Penjelasan Hadits Muslim No. 2894 tentang Eufrat mengungkap gunung emas sebelum kiamat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memberitakan salah satu tanda besar Kiamat: Sungai Eufrat akan menyingkap gunung emas, lalu manusia saling berperang untuk memperebutkannya, hingga 99 dari 100 orang binasa. Ini adalah peringatan agar kita tidak tamak terhadap harta dunia, dan agar kita menyadari bahwa fitnah harta adalah salah satu sebab besar kehancuran manusia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrath as-Sa'ah, no. 2894, dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

"Kiamat tidak akan terjadi hingga Eufrat menyingkap gunung dari emas, manusia akan berperang memperebutkannya, lalu terbunuh dari setiap seratus orang sembilan puluh sembilan, dan setiap orang dari mereka berkata: 'Mungkin akulah orang yang akan selamat.'"

Ayat terkait — QS. Al-Munafiqun [63]: 7:

هُوَ الَّذِي أَعَزَّكَ بِالْإِسْلَامِ وَأَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ

Namun yang lebih relevan adalah peringatan Al-Qur'an tentang fitnah harta, QS. At-Takatsur [102]: 1-2:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ۝ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

"Kamu telah dilalaikan oleh perbuatan bermegah-megahan, hingga kamu masuk ke dalam kubur."

Kaitan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini sebagai bagian dari tanda-tanda Kiamat yang wajib diimani, dan menegaskan bahwa perebutan harta adalah fitnah yang telah Allah kabarkan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas riwayat serupa dan menegaskan kebenaran berita ini sebagai bagian dari iman kepada hari akhir. Ibn Katsir dalam An-Nihayah menyebutkan tanda-tanda Kiamat termasuk peristiwa Eufrat ini.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini mengandung beberapa poin penting:

  1. "لَا تَقُومُ السَّاعَةُ" — Kiamat tidak akan terjadi. Ini menunjukkan bahwa peristiwa ini adalah salah satu tanda besar sebelum Kiamat.
  2. "حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ" — Eufrat akan menyingkap gunung emas. Kata "يحسر" berarti menyingkap/membuka. Sebagian ulama memahami ini secara hakiki (literal), dan sebagian memahami sebagai kiasan tentang banyaknya harta yang muncul di kawasan tersebut. Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menyebutkan bahwa zhahir hadits menunjukkan makna hakiki, dan tidak ada alasan untuk memalingkannya tanpa dalil.
  3. "يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ" — Manusia akan berperang memperebutkannya. Ini menunjukkan betapa besar fitnah harta, sampai manusia rela membunuh dan dibunuh karenanya.
  4. "فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ" — Terbunuh 99 dari 100 orang. Ini menggambarkan dahsyatnya peperangan tersebut, hampir semua yang terlibat binasa.
  5. "وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو" — Setiap orang berharap dialah yang selamat. Ini menunjukkan buta mata hati karena tamak, padahal peluang selamat hanya 1%.

Pemahaman ulama:

  • Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat Nabi ﷺ berupa pemberitaan tentang hal yang akan terjadi di masa depan, dan wajib diimani. Beliau juga menegaskan bahwa fitnah harta adalah salah satu ujian terbesar umat ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di akhir zaman, dan hikmahnya adalah agar manusia menyadari bahwa tamak terhadap dunia adalah sumber kehancuran.
  • Ibn Katsir dalam kitabnya tentang fitnah dan tanda Kiamat menegaskan bahwa hadits ini shahih dan termasuk tanda-tanda besar Kiamat yang harus diyakini.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam prinsip-prinsip aqidahnya menegaskan bahwa beriman kepada tanda-tanda Kiamat adalah bagian dari iman kepada hari akhir, dan hendaknya seorang Muslim menyibukkan diri dengan amal shaleh daripada mengejar dunia.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama memahami "gunung emas" secara hakiki, sebagian memahami sebagai kiasan dari banyaknya harta. Namun yang rajih (kuat) adalah makna hakiki, karena tidak ada dalil yang memalingkannya, sesuai kaidah Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian salaf, ketika mendengar hadits-hadits tentang fitnah harta, mereka justru semakin zuhud terhadap dunia. Fudail bin 'Iyadh رحمه الله, seorang ulama besar Tabi'ut Tabi'in, pernah berkata tentang bahaya cinta dunia: "Barangsiapa yang mencintai dunia, maka dia akan diuji dengan tiga hal: kesedihan yang tidak berujung, kelelahan yang tidak ada habisnya, dan harapan yang tidak pernah tercapai."

Beliau juga mengingatkan bahwa harta yang diperebutkan dengan cara yang salah akan menjadi sumber penyesalan di akhirat. Kisah ini mengajarkan bahwa hadits Eufrat bukan sekadar berita masa depan, tetapi cermin bagi kita hari ini: betapa banyak manusia yang saling bermusuhan karena harta, padahal harta itu akan ditinggalkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani tanda-tanda Kiamat — Hadits ini shahih dan wajib diyakini sebagai bagian dari iman kepada hari akhir.
  2. Jauhi tamak terhadap dunia — Harta yang diperebutkan dengan cara bathil hanya membawa kehancuran.
  3. Sibukkan diri dengan amal shaleh — Daripada mengejar dunia yang fana, fokuslah pada bekal akhirat.
  4. Jaga ukhuwah — Jangan sampai harta memecah belah persaudaraan sesama Muslim.
  5. Perbanyak doa dan istighfar — Karena fitnah akhir zaman sangat besar, kita butuh perlindungan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?