Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan betapa dalam dan dahsyatnya Neraka Jahannam. Sebuah batu yang dilempar ke dalamnya sejak tujuh puluh tahun yang lalu baru sampai ke dasarnya saat itu juga. Ini adalah peringatan yang sangat kuat dari Nabi ﷺ agar kita tidak meremehkan dosa dan selalu takut kepada siksa Allah, serta bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Surga dan Deskripsi Kenikmatannya serta Penghuninya, Bab Tentang Kerasnya Panas Api Jahannam dan Jauhnya Dasarnya, no. 2844, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Dalil dari Al-Qur'an yang menjelaskan kedalaman dan dahsyatnya Neraka:
QS. Al-Mulk [67]: 6-7
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦ إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
"Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, mereka akan mendapat azab Jahannam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu menyala-nyala."
Kaitan dengan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa dalamnya Neraka dan betapa dahsyatnya ciptaan Allah. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa jarak antara langit dan bumi, serta perjalanan turunnya batu ini, adalah bukti nyata akan kebesaran Allah dalam menciptakan tempat siksa bagi orang-orang yang durhaka.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Kedalaman Neraka yang Tidak Terbayangkan: Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar tentang kedalaman Neraka yang amat sangat. Batu yang dijatuhkan dari atas selama tujuh puluh tahun terus meluncur ke bawah dan belum sampai ke dasarnya. Ini menunjukkan bahwa kedalaman Neraka jauh melebihi apa yang bisa kita bayangkan dengan akal kita yang terbatas.
- Kekuasaan Allah yang Maha Besar: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam syarahnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa agungnya kekuasaan Allah. Allah mampu menciptakan tempat yang begitu dalam dan luas untuk menjadi tempat tinggal kekal bagi para pembangkang. Ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
- Peringatan untuk Tidak Meremehkan Dosa: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering mengingatkan bahwa gambaran tentang dahsyatnya Neraka adalah untuk membangkitkan rasa takut dalam hati orang-orang beriman. Rasa takut ini akan mendorong seseorang untuk menjauhi maksiat dan segera bertaubat.
- Kebenaran Berita Nabi ﷺ: Peristiwa ini terjadi di hadapan para sahabat. Mereka mendengar suara keras yang mengagetkan, lalu Nabi ﷺ menjelaskan penyebabnya. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ benar-benar menerima wahyu dan kabar dari Allah tentang hal-hal ghaib.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya tentang tema-tema akhirat menjelaskan bahwa penyebutan "tujuh puluh tahun" bukanlah batasan waktu yang pasti, tetapi untuk menunjukkan lamanya waktu yang sangat panjang. Ini adalah gaya bahasa Arab untuk menunjukkan sesuatu yang banyak dan lama.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika ayat-ayat tentang Neraka turun, para sahabat sangat takut. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat tentang dahsyatnya api Neraka. Maka sebagian sahabat menangis tersedu-sedu karena takut.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang ulama besar dari kalangan tabi'in, sering kali menangis ketika membicarakan tentang Neraka. Beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mampu menahan panasnya api dunia ini, bagaimana kalian akan menahan panasnya api Neraka yang tujuh puluh kali lebih panas dari api dunia?"
Beliau juga pernah berkata: "Sungguh, jika seseorang tertawa karena lalai dari mengingat Neraka, maka aku khawatir Allah akan membuatnya menangis selamanya di dalam Neraka." Perkataan ini menunjukkan betapa dalamnya rasa takut para salaf terhadap siksa Allah.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Perbanyak mengingat kematian dan akhirat, karena mengingat Neraka akan melembutkan hati dan menjauhkan kita dari maksiat.
- Jangan meremehkan dosa kecil, karena bisa jadi dosa kecil yang terus-menerus dilakukan akan menjadi besar di sisi Allah.
- Segera bertaubat ketika melakukan kesalahan, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
- Perbanyak berdoa memohon perlindungan dari Neraka, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Allah, lindungilah kami dari api Neraka."
- Jadikan rasa takut kepada Allah sebagai pendorong untuk beramal shalih, bukan sebagai penghalang untuk beribadah dengan penuh harap.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.