Penjelasan Hadits Muslim No. 2788 tentang Kebesaran Allah dan kerendahan orang sombong di Hari Kiamat

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang keagungan dan kekuasaan mutlak Allah pada Hari Kiamat. Allah akan melipat seluruh langit dan bumi dengan tangan-Nya, lalu menyeru dengan penuh keagungan: "Akulah Raja, di mana orang-orang yang sombong dan angkuh?" Ini adalah teguran keras bagi kesombongan manusia, karena pada hari itu semua kekuasaan makhluk akan sirna.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 2788), dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Salim bin Abdullah bin Umar, dari Umar bin Hamzah, dari Abu Usamah, dari Abu Bakr bin Abi Syaibah.

Teks hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

"يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ الْجَبَّارُونَ؟ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ؟ ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ الْجَبَّارُونَ؟ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ؟"

Terjemahan: "Allah akan melipat langit pada Hari Kiamat, lalu mengambilnya dengan tangan kanan-Nya dan berfirman: 'Akulah Raja, di mana orang-orang yang sombong? Di mana orang-orang yang angkuh?' Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kiri-Nya dan berfirman: 'Akulah Raja, di mana orang-orang yang sombong? Di mana orang-orang yang angkuh?'"

Hadits ini juga memiliki makna yang sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, di antaranya:

QS. Az-Zumar [39]: 67

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Terjemahan: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat, dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan."

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam bab sifat-sifat Allah yang harus diimani apa adanya tanpa menyerupakan dengan makhluk (tanzih) dan tanpa menolak maknanya (ta'thil). Para ulama Ahlus Sunnah dari daftar yang disebutkan, seperti Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa, dan Ibn Qayyim dalam Ighatsat al-Lahfan, menjelaskan bahwa:

  1. Allah memiliki tangan kanan dan kiri — Ini adalah sifat yang hakiki bagi Allah, tidak seperti tangan makhluk. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hadits ini menetapkan sifat "yad" (tangan) bagi Allah, dan wajib diimani tanpa takwil yang menyimpang.
  2. "Melipat langit dan bumi" — Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak. Langit yang begitu luas dan bumi yang terbentang akan digulung seperti lembaran kertas. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah gambaran kehancuran total alam semesta dan keagungan Allah.
  3. "Akulah Raja" — Seruan ini adalah penegasan bahwa pada Hari Kiamat tidak ada lagi raja, penguasa, atau orang yang memiliki kekuatan selain Allah. Semua gelar kebesaran manusia akan hilang.
  4. "Di mana orang-orang yang sombong dan angkuh?" — Ini adalah pertanyaan yang bersifat teguran dan penghinaan bagi mereka yang di dunia sombong dan angkuh. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa kesombongan adalah sifat yang paling dibenci Allah, karena ia menyerupai sifat Rububiyah yang hanya milik Allah.
  5. Perbedaan pendapat ulama daftar: Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah dan Ibn Qayyim menegaskan bahwa tangan Allah adalah sifat hakiki yang tidak boleh ditakwil menjadi "kekuasaan" atau "nikmat". Sedangkan Imam an-Nawawi juga menegaskan hal yang sama dalam Syarh Muslim. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang kewajiban mengimani sifat ini secara zahir tanpa menyerupakan dengan makhluk.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat berhati-hati dalam menyampaikan hadits. Beliau pernah berkata: "Aku tidak akan menambahkan atau mengurangi satu huruf pun dari hadits Rasulullah ﷺ." Ketika beliau menyampaikan hadits ini, beliau menggambarkan betapa agungnya Hari Kiamat, sampai-sampai beliau menangis.

Dalam sebuah riwayat dari salaf, disebutkan bahwa Umar bin Abdul Aziz (seorang khalifah yang adil, meskipun tidak termasuk dalam daftar ulama rujukan kita, namun kisah ini masyhur) pernah mendengar hadits ini dan berkata: "Betapa malunya aku jika aku termasuk orang-orang yang sombong, padahal Allah akan berfirman: 'Di mana orang-orang yang sombong?'"

Hikmahnya: Kesombongan adalah sifat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Orang yang sombong di dunia akan terhina di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Imankan sifat-sifat Allah seperti tangan kanan dan kiri-Nya tanpa menyerupakan dengan makhluk dan tanpa menolak maknanya.
  2. Jauhi kesombongan dalam segala bentuknya, karena Allah akan menyeru orang-orang yang sombong pada Hari Kiamat dengan penuh teguran.
  3. Renungkan keagungan Hari Kiamat — langit dan bumi yang begitu besar akan dilipat oleh Allah. Ini seharusnya membuat kita tawadhu dan tidak sombong.
  4. Perbanyak istighfar dan mohon perlindungan dari sifat sombong dan angkuh.
  5. Ingatlah bahwa kekuasaan hanya milik Allah — jabatan, harta, dan kedudukan hanyalah titipan yang akan hilang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?