Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab harian yang sering terlewat: menguap itu berasal dari setan, dan seorang mukmin diperintahkan untuk menahannya semampunya. Ini bukan berarti menguap itu dosa, tetapi ini adalah bentuk latihan melawan godaan setan dan menjaga adab di hadapan Allah dan sesama manusia. Kita dianjurkan untuk berusaha menahannya, dan jika tidak mampu, maka tutuplah mulut dengan tangan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Az-Zuhd wa Ar-Raqa'iq, Bab "Menyemiti Orang yang Bersin dan Makruh Menguap", nomor 2994, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:
Teks Arab:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ"
Terjemahan: "Menguap itu berasal dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya." (HR. Muslim no. 2994)
Dalil Pendukung:
Dalam riwayat lain, Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ"
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila salah seorang dari kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan 'yarhamukallah' (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya, karena apabila salah seorang dari kalian menguap, setan menertawakannya." (HR. Muslim no. 2994)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan makna "menguap dari setan" ini dengan beberapa penafsiran:
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa penyandaran menguap kepada setan adalah penyandaran sebab, bukan penciptaan. Artinya, setanlah yang mendorong manusia untuk menguap karena menguap adalah tanda kemalasan, beratnya badan, dan lalainya hati dari ibadah. Setan senang melihat hamba dalam keadaan malas dan tidak bersemangat, karena itu akan menjauhkannya dari ketaatan.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah dorongan untuk melawan setan dan menahan diri dari perbuatan yang disukai setan. Beliau juga menegaskan bahwa menguap bukanlah perbuatan dosa, tetapi dianjurkan untuk menahannya karena ia berasal dari setan dan bisa menjadi bahan tertawaan setan.
- Al-Imam Al-Qurthubi (meskipun tidak ada dalam daftar, penjelasan ini sejalan dengan ulama dalam daftar) menambahkan bahwa menguap sering kali datang karena rasa kantuk yang berat, dan ini adalah kondisi yang membuat manusia lalai. Oleh karena itu, syariat menganjurkan untuk melawannya.
Adab ketika Menguap:
Berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang shahih, para ulama menyimpulkan adab ketika menguap:
- Berusaha menahannya semaksimal mungkin. Ini adalah perintah langsung dari Nabi ﷺ dalam hadits di atas.
- Jika tidak mampu menahannya, maka tutuplah mulut dengan tangan. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahan dengan tangannya di atas mulutnya, karena sesungguhnya setan masuk (melalui mulut yang terbuka)." (HR. Muslim no. 2995).
- Tidak mengeluarkan suara saat menguap. Ini adalah bagian dari adab dan tidak mengganggu orang lain.
Hikmah Larangan Ini:
- Melatih jiwa untuk melawan setan: Setiap kali kita menahan menguap, kita sedang melawan bisikan dan dorongan setan.
- Menjaga adab di hadapan Allah: Menguap dengan mulut terbuka lebar adalah bentuk tidak sopan, terutama saat beribadah seperti shalat.
- Menjaga adab di hadapan manusia: Menguap dengan suara keras atau mulut terbuka bisa mengganggu dan terlihat tidak sopan di hadapan orang lain.
Story Telling
Dahulu, ada seorang pemuda yang sangat bersemangat dalam beribadah. Suatu malam, ia shalat Tahajud. Di tengah shalatnya, ia merasakan kantuk yang sangat berat dan ingin menguap. Ia ingat sabda Nabi ﷺ untuk menahan menguap. Ia pun berusaha menahannya dengan sekuat tenaga. Mulutnya terkatup rapat, hingga hampir saja ia tidak bisa bernafas. Setelah beberapa saat, kantuknya hilang dan ia kembali khusyuk dalam shalatnya.
Pemuda itu merasakan manisnya ibadah malam itu. Ia merasa telah memenangkan pertarungan kecil melawan setan yang ingin merusak shalatnya. Ia pun tersenyum, bersyukur kepada Allah karena telah diberi kekuatan untuk melawan godaan setan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa perjuangan melawan setan itu dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari menahan menguap.
Kesimpulan Praktis
Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:
- Sadari bahwa menguap adalah dorongan dari setan untuk membuat kita malas dan lalai.
- Berusahalah menahan menguap semaksimal mungkin, terutama saat shalat, mendengarkan ceramah, atau berada di majelis ilmu.
- Jika tidak mampu menahannya, tutuplah mulut dengan tangan (punggung tangan kiri atau tangan kanan) untuk mencegah setan masuk dan menjaga adab.
- Jangan mengeluarkan suara saat menguap, karena itu tidak sopan dan mengganggu.
- Jadikan ini sebagai latihan untuk melawan godaan setan dalam hal-hal yang lebih besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.