Penjelasan Hadits Muslim No. 2914 tentang Khalifah yang memberi harta tanpa menghitungnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan kabar gembira tentang keutamaan zaman tersebut. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa akan ada seorang khalifah (pemimpin) dari umat ini yang sangat dermawan, membagikan harta kekayaan negara kepada manusia tanpa menghitung-hitung jumlahnya. Ini menunjukkan kelimpahan harta dan keadilan yang akan terjadi di akhir zaman, sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama sebagai salah satu sifat dari Al-Mahdi atau khalifah yang adil.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah (Fitnah dan Tanda-Tanda Kiamat), Bab: "Kiamat Tidak Akan Terjadi Hingga Seorang Lelaki Melalui Kubur Seorang Lelaki dan Menginginkan Agar Ia Menjadi Tempat Mayit Karena Ujian", no. 2914, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ، ح وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ - كِلاَهُمَا عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مِنْ خُلَفَائِكُمْ خَلِيفَةٌ يَحْثُو الْمَالَ حَثْيًا لاَ يَعُدُّهُ عَدَدًا " . وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ حُجْرٍ " يَحْثِي الْمَالَ " .

Terjemahan: Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan ada di antara para khalifah kalian seorang khalifah yang memberikan (menghamburkan) harta dengan sebaran yang banyak, tanpa menghitungnya satu per satu.'" Dalam riwayat Ibnu Hujr disebutkan lafazh yahtsi (memberi dengan banyak).

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini termasuk berita ghaib tentang akhir zaman. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (kitab yang menjadi rujukan utama dalam memahami hadits-hadits Muslim) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah kabar tentang seorang khalifah yang akan datang di akhir zaman, yang dikenal dengan sifat kedermawanannya yang luar biasa. Beliau tidak menyebutkan nama spesifiknya dalam hadits ini, tetapi hadits-hadits lain yang shahih mengaitkan sifat ini dengan Al-Mahdi.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa juga menyinggung hadits-hadits tentang Al-Mahdi dan sifat-sifatnya, termasuk kedermawanan yang luar biasa ini. Beliau menegaskan bahwa berita tentang Al-Mahdi adalah benar dan termasuk bagian dari aqidah Ahlus Sunnah, karena diriwayatkan melalui banyak jalur yang shahih.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa poin penting yang perlu dipahami:

1. Makna "Khalifah" di Sini

Kata "khalifah" dalam hadits ini tidak merujuk pada semua pemimpin, tetapi secara khusus kepada seorang pemimpin besar yang akan muncul di akhir zaman. Al-Qadhi 'Iyadh (yang penjelasannya dinukil oleh Imam An-Nawawi) menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah Al-Mahdi yang akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman. Ini diperkuat oleh hadits-hadits lain yang menyebutkan sifat-sifat Al-Mahdi, seperti dalam riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Abu Sa'id Al-Khudri juga.

2. Makna "Yahtsu Al-Mal Hatsyan" (Menghamburkan Harta)

Ungkapan ini menggambarkan kedermawanan yang sangat besar. Khalifah tersebut membagikan harta baitul mal (kekayaan negara) kepada rakyatnya dengan sangat banyak, tanpa menghitung-hitung jumlahnya. Ini menunjukkan:

  • Kelimpahan harta yang luar biasa di zamannya
  • Sifat dermawan dan tidak pelit dari pemimpin tersebut
  • Keadilan yang merata sehingga harta benar-benar sampai ke tangan rakyat

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (saat menjelaskan hadits-hadits tanda kiamat) menegaskan bahwa sifat ini adalah salah satu tanda kebenaran kabar Nabi ﷺ tentang Al-Mahdi. Beliau juga mengaitkannya dengan hadits riwayat Muslim lainnya yang menyebutkan bahwa harta pada zaman itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima sedekah.

3. Kapan Waktu Terjadinya?

Hadits ini tidak menyebutkan waktu spesifik, tetapi konteksnya adalah di akhir zaman, sebelum hari kiamat. Imam Al-Qurthubi (yang penjelasannya banyak dinukil oleh ulama setelahnya) menyebutkan bahwa kemunculan Al-Mahdi adalah salah satu tanda besar kiamat yang pertama. Namun, perlu dipahami bahwa kita tidak boleh memastikan waktu pastinya, karena hal itu termasuk ilmu ghaib yang hanya Allah ketahui.

4. Hikmah Di Balik Kabar Ini

Kabar ini memberikan beberapa pelajaran:

  • Bahwa umat ini akan tetap memiliki pemimpin yang adil dan dermawan di akhir zaman
  • Bahwa Allah akan menolong umat ini dengan melimpahkan harta pada masa tersebut
  • Bahwa kita harus beriman kepada berita-berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ tanpa mempertanyakan bagaimana dan kapan terjadinya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah menjelaskan bahwa beriman kepada tanda-tanda kiamat yang shahih adalah bagian dari iman kepada hal ghaib. Beliau menekankan agar kita tidak menafsirkan hadits-hadits semacam ini dengan penafsiran yang menyimpang, tetapi menerimanya sebagaimana adanya.

Story Telling

Ada kisah menarik yang berkaitan dengan sifat dermawan para pemimpin yang adil. Diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz (yang termasuk khalifah Bani Umayyah yang sangat adil) ketika menjabat sebagai khalifah, beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Suatu ketika, beliau menulis surat kepada gubernurnya agar membagikan harta kepada rakyat dengan adil. Bahkan, disebutkan bahwa pada zamannya, harta zakat melimpah tetapi sulit menemukan orang yang berhak menerimanya karena semua orang sudah berkecukupan.

Meskipun Umar bin Abdul Aziz bukanlah Al-Mahdi yang dimaksud dalam hadits ini, kisahnya menunjukkan bahwa sifat dermawan dan adil adalah sifat yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya. Ini juga menjadi gambaran bagaimana keadaan ketika seorang pemimpin benar-benar menerapkan keadilan dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.

Hikmah: Seorang pemimpin yang adil dan dermawan adalah rahmat bagi rakyatnya. Kita sebagai rakyat juga harus mendoakan para pemimpin kita agar diberi taufik untuk berlaku adil dan dermawan.

Kesimpulan Praktis

  1. Beriman kepada kabar ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ tentang tanda-tanda kiamat, termasuk munculnya khalifah yang dermawan di akhir zaman.
  2. Tidak memastikan waktu terjadinya hal tersebut, karena itu termasuk ilmu ghaib yang hanya Allah ketahui.
  3. Meneladani sifat dermawan dalam kehidupan sehari-hari, karena kedermawanan adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih.
  4. Mendoakan para pemimpin agar Allah menjadikan mereka pemimpin yang adil, dermawan, dan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.
  5. Tidak terjebak pada klaim-klaim palsu tentang seseorang yang mengaku sebagai Al-Mahdi, karena Al-Mahdi yang sebenarnya akan muncul dengan tanda-tanda yang jelas dan sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?