Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2904 tentang Fitnah akhir zaman berupa kelaparan meski hujan lebat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa makna "sunnah" (kekeringan/paceklik) yang sebenarnya bukanlah sekadar tidak turunnya hujan. Namun, yang lebih penting adalah ketika hujan turun deras tetapi bumi tidak menumbuhkan tanaman apa pun, sehingga manusia tetap mengalami kelaparan dan kesulitan. Ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah dan juga salah satu tanda dekatnya hari kiamat, di mana keberkahan dicabut dari bumi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan, dengan harakat lengkap):

> حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، - يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ - عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "لَيْسَتِ السَّنَةُ بِأَنْ لَا تُمْطَرُوا، وَلَكِنِ السَّنَةُ أَنْ تُمْطَرُوا وَتُمْطَرُوا وَلَا تُنْبِتُ الْأَرْضُ شَيْئًا".

Makna hadits: "Bukanlah kekeringan (paceklik) itu karena kalian tidak diguyur hujan. Akan tetapi, kekeringan (paceklik) yang sebenarnya adalah kalian diguyur hujan, dan terus diguyur hujan, tetapi bumi tidak menumbuhkan apa pun."

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-A'raf [7]: 130:

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

"Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mengirimkan) tahun-tahun kekeringan dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran."

Ayat ini menunjukkan bahwa "sinnin" (tahun-tahun kekeringan) adalah ujian dari Allah yang bisa berupa berkurangnya hasil bumi, bukan sekadar tidak turunnya hujan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata "as-sannah" di sini bermakna kekeringan dan paceklik (al-qahth). Beliau menukil penjelasan para ulama bahwa makna hadits ini adalah: kekeringan yang paling berat adalah ketika hujan turun tetapi bumi tidak menumbuhkan tanaman, karena hal itu lebih menyiksa dan lebih menunjukkan hilangnya keberkahan.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah, di mana Allah bisa menahan keberkahan bumi meskipun hujan turun. Ini juga merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa kata "as-sannah" dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, di antaranya adalah tahun, dan juga berarti kekeringan atau paceklik. Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ mengoreksi pemahaman yang keliru sebagian orang yang mengira bahwa paceklik hanya terjadi ketika hujan tidak turun.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim (kitab al-Fitan wa Asyrat as-Sa'ah, bab ini) menjelaskan:

> "Makna hadits ini adalah: Bukanlah kekeringan yang dimaksud itu adalah tidak turunnya hujan. Akan tetapi kekeringan yang sebenarnya adalah ketika hujan turun kepada kalian, tetapi bumi tidak menumbuhkan tanaman apa pun. Ini adalah penjelasan bahwa bencana yang paling berat adalah ketika hujan turun tetapi tidak membawa manfaat."

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran penting: bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah. Hujan bisa turun deras, tetapi Allah tidak menumbuhkan tanaman. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak boleh bersandar kepada sebab-sebab lahiriah semata, tetapi harus bersandar kepada Allah yang mengatur segala sebab dan akibat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa di antara hikmah Allah menguji hamba-Nya dengan paceklik adalah agar mereka kembali kepada-Nya, merendahkan diri, dan berdoa. Ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 130 di atas.

Pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Hakikat bencana bukan pada sebab lahiriah saja — Bencana sejati adalah ketika keberkahan dicabut, meskipun sebab-sebab lahiriah (seperti hujan) tetap ada.
  2. Kekuasaan Allah di atas segala sebab — Hujan turun, tetapi bumi tidak menumbuhkan. Ini menunjukkan bahwa Allah yang mengendalikan segala sesuatu.
  3. Tanda dekatnya hari kiamat — Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa di akhir zaman akan terjadi banyak hujan tetapi sedikit tanaman. Ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang harus kita imani.
  4. Dorongan untuk bersabar dan berdoa — Ketika menghadapi paceklik, seorang mukmin dianjurkan untuk bersabar, beristighfar, dan berdoa kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi ﷺ dalam shalat istisqa' (minta hujan).

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H) dalam az-Zuhd bahwa di kalangan salaf, ketika terjadi paceklik, mereka tidak hanya meminta hujan, tetapi juga memohon kepada Allah agar menumbuhkan tanaman dan memberkahi bumi. Karena mereka memahami bahwa hujan tanpa keberkahan tidak akan bermanfaat.

Ada kisah tentang Al-Hasan al-Bashri (wafat 110 H) — semoga Allah merahmatinya — bahwa ketika terjadi kekeringan di Bashrah, beliau keluar bersama masyarakat untuk shalat istisqa'. Beliau berkhutbah di hadapan mereka dan berkata: "Wahai manusia, mintalah ampun kepada Rabb kalian. Sesungguhnya dosa-dosa kalian telah menahan keberkahan dari langit dan bumi. Sungguh, seorang hamba apabila berbuat dosa, maka ditahan darinya rezeki dan keberkahan."

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah dan beristighfar. Maka Allah menurunkan hujan yang membawa keberkahan, dan bumi pun menumbuhkan tanamannya.

Hikmah dari kisah ini: Bahwa hilangnya keberkahan dari bumi adalah akibat dari dosa-dosa. Maka obatnya adalah taubat dan istighfar, bukan sekadar menunggu hujan turun.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan mengukur bencana hanya dari sebab lahiriah — Bencana sejati adalah ketika keberkahan dicabut, meskipun hujan turun.
  2. Perbanyak istighfar dan taubat — Karena dosa adalah penyebab hilangnya keberkahan, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hasan al-Bashri.
  3. Bersandar kepada Allah, bukan kepada sebab — Hujan adalah sebab, tetapi Allah yang menumbuhkan. Maka perbanyak doa dan tawakal.
  4. Amalkan sedekah di saat paceklik — Sedekah adalah salah satu sebab turunnya keberkahan dan ditolaknya bencana.
  5. Yakinlah bahwa semua ini adalah tanda kekuasaan Allah — Dan di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah banyaknya hujan tetapi sedikitnya tanaman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.