Penjelasan Hadits Muslim No. 2909 tentang Tanda kiamat: Ka'bah dihancurkan orang Habasyah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda besar hari kiamat yang shahih dari Nabi ﷺ, yaitu bahwa Ka'bah akan dihancurkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah (Ethiopia) yang memiliki betis kecil (kurus). Ini adalah kabar ghaib yang pasti terjadi sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman, dan kita sebagai mukmin wajib mengimani dan membenarkannya tanpa perlu mempertanyakan kapan dan bagaimana persisnya, karena itu semua sudah dalam ilmu Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "La Taqumu As-Sa'ah Hatta Yamurra Ar-Rajulu bi Qabri Ar-Rajuli..." (no. 2909). Berikut teks haditsnya:

<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ"</p>

Maknanya: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: 'Ka'bah akan dihancurkan oleh Dzu As-Suwayqatain (orang yang memiliki dua betis kecil) dari kalangan Habasyah (Ethiopia).'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1591 dan 1596) dari jalur lain, yang menunjukkan keshahihannya di sisi para ulama hadits.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ tentang peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Beberapa poin penting dari penjelasan ulama:

  1. Makna "Dzu As-Suwayqatain": Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah sifat fisik orang tersebut, yaitu memiliki betis yang kecil dan kurus. Ini menunjukkan bahwa orang yang akan menghancurkan Ka'bah bukanlah orang yang kuat secara fisik, tetapi Allah akan menaklukkan Ka'bah melalui orang yang lemah secara fisik sebagai bentuk ujian dan hikmah.
  2. Siapa orang tersebut: Para ulama berbeda pendapat tentang identitas pastinya. Sebagian mengatakan ini adalah orang yang akan keluar di akhir zaman, dan sebagian lagi mengaitkannya dengan peristiwa penyerangan pasukan bergajah yang disebut dalam Al-Qur'an (QS. Al-Fil). Namun yang benar, hadits ini berbicara tentang peristiwa di masa depan yang belum terjadi, karena Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Ka'bah akan dihancurkan, dan ini belum terjadi hingga saat ini.
  3. Hikmah di balik kabar ini: Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa kabar ini menunjukkan bahwa Allah akan menjaga Ka'bah dari kehancuran total hingga waktu yang telah ditentukan. Ka'bah akan tetap berdiri dan menjadi kiblat umat Islam hingga akhirnya dihancurkan oleh orang Habasyah tersebut sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
  4. Sikap seorang mukmin: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Arba'in dan kitab-kitabnya menekankan bahwa kita wajib mengimani kabar ghaib ini tanpa perlu memperdebatkan detailnya. Yang penting adalah mengambil pelajaran bahwa dunia ini fana dan semua yang ada di dalamnya akan hancur, termasuk bangunan termulia sekalipun.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma mendengar hadits ini, beliau berkata: "Jika manusia telah melakukan kerusakan, maka Allah akan mengirim orang Habasyah ini untuk menghancurkan Ka'bah." Para ulama menyebutkan bahwa ini adalah bentuk keadilan Allah, bahwa ketika manusia telah merusak agama dan tidak lagi menghormati kesucian, maka Allah akan menghinakan simbol kesucian tersebut di hadapan mereka sebagai pelajaran.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kemuliaan suatu tempat atau bangunan bukanlah pada fisiknya, tetapi pada ketaatan penghuninya kepada Allah. Ketika umat telah berpaling dari agama, maka Allah akan mencabut keberkahan dari tempat-tempat yang mulia.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani semua berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ, termasuk hadits tentang hancurnya Ka'bah di akhir zaman.
  2. Hadits ini mengingatkan kita bahwa dunia ini sementara dan akan berakhir, sehingga jangan terlalu terikat pada hal-hal duniawi.
  3. Menjaga kehormatan dan kesucian tempat ibadah adalah bagian dari iman, namun yang lebih penting adalah menjaga hati kita tetap teguh di atas keimanan.
  4. Jangan sibuk memperdebatkan tanda-tanda kiamat yang belum terjadi, tetapi perbanyak amal shalih dan persiapan menghadapi hari tersebut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?