Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang kehancuran dua imperium besar dunia saat itu, yaitu Persia (Kisra) dan Romawi (Qaisar). Ini bukan sekadar ramalan, melainkan mukjizat kenabian yang terbukti terjadi. Hadits ini juga mengajarkan kita bahwa kekuasaan dan harta dunia itu sementara, dan yang abadi hanyalah apa yang kita infakkan di jalan Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "La Taqumu As-Sa'ah Hatta Yamurra Ar-Rajulu bi Qabri Ar-Rajuli..." (HR. Muslim no. 2918).
Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sertakan):
> قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "قَدْ مَاتَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتُنْفَقَنَّ كُنُوزُهُمَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ"
Makna Ringkas: Rasulullah ﷺ bersabda, "Kisra (raja Persia) telah mati, maka tidak akan ada Kisra setelahnya. Dan apabila Qaisar (raja Romawi) binasa, maka tidak akan ada Qaisar setelahnya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian akan membelanjakan harta kekayaan keduanya di jalan Allah."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri) dari Sa'id bin al-Musayyib dari Abu Hurairah. Keduanya adalah ulama besar dari kalangan Tabi'in yang masuk dalam daftar rujukan kita. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari mukjizat Nabi ﷺ yang terbukti nyata.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Kabar Gembira dan Mukjizat: Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kenabian. Nabi ﷺ mengabarkan tentang kehancuran dua kerajaan adidaya pada zamannya. Saat itu, Persia dan Romawi adalah dua kekuatan terbesar yang saling berperang. Kabar ini disampaikan di saat umat Islam masih lemah dan tertindas di Madinah. Namun, takdir Allah berlaku, dan dalam kurun waktu tidak terlalu lama setelah wafatnya Nabi ﷺ, pasukan Muslimin berhasil menaklukkan Persia dan Romawi, serta harta kekayaan mereka pun menjadi ghanimah (rampasan perang) yang dibelanjakan di jalan Allah.
- Makna "Tidak Ada Kisra dan Qaisar Setelahnya": Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin (dan juga dalam Syarah Al-Arba'in) menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah tidak akan ada lagi orang yang menyandang gelar tersebut, tetapi maknanya adalah kerajaan dan kekuasaan mereka telah berakhir dan tidak akan kembali seperti sedia kala. Kekuasaan mereka telah dipatahkan oleh Islam. Ini adalah kabar tentang berakhirnya dominasi mereka atas dunia.
- Hikmah di Balik Kabar Ini: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kabar ini bertujuan untuk menguatkan hati kaum Muslimin. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an (yang maknanya), "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi..." (QS. An-Nur [24]: 55). Hadits ini adalah bentuk nyata dari janji Allah tersebut. Ini juga menjadi motivasi bagi kaum Muslimin untuk tidak gentar menghadapi kekuatan duniawi, karena pertolongan Allah pasti datang.
- Pelajaran tentang Harta: Frasa "kalian akan membelanjakan harta mereka di jalan Allah" menunjukkan bahwa harta kekayaan yang dimiliki oleh orang-orang kafir tidak akan bermanfaat bagi mereka. Sebaliknya, harta tersebut akan menjadi sarana kebaikan dan kejayaan bagi kaum Muslimin. Ini juga mengajarkan bahwa harta yang paling bermanfaat adalah yang digunakan untuk ketaatan dan jihad di jalan Allah.
Story Telling
Perhatikanlah bagaimana kabar ini disampaikan. Saat itu, kaum Muslimin di Madinah hidup dalam kekurangan dan ancaman. Di utara ada Romawi yang besar, di timur ada Persia yang perkasa. Namun, Nabi ﷺ dengan tegas dan penuh keyakinan mengabarkan kehancuran mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Jawab Ash-Shahih menyebutkan bahwa kabar ini menjadi kenyataan. Umar bin Al-Khaththab, sebagai khalifah, memimpin pasukan yang berhasil menaklukkan Persia. Kisra (Yazdegerd III) melarikan diri dan akhirnya mati di pengasingan. Adapun Romawi, mereka terus kehilangan wilayah kekuasaannya hingga Konstantinopel ditaklukkan pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah. Harta kekayaan mereka, seperti yang dikabarkan Nabi ﷺ, menjadi rampasan perang yang dibelanjakan untuk kemaslahatan umat Islam.
Kisah ini menunjukkan bahwa janji Allah dan Rasul-Nya adalah pasti. Keyakinan ini seharusnya menumbuhkan keberanian dan ketenangan dalam hati kita, bahwa kebenaran pasti menang meskipun tantangannya tampak besar.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah bahwa kabar dari Nabi ﷺ adalah benar. Hadits ini adalah salah satu bukti kebenaran risalah beliau.
- Jangan takut kepada kekuatan duniawi. Pertolongan Allah pasti datang bagi hamba-Nya yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.
- Jadikan harta sebagai sarana ketaatan. Belanjakanlah harta kita di jalan Allah (infak, sedekah, dan jihad) karena itu adalah investasi yang abadi.
- Ambil pelajaran dari sejarah. Kehancuran Kisra dan Qaisar mengingatkan kita bahwa kekuasaan dan kejayaan dunia itu fana. Yang kekal hanyalah amal saleh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.