Apakah Menguap Itu Buruk?

Perlu dipahami bahwa menguap itu sendiri bukanlah perbuatan dosa. Ia adalah kondisi alami yang tidak bisa sepenuhnya dicegah. Yang ditekankan dalam hadits adalah adab menyikapinya: menahan semampunya, dan jika tidak mampu, menutup mulut. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu dalam keadaan terjaga, waspada, dan tidak memberi celah kepada setan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma — salah seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah — apabila menguap, beliau menutup mulutnya dengan tangannya. Bahkan disebutkan bahwa beliau menutup mulutnya dengan tangannya yang lain jika tangannya yang pertama sedang sibuk. Demikianlah ketelitian para sahabat dalam mengamalkan sunnah-sunnah kecil, karena mereka memahami bahwa setiap petunjuk Nabi ﷺ mengandung kebaikan dan keberkahan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah sering mengingatkan bahwa seorang mukmin sejati adalah yang memperhatikan adab-adab kecil sekalipun, karena kesempurnaan iman terpancar dari pengamalan sunnah dalam segala aspek kehidupan.

Kesimpulan Praktis

  1. Menahan menguap semampunya, karena menguap berasal dari setan.
  2. Jika tidak mampu menahannya, segera tutup mulut dengan tangan.
  3. Hindari bersuara saat menguap, karena itu bisa mengganggu orang lain dan menjadi bahan tertawaan setan.
  4. Jadikan setiap adab sebagai ibadah — niatkan menutup mulut saat menguap sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Nabi ﷺ.
  5. Jangan merasa risih atau malu untuk mengamalkan sunnah ini di hadapan orang lain, karena itu adalah bagian dari syiar Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.