Penjelasan Hadits Muslim No. 2851 tentang Besar tubuh penghuni neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan dahsyatnya azab neraka: tubuh penghuni neraka dibesarkan sedemikian rupa sehingga gigi geraham atau taringnya sebesar gunung Uhud, dan ketebalan kulitnya sejauh perjalanan tiga hari. Ini menunjukkan bahwa azab neraka bukan sekadar sakit biasa, tetapi siksa yang sangat berat dan kekal bagi orang-orang kafir dan para penindas. Hadits ini juga menjadi peringatan agar kita menjauhi kekufuran dan kezaliman, serta berlindung kepada Allah dari neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Surga dan Ciri-Ciri Kenikmatannya serta Penghuninya, Bab: Api Neraka Dimasuki oleh Para Penindas dan Surga Dimasuki oleh Orang-orang Lemah (no. 2851), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

ضِرْسُ الْكَافِرِ أَوْ نَابُ الْكَافِرِ مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيرَةُ ثَلاَثٍ

Terjemahan: "Gigi geraham orang kafir atau gigi taring orang kafir seperti (gunung) Uhud, dan ketebalan kulitnya sejauh perjalanan tiga (hari)."

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang besarnya azab dan penciptaan ulang tubuh penghuni neraka:

وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا

QS. Al-Isra' [17]: 49

Terjemahan: "Dan mereka berkata, 'Apakah apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?'"

Juga firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

QS. An-Nisa' [4]: 56

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan azab yang terus diperbarui, dan tubuh manusia di akhirat tidak sama dengan tubuh di dunia. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya At-Takhwif min an-Nar menyebutkan hadits-hadits tentang besarnya tubuh penghuni neraka sebagai peringatan agar manusia takut kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan betapa dahsyatnya azab neraka. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "gigi geraham seperti Uhud" adalah gambaran besarnya anggota tubuh penghuni neraka, sehingga azab yang dirasakan pun berlipat. Gunung Uhud adalah gunung yang besar dan dikenal oleh penduduk Madinah, sehingga perumpamaan ini mudah dipahami.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (ketika membahas hadits serupa) menyebutkan bahwa tubuh manusia di akhirat dibentuk sesuai dengan keadaan yang Allah kehendaki, bukan seperti tubuh di dunia. Orang kafir yang sombong dan menolak kebenaran akan dibesarkan tubuhnya agar azabnya lebih berat, sedangkan orang mukmin yang lemah dan tertindas di dunia akan dimasukkan ke surga.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa hikmah dibesarkannya tubuh penghuni neraka adalah agar mereka merasakan azab yang lebih besar, karena semakin besar tubuh, semakin besar pula rasa sakit yang dirasakan. Ini juga menunjukkan keadilan Allah: orang yang sombong di dunia akan dihinakan di akhirat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang azab neraka harus membuat seorang hamba takut dan segera bertaubat. Beliau menekankan bahwa azab neraka bersifat kekal dan tidak terbayangkan oleh akal manusia.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menindas di dunia (seperti disebutkan dalam judul bab) akan mendapat azab yang berat, sedangkan orang-orang lemah yang beriman akan masuk surga. Ini sesuai dengan firman Allah:

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

QS. Al-Qashash [28]: 5

Terjemahan: "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه, sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, suatu ketika mendengar Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang besarnya gigi penghuni neraka. Para sahabat yang mendengar langsung merasakan getaran di hati mereka, karena gambaran itu sangat mengerikan. Mereka pun bertanya tentang bagaimana mungkin tubuh manusia bisa sebesar itu, dan Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Allah Mahakuasa untuk menciptakan ulang tubuh manusia dalam bentuk apa pun yang Dia kehendaki.

Al-Hasan al-Bashri, seorang tabi'in yang terkenal zuhud, pernah berkata bahwa jika seseorang benar-benar yakin dengan azab neraka, maka ia akan selalu merasa takut dan tidak akan pernah merasa aman dari murka Allah. Beliau juga mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal.

Kesimpulan Praktis

  1. Bertakwalah kepada Allah dan jauhi kekufuran serta kezaliman, karena azab neraka sangat dahsyat.
  2. Renungkanlah hadits ini sebagai peringatan, bukan sekadar cerita, agar hati kita semakin takut kepada Allah.
  3. Perbanyaklah istighfar dan taubat, serta berlindung kepada Allah dari azab neraka.
  4. Janganlah menindas orang lain, terutama orang-orang lemah, karena Allah akan membalas kezaliman di akhirat.
  5. Yakinlah bahwa Allah Mahakuasa untuk membangkitkan dan menciptakan ulang tubuh manusia, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra' [17]: 49.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?