Penjelasan Hadits Muslim No. 2922 tentang Tanda kiamat: perang Muslim melawan Yahudi hingga pohon berbicara

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda besar dekatnya hari Kiamat, yaitu terjadinya peperangan terakhir antara kaum Muslimin dan Yahudi. Dalam perang itu, Allah ﷻ akan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin, bahkan batu dan pohon pun akan berbicara untuk menunjukkan lokasi persembunyian musuh. Pengecualiannya adalah pohon gharqad, yang justru menjadi pelindung bagi mereka. Ini adalah kabar gembira sekaligus peringatan agar kita mempersiapkan diri dengan keimanan dan amal shalih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "La Taqumu As-Sa'ah Hatta Yuqatila Al-Muslimun Al-Yahud", no. 2922, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ - يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ - عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ، حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ. إِلَّا الْغَرْقَدَ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ".

Terjemahan: "Hari Kiamat tidak akan datang hingga kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum Muslimin membunuh mereka, hingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka batu atau pohon itu berkata: 'Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada seorang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.' Kecuali pohon gharqad, karena ia adalah pohon orang-orang Yahudi."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa..." (QS. An-Nur [24]: 55)

Ayat ini menunjukkan janji kemenangan bagi kaum mukminin, yang salah satu wujudnya adalah kemenangan dalam perang melawan Yahudi di akhir zaman.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah berita ghaib yang pasti terjadi, karena disampaikan oleh Nabi yang jujur dan terpercaya. Ini bukan sekadar perang biasa, melainkan peperangan terakhir yang menjadi salah satu tanda besar kiamat.

1. Makna "Tidak akan tegak kiamat hingga..."

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ungkapan ini menunjukkan peristiwa tersebut pasti terjadi sebelum kiamat. Ini adalah bentuk pemberitahuan tentang urutan peristiwa akhir zaman, bukan berarti kiamat tidak akan terjadi jika perang itu belum terjadi. Justru, perang ini adalah salah satu prasyarat yang akan terjadi.

2. Kemenangan Kaum Muslimin

Hadits ini dengan tegas mengabarkan bahwa kaum Muslimin akan menang dan mampu membunuh musuh-musuh mereka. Ini adalah kabar gembira yang menguatkan hati kaum mukminin. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa kemenangan ini adalah bentuk kehormatan dari Allah ﷻ kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

3. Mukjizat Berbicaranya Batu dan Pohon

Ini adalah mukjizat nyata yang Allah ﷻ berikan pada akhir zaman. Batu dan pohon yang biasanya tidak berbicara, akan diizinkan Allah untuk berbicara dan menunjukkan lokasi musuh. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

4. Pengecualian Pohon Gharqad

Pohon gharqad adalah pohon yang dikenal di daerah Syam (Palestina). Nabi ﷺ menyebutnya sebagai "pohon orang-orang Yahudi" karena mereka akan berlindung di baliknya. Ini adalah informasi penting yang menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi sangat dekat dengan pohon ini, dan ini menjadi salah satu tanda bahwa perang terakhir ini terjadi di tanah Syam.

5. Pelajaran Aqidah

Hadits ini mengajarkan kita untuk beriman kepada tanda-tanda kiamat yang telah diberitakan Nabi ﷺ, meskipun akal kita belum mampu memahaminya sepenuhnya. Ini adalah bagian dari iman kepada yang ghaib. Imam Al-Barbahari rahimahullah dalam kitabnya Syarhus Sunnah menekankan pentingnya menerima berita-berita ghaib dari Nabi ﷺ tanpa banyak bertanya "bagaimana" dan "mengapa", karena itu di luar jangkauan akal manusia.

6. Perbedaan Pendapat Ulama

Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama Ahlus Sunnah tentang keabsahan dan makna hadits ini. Semua sepakat bahwa ini adalah berita benar yang pasti terjadi. Perbedaan hanya pada detail waktu dan tempat, namun itu bukan hal yang perlu diperdebatkan karena Nabi ﷺ tidak merincikannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sangat antusias menghafal hadits-hadits tentang akhir zaman. Beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang fitnah dan tanda-tanda kiamat. Suatu ketika, beliau ditanya tentang hadits ini, dan beliau menjawab dengan penuh keyakinan bahwa apa yang dikatakan Rasulullah ﷺ pasti terjadi, meskipun beliau sendiri tidak akan menyaksikannya.

Kisah ini mengajarkan kita tentang shidq (kejujuran) dan yaqin (keyakinan) para sahabat terhadap berita Nabi ﷺ. Mereka tidak ragu sedikit pun, karena mereka tahu bahwa Nabi tidak pernah berbicara dari hawa nafsunya, melainkan dari wahyu Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada berita ghaib - Kita wajib meyakini bahwa perang melawan Yahudi di akhir zaman adalah pasti terjadi, sebagaimana dikabarkan Nabi ﷺ.
  2. Mempersiapkan diri - Kita harus mempersiapkan diri dengan keimanan yang kuat, ilmu yang bermanfaat, dan amal shalih agar termasuk golongan yang berjuang di jalan Allah.
  3. Tidak berputus asa - Hadits ini adalah kabar gembira bahwa kebenaran akan menang di akhir zaman, meskipun saat ini umat Islam mungkin tertindas.
  4. Menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat - Jangan sibuk memperdebatkan detail waktu dan tempat, karena itu bukan tujuan utama hadits ini.
  5. Meneladani keyakinan para sahabat - Kita harus meneladani keyakinan kuat para sahabat dalam menerima berita Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?