Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2899 tentang Perang dahsyat melawan Romawi menjelang kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda besar menjelang hari Kiamat, yaitu peperangan dahsyat antara kaum Muslimin melawan Romawi (Bizantium) di dekat negeri Syam. Peperangan ini terjadi setelah munculnya angin merah sebagai tanda, dan akan diakhiri dengan kemenangan besar bagi kaum Muslimin. Namun, kebahagiaan mereka seketika berubah menjadi duka ketika mendengar kabar bahwa Dajjal telah muncul dan menyerang keluarga serta harta mereka yang ditinggalkan. Hadits ini mengajarkan kita bahwa ujian demi ujian akan silih berganti, dan bahwa pertolongan Allah selalu datang setelah kesabaran, namun ujian berikutnya bisa lebih besar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah (Kitab Fitnah dan Tanda-Tanda Kiamat), Bab "Qital ar-Rum wa Kathrat al-Qatl 'inda Khuruj ad-Dajjal" (Perang Melawan Romawi dan Banyaknya Pembunuhan Saat Dajjal Muncul), no. 2899. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad.

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan makna hadits ini adalah firman Allah tentang kepastian datangnya hari Kiamat dan tanda-tandanya:

QS. Muhammad [47]: 18

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

"Maka tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali hari Kiamat, yaitu kedatangannya kepada mereka secara tiba-tiba, karena sesungguhnya tanda-tandanya telah muncul. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat telah datang?"

Makna ringkas: Ayat ini menegaskan bahwa tanda-tanda kiamat telah mulai bermunculan, dan manusia tidak akan mendapat manfaat dari penyesalan ketika kiamat telah tiba.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu kabar ghaib dari Nabi ﷺ yang menunjukkan kebenaran kenabian beliau. Kisahnya bermula ketika terjadi angin merah di Kufah, dan seorang laki-laki datang kepada sahabat besar Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu sambil berteriak bahwa kiamat telah tiba. Abdullah bin Mas'ud yang sedang bersandar kemudian duduk dan menjelaskan bahwa kiamat belum akan tiba sebelum beberapa tanda terjadi.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "angin merah" adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang kadang terjadi sebagai peringatan. Adapun perkataan Abdullah bin Mas'ud bahwa kiamat tidak akan tiba "sehingga tidak dibagikan warisan dan tidak bergembira dengan ghanimah" adalah isyarat bahwa pada masa itu, harta dan dunia tidak lagi menjadi kebanggaan manusia karena besarnya musibah dan banyaknya kematian.

Para ulama menjelaskan bahwa peperangan melawan Romawi ini adalah salah satu peperangan besar yang akan terjadi menjelang keluarnya Dajjal. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Al-Arba'in dan penjelasan beliau tentang fitnah Dajjal menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang perang Romawi ini menunjukkan akan terjadi pertempuran sengit yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak. Namun pada akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah selalu menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar, walaupun ujian yang menimpa mereka sangat berat. Ini sesuai dengan makna hadits ini, di mana setelah tiga kali pasukan Muslimin habis terbunuh, pada hari keempat Allah menurunkan pertolongan-Nya.

Yang menarik dari hadits ini adalah kabar tentang sepuluh penunggang kuda yang diutus sebagai pasukan pendahulu (thali'ah) untuk memastikan kabar tentang Dajjal. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau mengetahui nama-nama mereka, nama bapak-bapak mereka, dan warna kuda-kuda mereka, dan beliau memuji mereka sebagai penunggang kuda terbaik pada hari itu. Ini menunjukkan kemuliaan mereka di sisi Allah.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari ketika membahas hadits-hadits tentang Dajjal menjelaskan bahwa kabar tentang Dajjal yang datang ketika kaum Muslimin sedang sibuk berperang adalah salah satu bentuk ujian terbesar, karena mereka harus memilih antara menyempurnakan kemenangan atau kembali melindungi keluarga mereka. Namun, keputusan mereka untuk kembali dan menghadapi Dajjal adalah keputusan yang benar, karena Dajjal adalah fitnah terbesar di muka bumi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ. Beliau termasuk orang yang pertama kali masuk Islam dan banyak meriwayatkan hadits. Ketika angin merah bertiup di Kufah dan orang-orang panik mengira kiamat telah tiba, Abdullah bin Mas'ud tetap tenang. Beliau duduk dan menjelaskan dengan sabar tanda-tanda kiamat yang masih harus terjadi. Ini mengajarkan kita bahwa seorang mukmin yang berilmu tidak mudah panik dan terombang-ambing oleh kabar-kabar yang menakutkan, tetapi bersikap tenang dan menjelaskan kebenaran berdasarkan ilmu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah sering mengingatkan bahwa ketenangan dan keilmuan adalah ciri orang beriman, sedangkan tergesa-gesa dan panik adalah ciri kebodohan. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah teladan dalam hal ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Tetap tenang saat terjadi musibah atau kabar menakutkan. Sebagaimana Abdullah bin Mas'ud yang tetap tenang saat angin merah bertiup, kita pun harus bersikap tenang dan mencari ilmu untuk memahami apa yang terjadi.
  2. Iman kepada tanda-tanda kiamat adalah bagian dari aqidah. Hadits ini menguatkan keyakinan kita bahwa semua kabar yang disampaikan Nabi ﷺ adalah benar, meskipun belum kita saksikan.
  3. Pertolongan Allah datang setelah kesabaran. Pasukan Muslimin mengalami kekalahan tiga kali, namun pada akhirnya Allah memberikan kemenangan. Ini mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah.
  4. Ujian bisa datang silih berganti. Setelah kemenangan besar, datang kabar yang lebih mengerikan yaitu kemunculan Dajjal. Maka kita harus selalu siap menghadapi ujian apa pun dengan iman dan kesabaran.
  5. Ilmu adalah bekal menghadapi fitnah. Abdullah bin Mas'ud mampu menjelaskan dengan tenang karena beliau memiliki ilmu dari Nabi ﷺ. Maka perbanyaklah belajar agama agar tidak mudah goyah oleh fitnah zaman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi