Penjelasan Hadits Muslim No. 2791 tentang Manusia berada di atas shirat saat bumi diganti

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang keadaan manusia pada hari kiamat ketika bumi dan langit diganti dengan yang lain. Rasulullah ﷺ menjawab pertanyaan Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa pada hari itu manusia berada di atas Shirat (jembatan yang membentang di atas neraka). Ini menunjukkan bahwa pergantian bumi dan langit terjadi sebelum manusia dihisab dan melewati shirat, sebagai bagian dari dahsyatnya hari kiamat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ ۗ وَبَرَزُوا لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

"Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) keluar (dari kuburnya) menghadap Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa." (QS. Ibrahim [14]: 48)

Hadits:

Hadits yang ditanyakan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Nar, Bab Fi Mauqif an-Nas Yaum al-Qiyamah, no. 2791, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan manusia pada hari kiamat berada di atas shirat, dan beliau menukil penjelasan tentang makna pergantian bumi.
  • Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan ayat ini dengan menyebutkan beberapa riwayat dari para sahabat dan tabi'in tentang bagaimana pergantian bumi dan langit itu terjadi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa pergantian bumi dan langit pada hari kiamat adalah salah satu peristiwa besar yang Allah ﷻ kabarkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan riwayat dari Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah bahwa bumi pada hari itu akan diganti menjadi bumi yang putih bersih, tidak ada bangunan dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di atasnya. Ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta akan hancur dan diganti dengan ciptaan yang baru.

Imam An-Nawawi ketika menjelaskan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa jawaban Nabi ﷺ "mereka berada di atas shirat" menunjukkan bahwa setelah bumi diganti, manusia dibangkitkan dan dikumpulkan, kemudian mereka melewati shirat. Ini adalah urutan peristiwa yang menunjukkan kebesaran Allah dalam mengatur hari pembalasan.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang hari kiamat menjelaskan bahwa shirat adalah jembatan yang membentang di atas neraka Jahannam. Semua manusia akan melewatinya. Orang-orang mukmin akan melewatinya dengan selamat sesuai dengan kadar amal mereka, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang berjalan, dan ada yang merangkak. Adapun orang-orang kafir dan munafik, mereka akan jatuh ke dalam neraka.

Yang menarik dari hadits ini adalah bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya tentang ayat yang membuatnya penasaran, dan Nabi ﷺ menjawab dengan singkat namun padat. Ini menunjukkan bahwa pertanyaan tentang hal-hal ghaib sebaiknya diserahkan kepada keterangan Nabi ﷺ, karena akal manusia tidak akan mampu menjangkaunya.

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pergantian bumi dan langit ini adalah bentuk kekuasaan Allah yang mutlak. Bumi yang sekarang kita tempati akan diganti dengan bumi yang lain yang tidak sama sekali menyerupainya, demikian pula langit. Ini semua menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang sulit bagi-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri —semoga Allah merahmatinya— ketika ditanya tentang hari kiamat, beliau sering menangis dan berkata: "Wahai saudaraku, bagaimana engkau bisa tertawa sedangkan di belakangmu ada shirat yang membentang di atas neraka, yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang?" Maka para pendengarnya pun ikut menangis karena takut akan melewati shirat tersebut.

Kisah ini menunjukkan bahwa para salaf sangat serius dalam memikirkan hari kiamat. Mereka tidak menganggapnya sebagai hal yang mustahil atau jauh, tetapi mereka mempersiapkan diri dengan amal shalih agar selamat melewati shirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa hari kiamat pasti terjadi, dan bumi serta langit akan diganti dengan yang lain sesuai kehendak Allah.
  2. Persiapkan diri untuk melewati shirat dengan memperbanyak amal shalih, karena kecepatan melewati shirat tergantung pada amal kita di dunia.
  3. Jangan banyak bertanya tentang hal-hal ghaib yang tidak dijelaskan secara rinci, tetapi cukup beriman dan membenarkan apa yang dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
  4. Perbanyaklah mengingat hari akhir, karena mengingatnya akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menjauhi maksiat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?