Penjelasan Hadits Muslim No. 2842 tentang Neraka diseret dengan 70 ribu kekang dan malaikat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan betapa dahsyat dan agungnya neraka Jahannam. Pada Hari Kiamat, neraka akan didatangkan dengan cara ditarik oleh para malaikat. Jumlah kekangnya saja ada tujuh puluh ribu, dan setiap kekang ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat. Ini menunjukkan betapa besar dan beratnya neraka itu, serta betapa mengerikan siksaannya. Hadits ini juga menjadi peringatan bagi kita agar tidak meremehkan dosa dan selalu berlindung kepada Allah dari api neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Sifat al-Jannah wa an-Nar (Sifat Surga dan Neraka), Bab: "Fi Nar Jahannam" (Tentang Neraka Jahannam), no. 2842, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab:

> حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ خَالِدٍ الْكَاهِلِيِّ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا"

Artinya: "Neraka Jahannam akan didatangkan pada hari itu (Kiamat) dengan memiliki tujuh puluh ribu kekang, dan setiap kekang ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat." (HR. Muslim no. 2842)

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan gambaran ini adalah firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Fajr [89]: 23

وَجِيْۤءَ يَوْمَىِٕذٍ بِجَهَنَّمَ ۙ يَوْمَىِٕذٍ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰى

"Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi kesadaran itu baginya."

Ayat ini menunjukkan bahwa neraka benar-benar akan "didatangkan" atau "diperlihatkan" pada Hari Kiamat, sebagaimana dijelaskan lebih rinci dalam hadits di atas.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalam perkara ghaib yang wajib kita imani sebagaimana adanya, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya (kaifiyah). Kita tidak bisa membayangkan bagaimana wujud neraka yang ditarik itu, tetapi kita wajib membenarkan kabar dari Rasulullah ﷺ.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa berita-berita tentang Hari Akhir seperti ini harus diterima dengan penuh keimanan, karena akal manusia tidak mampu menjangkaunya. Beliau menekankan bahwa kita tidak boleh menakwilkan (mengubah makna) hal-hal ghaib seperti ini tanpa dalil, karena itu termasuk sikap tafwidh (menyerahkan makna sepenuhnya kepada Allah) bagi hal-hal yang tidak bisa dijangkau akal, namun tetap mengimani hakikatnya.

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keagungan dan kedahsyatan neraka Jahannam. Beliau tidak menafsirkan angka-angka tersebut secara harfiah sebagai batasan, tetapi lebih kepada menunjukkan betapa banyaknya malaikat yang bertugas dan betapa besar serta beratnya neraka itu. Angka tujuh puluh ribu dalam budaya Arab sering digunakan untuk menunjukkan jumlah yang sangat banyak, namun tetap saja ini adalah kabar nyata dari Nabi ﷺ.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (saat mensyarah hadits-hadits tentang neraka) menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Neraka yang begitu besar dan mengerikan itu ditarik oleh malaikat yang sangat banyak, semuanya tunduk kepada perintah Allah. Ini sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu lolos dari neraka kecuali dengan rahmat Allah dan amal shalih.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat, neraka Jahannam akan diperlihatkan kepada seluruh makhluk. Ini adalah salah satu peristiwa besar yang membuat manusia lupa akan segala sesuatu, bahkan saudara dan orang-orang yang mereka cintai. Beliau menekankan bahwa gambaran ini adalah peringatan yang sangat keras bagi orang-orang yang lalai.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang hadits ini, beliau menjelaskan bahwa kita mengimani bahwa neraka benar-benar akan ditarik oleh para malaikat dengan kekang-kekang tersebut. Namun, kita tidak mengetahui bagaimana bentuk kekang itu, bagaimana cara malaikat menariknya, dan bagaimana detail kejadiannya. Yang penting adalah kita mengambil pelajaran: jika neraka saja seberat dan sebesar itu, lalu bagaimana dengan siksa di dalamnya? Maka hendaknya kita berlindung kepada Allah dari neraka dan berusaha menjauhi segala sebab yang mengantarkan kepadanya.

Perlu dicatat bahwa dalam masalah ini, para ulama sepakat untuk tidak memperdebatkan detail teknis bagaimana neraka ditarik. Karena hal itu adalah perkara ghaib yang hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahuinya. Tugas kita hanyalah mengimani dan mengambil pelajaran.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ dan paling memahami Al-Qur'an. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, "Bacakanlah Al-Qur'an kepadaku." Abdullah bin Mas'ud pun bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacakan Al-Qur'an kepadamu, sedangkan Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Sesungguhnya aku suka mendengarnya dari orang lain." Maka Abdullah bin Mas'ud pun membacakan surat An-Nisa'. Ketika sampai pada ayat:

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا

"Maka bagaimanakah (halnya) jika Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu?" (QS. An-Nisa' [4]: 41)

Rasulullah ﷺ menangis dan berkata, "Cukup." Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa dalamnya rasa takut Rasulullah ﷺ kepada Allah dan Hari Akhir, meskipun beliau adalah manusia yang paling dicintai Allah dan dijamin masuk surga. Beliau tetap menangis ketika mengingat hari di mana beliau akan menjadi saksi atas umatnya. Maka bagaimana dengan kita yang penuh dengan dosa dan kekurangan? Sudah sepantasnya kita memperbanyak rasa takut kepada Allah dan berusaha memperbaiki amalan kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada perkara ghaib — Kita wajib mengimani hadits ini sebagaimana adanya, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya, karena itu termasuk beriman kepada Hari Akhir.
  2. Merenungkan kebesaran Allah — Hadits ini menunjukkan betapa agungnya ciptaan Allah, termasuk neraka yang begitu besar dan dijaga oleh malaikat yang sangat banyak.
  3. Meningkatkan rasa takut kepada neraka — Jika neraka saja sebesar dan seberat itu, maka siksaannya pasti sangat mengerikan. Maka kita harus berusaha menjauhi dosa dan maksiat.
  4. Memperbanyak doa berlindung dari neraka — Rasulullah ﷺ mengajarkan doa: "Allahumma ajirni min an-nar" (Ya Allah, selamatkanlah aku dari api neraka), dibaca tiga kali di pagi dan petang hari.
  5. Tidak meremehkan dosa kecil — Karena dosa kecil yang terus-menerus dilakukan bisa menjadi besar dan mengantarkan seseorang kepada neraka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?