Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan besarnya ukuran tubuh penghuni Neraka dari kalangan orang kafir, yaitu jarak antara kedua bahunya saja sejauh perjalanan tiga hari bagi penunggang yang cepat. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab dan besarnya makhluk di Neraka. Bagi kita, hadits ini menjadi peringatan agar menjauhi kekufuran dan segera bertaubat kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Jannah wa Shifah Na'imiha wa Ahliha, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, secara marfu' (langsung dari Nabi ﷺ).
Teks hadits:
مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ فِي النَّارِ مَسِيرَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ لِلرَّاكِبِ الْمُسْرِعِ
Terjemahan: "Jarak antara kedua bahu orang kafir di Neraka adalah perjalanan tiga hari bagi seorang penunggang yang cepat."
Hadits ini memiliki syawahid (penguat) dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, di antaranya hadits tentang besarnya gigi taring orang kafir dan tebalnya kulit mereka, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah juga.
Adapun ayat yang berkaitan dengan besarnya azab dan makhluk di Neraka, Allah berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ ۖ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
QS. Saba' [34]: 3
Terjemahan: "Dan orang-orang kafir berkata: 'Hari Kiamat tidak akan datang kepada kami.' Katakanlah: 'Tidak! Demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya seberat zarrah pun, baik di langit maupun di bumi, dan tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata.'"
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu, termasuk besarnya azab dan makhluk di Neraka, berada dalam pengetahuan Allah dan tercatat dengan pasti.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan tentang besarnya ukuran tubuh orang kafir di Neraka. Jarak antara kedua bahunya saja sejauh perjalanan tiga hari bagi penunggang yang cepat. Ini menunjukkan bahwa tubuh mereka diperbesar sedemikian rupa sebagai bagian dari azab dan penghinaan.
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk bab tentang sifat Neraka dan penghuninya. Beliau menyebutkan bahwa besarnya tubuh orang kafir di Neraka adalah bentuk azab yang nyata, karena dengan tubuh yang besar, mereka merasakan siksa yang lebih berat. Ini juga menunjukkan kekuasaan Allah yang mampu menciptakan makhluk dengan ukuran yang berbeda di akhirat.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas hadits serupa dari al-Bukhari, menyebutkan bahwa besarnya tubuh orang kafir di Neraka adalah haq (benar) dan wajib diimani tanpa perlu mempertanyakan bagaimana bentuknya. Ini termasuk perkara gaib yang harus kita imani.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan ayat-ayat tentang Neraka, menyebutkan bahwa Allah memperbesar tubuh penghuni Neraka agar azab yang mereka rasakan semakin pedih. Ini sejalan dengan hadits ini.
Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa hadits ini termasuk ancaman bagi orang yang sombong dan menindas, karena di Neraka mereka akan dihinakan dan diperbesar tubuhnya sebagai balasan atas kesombongan mereka di dunia.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa azab di Neraka bersifat fisik dan ruhani. Besarnya tubuh adalah bagian dari azab fisik, sedangkan penghinaan dan penyesalan adalah azab ruhani.
Adapun hikmah dari hadits ini:
- Menunjukkan kekuasaan Allah dalam menciptakan dan mengubah makhluk-Nya.
- Menjadi peringatan bagi orang kafir dan pelaku dosa besar agar bertaubat.
- Menegaskan bahwa azab Neraka itu nyata dan sangat pedih.
- Mengajak kita untuk merenungi besarnya rahmat Allah bagi orang beriman, karena mereka akan diberi tubuh yang sempurna dan nikmat yang kekal.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang besarnya penghuni Neraka. Nabi ﷺ menjawab dengan hadits ini. Para sahabat yang mendengar langsung gemetar dan semakin bersemangat dalam beribadah serta menjauhi dosa. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, yang meriwayatkan hadits ini, adalah sahabat yang sangat tekun dalam menghafal hadits dan menyampaikannya kepada umat. Beliau sering menangis ketika mengingat azab Neraka dan berdoa agar Allah menyelamatkannya.
Imam Muslim dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab yang menjelaskan bahwa Neraka dimasuki oleh para penindas dan Surga dimasuki oleh orang-orang lemah. Ini menunjukkan bahwa orang yang sombong dan menindas akan mendapat azab yang besar, sedangkan orang yang lemah dan tertindas namun sabar akan mendapat Surga.
Kesimpulan Praktis
- Imanilah hadits ini sebagai kebenaran, karena ia shahih dari Nabi ﷺ.
- Jadikan hadits ini sebagai peringatan untuk menjauhi kekufuran, kesombongan, dan penindasan.
- Perbanyaklah istighfar dan taubat, serta berdoa agar Allah menyelamatkan kita dari azab Neraka.
- Renungkanlah besarnya rahmat Allah bagi orang beriman, dan bersyukurlah atas nikmat Islam.
- Sampaikanlah hadits ini kepada orang lain sebagai nasihat, dengan cara yang lembut dan penuh hikmah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.