Penjelasan Hadits Muslim No. 2944 tentang Ciri pengikut Dajjal dari Isfahan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memberitakan bahwa di antara pengikut Dajjal yang paling banyak adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi dari kota Isfahan (Ashbahan), dan mereka mengenakan pakaian luar yang disebut thayalisah (selendang/jubah Persia). Hadits ini termasuk tanda-tanda kiamat yang wajib kita imani, dan menjadi peringatan agar kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah serta menjauhi fitnah Dajjal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrath as-Sa'ah, Bab Dzikr ad-Dajjal, nomor 2944. Perawi sahabat: Anas bin Malik رضي الله عنه, melalui jalur al-Awza'i (Imam al-Awza'i, termasuk ulama dalam daftar).

Teks hadits:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ»

Terjemahan: "Akan mengikuti Dajjal dari kalangan Yahudi Ashbahan (Isfahan) sebanyak tujuh puluh ribu orang, mereka mengenakan thayalisah (selendang/jubah)."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan fitnah besar dan kewajiban berlindung dari fitnah:

QS. Al-Kahf [18]: 10

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Terjemahan: "(Ingatlah) ketika para pemuda itu berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: 'Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.'"

Ayat ini dipahami oleh Ibn Katsir dan as-Sa'di sebagai anjuran berlindung kepada Allah dari fitnah, dan surah Al-Kahf secara umum dianjurkan dibaca untuk berlindung dari fitnah Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini menjelaskan salah satu ciri pengikut Dajjal, yaitu sekelompok besar Yahudi dari kota Ashbahan (Isfahan, sebuah kota di Persia/Iran). Jumlah mereka tujuh puluh ribu orang, dan mereka memakai thayalisah — yaitu pakaian luar yang menutupi kepala dan badan, semacam jubah atau selendang yang dikenal di Persia pada masa itu.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk berita gaib yang wajib diimani, dan penyebutan Isfahan menunjukkan bahwa Dajjal akan muncul dan diikuti oleh banyak pengikut dari wilayah tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa thayalisah adalah bentuk jamak dari thaylasah, yaitu pakaian yang menutupi kepala dan pundak.

Ibn Katsir dalam an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya fitnah Dajjal, karena pengikutnya datang dari berbagai penjuru, dan yang paling banyak adalah dari kalangan Yahudi Ashbahan. Ini juga menjadi isyarat bahwa fitnah Dajjal bersifat global, bukan lokal.

Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (ketika membahas riwayat serupa) menjelaskan bahwa penyebutan jumlah tertentu (tujuh puluh ribu) menunjukkan banyaknya pengikut, dan angka ini bisa bermakna hakiki atau menunjukkan besarnya jumlah. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini tidak boleh dijadikan alasan untuk membenci suatu daerah atau bangsa tertentu, karena yang dicela adalah orang-orang yang mengikuti Dajjal, bukan penduduk Isfahan secara keseluruhan.

Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menegaskan keabsahan hadits ini dan menyebutkan bahwa ini termasuk tanda-tanda kiamat yang pasti terjadi.

Syaikh Ibn Baz dan Syaikh al-Utsaimin menjelaskan bahwa kewajiban kita adalah mengimani berita ini tanpa membahas lebih jauh hal-hal yang tidak dijelaskan oleh syariat, dan fokus pada persiapan iman serta berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah angka "tujuh puluh ribu" bermakna hakiki atau kiasan untuk jumlah yang sangat banyak. Namun pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibn Katsir dan Ibn Hajar — adalah bahwa angka tersebut bermakna hakiki, karena tidak ada dalil yang memalingkannya dari makna aslinya, dan berita Nabi ﷺ tentang hal gaib harus diterima apa adanya.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari an-Nawwas bin Sam'an رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ menyebutkan kisah Dajjal secara panjang, di antaranya:

«فَيَخْرُجُ فَيَسِيرُ فِي الْأَرْضِ فَلَا يَتْرُكُ بَلْدَةً إِلَّا هَبَطَهَا»

Terjemahan: "Maka Dajjal keluar dan berjalan di muka bumi, tidaklah ia melewati suatu negeri kecuali ia akan memasukinya..."

Dalam riwayat itu Nabi ﷺ mengajarkan doa berlindung dari fitnah Dajjal, dan menyebutkan bahwa Dajjal akan diikuti oleh banyak manusia. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa kisah ini mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dan tidak merasa aman dari fitnah, sekalipun kita orang beriman.

Hikmah: Fitnah Dajjal adalah ujian terbesar sejak Adam diciptakan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam Shahih Muslim. Maka seorang mukmin harus membekali diri dengan iman, ilmu, dan doa.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani berita ini sebagai bagian dari tanda-tanda kiamat yang pasti terjadi, tanpa meragukan atau menakwilkan tanpa dalil.
  2. Jangan mencela penduduk Isfahan atau bangsa tertentu secara umum, karena yang dicela dalam hadits adalah orang-orang yang mengikuti Dajjal, bukan wilayah atau sukunya.
  3. Perbanyak membaca dan merenungi Surah Al-Kahf, khususnya ayat 1–10, sebagai pelindung dari fitnah Dajjal, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dan Ibn Katsir.
  4. Hafalkan dan amalkan doa berlindung dari fitnah Dajjal yang diajarkan Nabi ﷺ dalam Shahih Muslim: "اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ".
  5. Teguhkan tauhid dan sunnah, karena fitnah Dajjal menyerang akidah, bukan hanya fisik.
  6. Jangan sibuk membahas hal-hal gaib yang tidak dijelaskan syariat, fokuslah pada amal dan persiapan iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?