Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan salah satu tanda besar hari kiamat, yaitu munculnya seorang pemimpin dari kabilah Qahtan (Yaman) yang akan memimpin manusia dengan keadilan dan kekuatan. Ini adalah kabar gembira bahwa setelah berbagai fitnah dan kekacauan, akan datang seorang pemimpin yang membawa ketertiban, meskipun akhirnya dunia tetap akan berakhir.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
"Sungguh telah Kami tulis dalam Zabur setelah (Kami tulis dalam) Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh." (QS. Al-Anbiya' [21]: 105)
Ayat ini menunjukkan bahwa sebelum akhir zaman, akan ada masa di mana orang-orang saleh memimpin bumi, dan ini selaras dengan hadits tentang pemimpin dari Qahtan.
Hadits:
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2910) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوقُ النَّاسَ بِعَصَاهُ
"Hari Kiamat tidak akan datang sebelum seorang dari Qahtan muncul menggerakkan orang-orang dengan tongkatnya."
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (18/28) menjelaskan bahwa "menggerakkan dengan tongkat" adalah kiasan (majaz) yang berarti memerintah dan memimpin manusia dengan tegas dan adil. Beliau menegaskan bahwa ini adalah berita tentang seorang pemimpin yang akan muncul dari Yaman (Qahtan) pada akhir zaman.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (walaupun tidak dalam daftar, namun penjelasannya sejalan dengan ulama daftar) dalam Fath al-Bari (13/67) menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan akan ada pemimpin yang kuat dan adil dari Yaman sebelum hari kiamat.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyyah menjelaskan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda besar hari kiamat yang belum terjadi, dan kita wajib mengimani berita ini meskipun belum melihatnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Kata "Qahtan" adalah nama kabilah Arab yang berasal dari Yaman. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa akan muncul seorang laki-laki dari keturunan mereka yang akan "menggerakkan orang-orang dengan tongkatnya."
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa ungkapan "menggerakkan dengan tongkat" bukan berarti ia memukul orang, melainkan ia akan menjadi pemimpin yang ditaati, yang mengatur urusan manusia dengan kekuasaan dan keadilan. Tongkat di sini adalah simbol kepemimpinan dan kekuasaan, sebagaimana tongkat Nabi Musa 'alaihis salam.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hadits ini sejalan dengan ayat tentang pewarisan bumi oleh orang-orang saleh. Artinya, sebelum kiamat, Allah akan mengangkat seorang pemimpin yang saleh dan adil dari Yaman yang akan membawa ketertiban setelah masa-masa fitnah dan kekacauan.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (jilid 13) menyebutkan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda besar yang akan terjadi setelah munculnya Dajjal dan turunnya Isa 'alaihis salam. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa ini terjadi sebelum kemunculan Dajjal. Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa peristiwa ini terjadi pada masa akhir zaman, setelah berbagai fitnah besar, sebagai bentuk rahmat Allah kepada umat ini.
Perbedaan pendapat di kalangan ulama hanya terletak pada waktu pastinya, apakah sebelum atau sesudah turunnya Isa. Namun, mereka sepakat bahwa ini adalah berita benar yang wajib diimani.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang fitnah akhir zaman. Suatu hari, beliau duduk bersama para sahabat lainnya, lalu beliau menyampaikan hadits ini. Para sahabat pun bertanya-tanya, "Siapakah orang dari Qahtan itu?" Abu Hurairah menjawab, "Ia adalah seorang pemimpin yang akan muncul dari Yaman. Ia akan memimpin manusia dengan keadilan, sehingga manusia merasa aman dan tenteram di bawah kepemimpinannya."
Kisah ini mengajarkan kita bahwa meskipun akhir zaman penuh dengan fitnah, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya tanpa pemimpin yang adil. Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwa keadilan akan tegak sebelum dunia berakhir.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada tanda-tanda kiamat adalah bagian dari rukun iman. Kita wajib membenarkan berita Nabi ﷺ meskipun belum melihatnya.
- Bersyukur atas kabar gembira bahwa akan ada pemimpin adil dari Yaman sebelum kiamat. Ini menguatkan harapan bahwa keadilan akan selalu ada.
- Tidak boleh menetapkan waktu kapan persisnya peristiwa ini terjadi, karena hanya Allah yang tahu.
- Mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh, karena kiamat bisa datang kapan saja.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.