Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan bahwa menjelang hari kiamat, bangsa Romawi (yang dimaksud adalah Kristen Ortodoks/Rumawi Timur) akan menjadi kelompok manusia yang paling banyak jumlahnya. Meskipun demikian, Rasulullah ﷺ juga memuji beberapa sifat baik mereka, seperti kesabaran, cepat pulih dari musibah, keberanian, dan kepedulian terhadap kaum lemah. Ini adalah bagian dari tanda-tanda kiamat dan juga pelajaran bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain, karena setiap kaum memiliki kebaikan yang diakui dalam Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab La Taqumu As-Sa'ah Hatta Yakuna Ar-Rumu Aktsara An-Nas, no. 2898. Teks hadits lengkapnya adalah sebagai berikut:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُلَىٍّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ الْمُسْتَوْرِدُ الْقُرَشِيُّ عِنْدَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ". فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ. قَالَ: لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ، إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا: إِنَّهُمْ لَأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ، وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ، وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ، وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ: وَأَمْنَعُهُمْ مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ.
Terjemahan: Mustaurid Al-Qurashi berkata di hadapan 'Amr bin Al-'Ash: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Kiamat akan tegak ketika Romawi menjadi manusia yang paling banyak.'" Maka 'Amr berkata kepadanya: "Perhatikan apa yang kamu katakan!" Ia menjawab: "Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ." 'Amr lalu berkata: "Jika engkau mengatakan itu, maka sesungguhnya pada mereka terdapat empat sifat: mereka adalah manusia yang paling sabar (paling tenang) ketika menghadapi fitnah, paling cepat sadar setelah musibah, paling cepat kembali menyerang setelah melarikan diri, dan paling baik terhadap orang miskin, anak yatim, dan orang lemah. Dan sifat kelima yang baik dan indah: mereka adalah manusia yang paling kuat mencegah kezaliman para raja."
Ayat Al-Qur'an yang relevan untuk memahami konteks ini adalah firman Allah tentang pertolongan kepada orang-orang yang beriman dan bahwa orang-orang kafir saling tolong-menolong, namun Allah bersama orang-orang bertakwa. Di antaranya QS. Al-Anfal [8]: 73:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
"Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (yaitu saling melindungi sesama mukmin), niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar."
Ayat ini mengingatkan bahwa persatuan dan kekuatan kaum kafir adalah nyata, namun kaum mukminin harus tetap waspada dan tidak tertipu oleh jumlah mereka.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu tanda kenabian yang telah terbukti secara historis. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "Ar-Rum" di sini adalah bangsa Romawi (Bizantium) yang beragama Nasrani. Beliau menukil perkataan Al-Qadhi 'Iyadh bahwa hadits ini mengabarkan bahwa menjelang kiamat, jumlah mereka akan sangat banyak dan mereka akan menguasai sebagian besar wilayah.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyah dan Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini bukan berarti memuji agama mereka, tetapi memuji sifat-sifat kemanusiaan yang mereka miliki. Sifat-sifat ini adalah fitrah yang Allah berikan kepada mereka, namun mereka tidak menggunakannya untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini menjadi pelajaran bagi kaum muslimin: jika orang kafir saja memiliki sifat-sifat mulia seperti sabar, cepat bangkit, dermawan, dan berani melawan kezaliman, maka seharusnya kaum muslimin lebih utama memiliki sifat-sifat tersebut karena mereka memiliki iman dan petunjuk dari Allah.
Imam Ibn Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fath Al-Bari (Syarh Shahih Al-Bukhari) ketika membahas hadits-hadits tentang Romawi, beliau menjelaskan bahwa pujian ini adalah pujian terhadap akhlak mereka secara duniawi, bukan pujian terhadap agama mereka. Beliau juga mengingatkan bahwa pada akhir zaman akan terjadi peperangan besar antara kaum muslimin dan Romawi, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam berbagai fatwanya menjelaskan bahwa hadits ini adalah berita ghaib yang benar. Beliau juga menekankan bahwa sifat-sifat baik ini tidak membuat mereka selamat di akhirat karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, sifat-sifat ini bisa menjadi sebab mereka mendapatkan kebaikan di dunia dan menjadi pelajaran bagi kaum muslimin untuk memiliki akhlak yang lebih baik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang sangat cerdas dan berpengalaman dalam urusan politik dan peperangan. Ketika Mustaurid Al-Qurashi menyampaikan hadits ini, 'Amr awalnya terkejut karena ia tahu bahwa Romawi adalah musuh yang kuat. Namun setelah mendengar penjelasan Mustaurid, 'Amr justru mengakui kebaikan-kebaikan yang ada pada mereka. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin harus adil dan jujur, bahkan terhadap musuhnya sekalipun. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering menekankan bahwa keadilan adalah sifat yang sangat dicintai Allah, dan kita harus mengakui kebaikan di mana pun ia berada, meskipun pada orang yang tidak seiman dengan kita.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa semua berita Rasulullah ﷺ adalah benar, termasuk berita tentang masa depan seperti banyaknya jumlah Romawi menjelang kiamat.
- Jangan meremehkan orang lain, meskipun mereka berbeda agama. Setiap kaum memiliki potensi kebaikan yang bisa diambil pelajaran.
- Ambillah sifat-sifat baik seperti sabar dalam menghadapi masalah, cepat bangkit dari kegagalan, berani melawan kezaliman, dan peduli kepada fakir miskin dan anak yatim. Jadikan sifat-sifat ini lebih sempurna karena dilandasi iman dan takwa.
- Waspadalah terhadap kekuatan musuh, namun jangan takut berlebihan. Kekuatan mereka adalah ujian bagi iman kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.