Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan bahwa di akhir zaman, sebelum kiamat tiba, akan terjadi kemurtadan massal di kalangan sebagian umat Islam. Suku Daus yang telah masuk Islam dan meninggalkan penyembahan berhala akan kembali menyembah berhala mereka yang dulu, yaitu Dzi al-Khalashah. Ini adalah salah satu tanda besar kiamat yang menunjukkan bahwa fitnah syirik akan muncul kembali, dan ini menjadi peringatan bagi kita untuk selalu menjaga kemurnian tauhid.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut (segala yang disembah selain Allah).'"
(QS. An-Nahl [16]: 36)
Ayat ini menunjukkan bahwa inti dakwah para nabi adalah tauhid dan larangan syirik. Kembalinya penyembahan berhala di akhir zaman adalah bentuk pelanggaran berat terhadap perintah ini.
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab La Taqumu As-Sa'ah Hatta Tadhthariba Alayatu Nisa'i Dausin Haula Dzi al-Khalashah, nomor 2906. Perawinya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu tanda kenabian, karena berita ini terbukti benar. Beliau juga menegaskan bahwa Dzi al-Khalashah adalah nama berhala yang dulu disembah suku Daus di masa jahiliyah.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) meskipun tidak termasuk dalam daftar ulama yang disebut, penjelasannya tentang hadits serupa di Shahih al-Bukhari sangat masyhur. Namun, kita bisa merujuk pada Imam Ibn Katsir (dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim) yang menegaskan bahwa peristiwa ini akan terjadi secara harfiah di akhir zaman.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Tanda Kiamat yang Pasti: Sabda Nabi ﷺ "Kiamat tidak akan datang hingga..." menunjukkan bahwa peristiwa ini adalah salah satu tanda besar kiamat yang pasti terjadi. Ini bukan sekadar kemungkinan, melainkan kepastian yang telah dikabarkan oleh Nabi yang jujur dan terpercaya.
- Makna "Wanita Daus Mengelilingi Dzi al-Khalashah": Ungkapan ini sangat jelas. Daus adalah nama sebuah suku di Yaman yang telah masuk Islam pada masa Nabi ﷺ. Dzi al-Khalashah adalah nama berhala besar mereka yang dulu disembah. Hadits ini mengabarkan bahwa di akhir zaman, mereka akan kembali kepada kesyirikan, sehingga wanita-wanita mereka kembali melakukan thawaf (mengelilingi) berhala tersebut sebagai bentuk ibadah.
- Peringatan tentang Fitnah Syirik: Hadits ini adalah peringatan keras bahwa syirik adalah fitnah yang paling berbahaya. Suku Daus adalah sahabat yang mulia, namun keturunan mereka di akhir zaman akan terjerumus ke dalam kesyirikan. Ini menunjukkan bahwa iman seseorang tidak diwariskan secara otomatis. Setiap generasi harus berjuang untuk menjaga tauhid.
- Penjelasan Ulama:
- Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah (dalam Ighatsat al-Lahfan) menjelaskan bahwa kembalinya penyembahan berhala di akhir zaman adalah bentuk ujian terbesar. Beliau mengaitkannya dengan hadits-hadits lain tentang munculnya Dajjal dan Ya'juj Ma'juj yang juga membawa fitnah besar.
- Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (dalam Kitab At-Tauhid) sering menggunakan hadits-hadits seperti ini untuk menjelaskan betapa bahayanya syirik dan betapa mudahnya manusia tergelincir ke dalamnya jika tidak memiliki ilmu dan iman yang kuat.
Story Telling
Kisah tentang suku Daus dan keislaman mereka sangat menarik. Suku Daus adalah suku yang keras kepala dalam menyembah berhala Dzi al-Khalashah. Ketika Nabi ﷺ mengutus sahabat Thufail bin Amr ad-Dausi radhiyallahu 'anhu untuk berdakwah kepada kaumnya, awalnya mereka menolak. Thufail bin Amr bahkan meminta Nabi untuk mendoakan kehancuran mereka. Namun, Nabi ﷺ justru berdoa: "Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus." Doa ini dikabulkan, dan akhirnya suku Daus masuk Islam secara berbondong-bondong. Mereka bahkan ikut serta dalam penaklukan Makkah dan menjadi Muslim yang baik.
Namun, hadits ini mengabarkan bahwa di akhir zaman, keturunan mereka akan kembali kepada kesyirikan. Ini adalah pelajaran bahwa hidayah adalah milik Allah semata. Tidak ada jaminan bahwa anak cucu orang shalih akan tetap berada di atas kebaikan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdoa agar Allah menetapkan hati kita di atas Islam sampai akhir hayat.
Kesimpulan Praktis
- Jaga Tauhid: Hadits ini mengingatkan kita bahwa syirik adalah dosa terbesar dan fitnah yang paling berbahaya. Pelajarilah tauhid dengan sungguh-sungguh agar kita tidak terjerumus ke dalamnya, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.
- Waspada terhadap Kemurtadan: Jangan pernah merasa aman dari kesesatan. Iman itu bisa naik dan turun. Perbanyaklah doa agar Allah mengokohkan hati kita di atas agama-Nya.
- Amalkan Sunnah: Salah satu cara menjaga iman adalah dengan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dan menjauhi bid'ah. Karena bid'ah adalah jalan menuju kesesatan.
- Dakwah kepada Tauhid: Sebagaimana Nabi ﷺ dan para sahabat mendakwahkan tauhid, kita pun harus berperan dalam menyebarkan pemahaman yang benar tentang keesaan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.