Penjelasan Hadits Muslim No. 2838 tentang Kemah mutiara bagi mukmin di surga

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan salah satu kenikmatan agung bagi penghuni surga, yaitu sebuah kemah yang terbuat dari satu mutiara yang sangat besar dan berongga. Panjangnya enam puluh mil, dan di dalamnya terdapat keluarga-keluarga yang tidak saling melihat satu sama lain karena luasnya yang luar biasa. Ini menunjukkan betapa sempurna dan tak terbayangkan kenikmatan surga yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Surga dan Ciri-Ciri Kenikmatannya serta Penghuninya, Bab Tentang Ciri-Ciri Kemah di Surga dan Apa yang Dimiliki oleh Orang Beriman di Dalamnya, nomor 2838. Perawinya adalah Abu Bakr bin Abdullah bin Qais dari ayahnya, yaitu Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِي الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan (yang) menyenangkan pandangan mata, dan kamu kekal di dalamnya." (QS. Az-Zukhruf [43]: 71)

Kaitan dengan ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keagungan ciptaan Allah dan luasnya kenikmatan surga. Beliau menukil bahwa makna "tidak melihat satu sama lain" adalah karena luasnya kemah tersebut, bukan karena ada penghalang.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

  1. Kemah dari Mutiara: Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa kata "لُؤْلُؤَةٍ" (mutiara) di sini adalah mutiara yang sangat besar, dan Allah menciptakannya sebagai tempat tinggal yang megah bagi para wali-Nya. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa besarnya dari bahan yang sangat berharga.
  2. Panjang Enam Puluh Mil: Para ulama berbeda pendapat tentang ukuran mil di sini. Ada yang mengatakan mil adalah ukuran jarak (sekitar 1,6 km), sehingga totalnya sekitar 96 km. Ada juga yang menafsirkan sebagai ukuran yang Allah maksudkan secara khusus, dan kita tidak perlu memperdebatkan ukurannya karena itu adalah perkara gaib. Yang jelas, ini menunjukkan luasnya tempat tinggal tersebut.
  3. Makna "Tidak Melihat Satu Sama Lain": Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa luasnya kemah tersebut. Meskipun mereka adalah keluarga yang saling mengelilingi, karena luasnya, mereka tidak saling melihat. Ini adalah gambaran tentang keluasan dan kebesaran ciptaan Allah.
  4. Kenikmatan yang Tak Terbayangkan: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kenikmatan surga tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia. Apa yang kita lihat di dunia hanyalah perumpamaan kecil dari apa yang Allah siapkan.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang sifat surga harus diterima sebagaimana adanya tanpa menanyakan "bagaimana" (kaifiyah), karena itu adalah perkara gaib yang hanya Allah yang tahu hakikatnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat mencintai Al-Qur'an. Beliau memiliki suara yang sangat merdu dalam membaca Al-Qur'an, hingga Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentangnya: "Sungguh, telah dianugerahkan kepada Abu Musa salah satu seruling dari seruling-seruling keluarga Daud." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa orang-orang yang dekat dengan Allah di dunia, seperti Abu Musa yang tekun membaca dan menghafal Al-Qur'an, akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa di akhirat. Kemah mutiara yang luas itu adalah salah satu balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan kenikmatan surga yang Allah gambarkan dalam hadits-hadits shahih, meskipun akal kita tidak mampu membayangkannya.
  2. Jangan mempertanyakan "bagaimana" hakikat kenikmatan surga, karena itu adalah perkara gaib yang harus kita imani.
  3. Perbanyak amal shalih agar kita termasuk penghuni surga yang mendapatkan kemah-kemah megah tersebut.
  4. Jadikan gambaran surga sebagai motivasi untuk bersabar dalam ketaatan dan menjauhi maksiat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?