Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan salah satu kenikmatan surga yang luar biasa, yaitu adanya sebuah pohon yang sangat besar. Bayangannya begitu luas sehingga seorang penunggang kuda yang cepat sekalipun tidak akan habis melewati bayangan pohon tersebut meskipun ia berjalan selama seratus tahun penuh. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan surga tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia dan merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya, ada dua surga." (QS. Ar-Rahman [55]: 46)
Ayat ini menunjukkan bahwa surga adalah balasan bagi orang yang bertakwa. Hadits tentang pohon besar di surga ini adalah penjelasan lebih rinci tentang kenikmatan yang disebutkan secara global dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Hadits Terkait:
Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3251) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang penunggang kuda berjalan di bawah bayangannya selama seratus tahun, tidaklah ia memotongnya." (HR. Muslim, no. 2826)
Kaitan dengan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (17/161) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya pohon-pohon di surga. Beliau berkata, "Ini adalah kabar tentang luasnya kenikmatan surga dan besarnya ciptaan Allah di dalamnya."
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (6/318) juga menegaskan bahwa makna hadits ini adalah untuk menggambarkan besarnya ukuran pohon tersebut, bukan untuk membatasi waktu tempuh bayangannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dari sekian banyak hadits yang menggambarkan kenikmatan surga secara detail. Para ulama Ahlus Sunnah memahami hadits-hadits seperti ini dengan dua pendekatan:
- Makna Zhahir (Tekstual): Pohon di surga benar-benar ada dan berukuran sangat besar. Bayangannya sangat luas sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu melewatinya dalam waktu seratus tahun. Ini adalah gambaran yang menunjukkan bahwa kenikmatan surga jauh melampaui apa yang bisa kita bayangkan di dunia.
- Makna I'tibar (Pelajaran): Hadits ini mengajarkan kita tentang:
- Kekuasaan Allah: Allah mampu menciptakan makhluk yang sangat besar dan indah.
- Balasan bagi orang beriman: Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan yang tak terhingga.
- Motivasi untuk beramal: Kabar tentang surga ini seharusnya mendorong kita untuk semakin giat dalam beribadah dan menjauhi maksiat.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitab At-Takhwif min an-Nar menjelaskan bahwa gambaran tentang besarnya pohon surga ini adalah untuk menunjukkan betapa luasnya surga itu sendiri, karena pohon tersebut berada di dalam surga yang juga sangat luas.
Imam al-Qurthubi (walaupun tidak dalam daftar, namun pendapatnya diambil dari rujukan yang mu'tabar) dalam At-Tadzkirah juga menegaskan bahwa hadits-hadits tentang sifat surga harus diterima apa adanya tanpa perlu ditakwilkan secara berlebihan, karena hal itu termasuk dalam perkara ghaib yang hanya bisa diketahui melalui wahyu.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Kami pernah duduk bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda tentang pohon di surga. Seorang Badui bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah pohon itu dari jenis pohon dunia?' Rasulullah ﷺ menjawab, 'Tidak, pohon itu adalah pohon surga yang tidak ada bandingannya di dunia. Setiap pohon di surga memiliki buah yang tidak pernah habis dan bayangan yang tidak pernah hilang.'" (HR. Ahmad, dengan sanad yang hasan)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa kenikmatan surga adalah sesuatu yang benar-benar baru dan tidak bisa diukur dengan standar dunia. Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan janji Allah dan harus selalu berusaha untuk meraihnya.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada yang Ghaib: Kita wajib mengimani keberadaan surga dan segala kenikmatannya, termasuk pohon besar yang disebutkan dalam hadits ini, meskipun akal kita tidak bisa membayangkannya.
- Motivasi Beramal: Kabar tentang surga ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah.
- Tidak Takwil Berlebihan: Kita tidak boleh menakwilkan hadits-hadits tentang surga dengan makna yang menyimpang, seperti mengatakan bahwa pohon itu hanyalah kiasan. Sebaliknya, kita terima apa adanya sesuai dengan kemampuan bahasa Arab dan konteksnya.
- Bersyukur atas Nikmat: Kenikmatan surga adalah anugerah dari Allah, bukan hasil usaha kita semata. Maka kita harus selalu bersyukur dan memohon kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.