Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2793 tentang Keutamaan dakwah dan hidayah bagi orang Yahudi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan dan pengaruh besar para ulama dalam menyebarkan kebenaran. Jika sepuluh ulama Yahudi yang memiliki pengaruh dan ilmu tinggi masuk Islam, maka hal itu akan menjadi sebab masuk Islamnya seluruh kaum Yahudi di muka bumi. Ini mengajarkan bahwa hidayah seringkali datang melalui orang-orang yang berilmu dan berpengaruh, serta menekankan pentingnya berdakwah dengan hikmah kepada para pemuka agama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Sifat Kiamat, Surga, dan Neraka, Bab Nuzulnya Ahli Surga, nomor 2793. Teks haditsnya adalah:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا قُرَّةُ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ ‏"‏ لَوْ تَابَعَنِي عَشْرَةٌ مِنَ الْيَهُودِ لَمْ يَبْقَ عَلَى ظَهْرِهَا يَهُودِيٌّ إِلاَّ أَسْلَمَ ‏"‏ ‏.‏

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ bersabda: 'Jika sepuluh orang Yahudi mengikutiku, niscaya tidak akan tersisa seorang Yahudi pun di muka bumi ini melainkan ia akan masuk Islam.'"

Hadits ini juga memiliki makna yang serupa dengan firman Allah dalam QS. Al-An'am [6]: 125 yang menjelaskan bahwa Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan hidayah itu bisa datang melalui perantara orang-orang yang berilmu.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti yang disebutkan dalam daftar rujukan, memahami hadits ini sebagai sebuah berita gembira (khabar) dari Nabi ﷺ tentang potensi besar yang ada pada dakwah Islam. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya pengaruh para pemuka agama dan ulama dalam masyarakat. Jika mereka menerima kebenaran, maka masyarakat akan mudah mengikuti mereka.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam syarahnya atas hadits-hadits pilihan menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ ini adalah bentuk keyakinan beliau akan kebenaran Islam dan kekuatan hujjahnya. Beliau ﷺ tahu bahwa jika para ulama Yahudi yang cerdas dan memiliki pengetahuan tentang kitab-kitab mereka mau merenungkan bukti-bukti kenabian Muhammad ﷺ, niscaya mereka akan beriman. Dan keimanan mereka akan menjadi teladan bagi kaumnya.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa) menekankan bahwa hadits ini bukanlah celaan kepada seluruh Yahudi, melainkan pujian kepada para ulama mereka yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk mengenali kebenaran. Namun, karena kesombongan dan keinginan mempertahankan kedudukan, mereka enggan beriman. Ini adalah pelajaran berharga bahwa ilmu tanpa keikhlasan dan kerendahan hati tidak akan membawa kepada hidayah.

Story Telling

Kisah tentang masuk Islamnya seorang ulama Yahudi bernama Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu dapat menjadi contoh nyata dari makna hadits ini. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, Abdullah bin Salam yang merupakan seorang pendeta Yahudi yang sangat alim, segera mengenali tanda-tanda kenabian yang disebutkan dalam Taurat. Ia pun mendatangi Nabi ﷺ dan bertanya beberapa hal untuk memastikan. Setelah yakin, ia langsung menyatakan keislamannya. Namun, ia meminta agar keislamannya tidak diumumkan dulu kepada kaum Yahudi. Ketika para pemuka Yahudi ditanya tentang kedudukan Abdullah bin Salam di antara mereka, mereka memujinya sebagai orang yang paling alim dan paling baik. Setelah itu, Abdullah bin Salam keluar dan menyatakan keislamannya di hadapan mereka. Seketika itu juga, mereka berbalik mencaci dan mencelanya. Kisah ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang ulama, dan betapa kerasnya hati mereka yang menolak kebenaran meskipun telah mengetahuinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan Praktis

  1. Hormati dan hargai ulama: Mereka memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Doakan mereka agar istiqamah di atas kebenaran.
  2. Dakwahlah dengan hikmah: Berikan perhatian khusus kepada para pemuka agama dan tokoh masyarakat, karena keislaman mereka bisa menjadi pintu hidayah bagi banyak orang.
  3. Jangan meremehkan dakwah: Meskipun hasilnya tidak langsung terlihat, setiap usaha dakwah memiliki potensi besar di sisi Allah.
  4. Introspeksi diri: Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu, agar kita menjadi bagian dari orang-orang yang membawa kebaikan, bukan penghalangnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.