Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2950 tentang Kedekatan hari kiamat dengan diutusnya Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan betapa dekatnya hari kiamat dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Beliau mengisyaratkan dengan dua jarinya—jari telunjuk dan jari tengah—untuk menunjukkan bahwa jarak antara masa kenabian beliau dan hari kiamat sangatlah dekat, bagaikan jarak antara dua jari tersebut. Ini adalah kabar yang sangat penting agar kita tidak lengah dan selalu mempersiapkan diri menghadapi hari yang pasti datang itu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Fitan wa Asyrat as-Sa'ah, Bab Qurb al-Kiamah, no. 2950, dari sahabat Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits:

<p>عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يُشِيرُ بِإِصْبَعِهِ الَّتِي تَلِي الإْبْهَامَ وَالْوُسْطَى وَهُوَ يَقُولُ: "بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ هَكَذَا"</p>

Terjemahan: Dari Sahl bin Sa'd, ia berkata: "Aku mendengar Nabi ﷺ berisyarat dengan jari yang berada di samping ibu jari (yaitu jari telunjuk) dan jari tengah, seraya bersabda: 'Aku diutus dan hari kiamat (jaraknya) seperti ini.'"

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

<p>اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ</p>

(QS. Al-Qamar [54]: 1)

Terjemahan: "Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan."

Ayat ini menegaskan bahwa kedatangan hari kiamat sudah sangat dekat, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi ﷺ dalam hadits di atas.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa isyarat Nabi ﷺ dengan dua jari ini adalah untuk menggambarkan kedekatan waktu antara diutusnya beliau dengan hari kiamat. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari juga membahas hadits semakna dan menegaskan bahwa ini adalah salah satu tanda dekatnya kiamat, yaitu diutusnya Nabi akhir zaman.

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung pelajaran yang sangat besar tentang aqidah dan motivasi untuk beramal.

1. Makna Isyarat Dua Jari

Nabi ﷺ mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah perumpamaan yang sangat jelas. Jarak antara dua jari tersebut sangatlah dekat, tidak ada jarak yang memisahkan keduanya. Ini menunjukkan bahwa masa antara diutusnya Nabi Muhammad ﷺ dan terjadinya hari kiamat adalah masa yang sangat singkat jika dibandingkan dengan umur dunia secara keseluruhan.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah menunjukkan dekatnya hari kiamat, dan bahwa Nabi ﷺ adalah nabi terakhir yang tidak ada nabi lagi setelahnya. Beliau adalah penutup para nabi, dan setelah beliau tidak ada lagi yang diutus, maka yang tersisa hanyalah hari kiamat.

2. Kedekatan Hari Kiamat dalam Perspektif Waktu

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa kedekatan yang dimaksud bukan berarti kiamat pasti terjadi di zaman sahabat atau di zaman kita secara spesifik, tetapi ini adalah kabar bahwa kita hidup di akhir zaman. Setiap generasi setelah Nabi ﷺ adalah generasi yang semakin dekat dengan hari kiamat. Ini adalah motivasi agar kita tidak terlena dengan dunia dan selalu mengingat kematian serta hari akhir.

3. Pelajaran Aqidah: Tidak Ada Nabi Setelah Muhammad ﷺ

Hadits ini juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi. Karena beliau diutus dan hari kiamat "seperti ini" (dekat), maka tidak ada lagi nabi yang akan datang setelah beliau. Barangsiapa yang mengaku nabi setelah beliau, maka ia adalah seorang pendusta. Ini adalah keyakinan yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim.

4. Motivasi untuk Segera Beramal

Kedekatan hari kiamat seharusnya membuat kita semakin giat dalam beribadah dan menjauhi larangan Allah. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya at-Takhwif min an-Nar sering mengingatkan bahwa orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan atau tenggelam dalam urusan dunia yang melalaikan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam al-Hasan al-Bashri (wafat 110 H), seorang ulama besar dari kalangan tabi'in, sering kali menangis ketika mengingat hari kiamat. Beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan pernah bisa menghadapi hari kiamat dengan amal yang banyak, tetapi hadapilah ia dengan hati yang selamat dan amal yang ikhlas." (Diriwayatkan secara global dalam kitab-kitab az-Zuhd).

Beliau sangat memahami bahwa kedekatan hari kiamat menuntut keseriusan dalam beribadah. Beliau tidak pernah merasa aman dari tipu daya dunia, dan selalu mengingatkan para sahabatnya agar tidak lengah. Ini adalah teladan bagi kita bahwa semakin dekat keyakinan kita kepada hari akhir, semakin baik kualitas ibadah kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa hari kiamat itu dekat. Keyakinan ini akan mendorong kita untuk tidak menunda-nunda amal kebaikan dan segera bertaubat dari segala dosa.
  2. Jadikan hari kiamat sebagai pengingat dalam setiap aktivitas. Sebelum melakukan sesuatu, renungkanlah apakah perbuatan itu akan menjadi bekal yang baik untuk hari akhir atau justru menjadi kerugian.
  3. Perbanyak amal shalih dan jauhi maksiat. Karena kita tidak tahu kapan ajal atau kiamat akan tiba, maka persiapan terbaik adalah dengan ketaatan.
  4. Jangan tenggelam dalam urusan dunia yang melalaikan. Dunia adalah ladang akhirat, maka gunakanlah waktu, harta, dan tenaga kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi