Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2753 tentang Luasnya rahmat Allah melebihi murka-Nya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah ﷻ. Allah memiliki 100 bagian rahmat. Satu bagian saja sudah cukup untuk menebar kasih sayang di seluruh alam semesta, bahkan sampai-sampai hewan mengangkat kakinya karena takut menginjak anaknya. Sembilan puluh sembilan bagian lainnya disimpan khusus untuk hari kiamat, sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kita.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Taubat, Bab "Dalam Luasnya Rahmat Allah dan Bahwa Ia Mendahului Murka-Nya" (no. 2753), dari sahabat Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنِي الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ فَمِنْهَا رَحْمَةٌ بِهَا يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ بَيْنَهُمْ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ".

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah memiliki seratus bagian rahmat. Satu bagian darinya digunakan untuk saling menyayangi antar makhluk, dan sembilan puluh sembilan bagian lainnya disimpan untuk hari kiamat."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (QS. Al-A'raf [7]: 156)

Ayat ini menunjukkan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu di dunia, dan akan ditetapkan secara khusus bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa di akhirat kelak.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan hadits ini dengan sangat indah. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah Allah memiliki 100 bagian rahmat yang merupakan sifat dan kasih sayang-Nya. Satu bagian diturunkan ke dunia, dan dengan bagian yang satu ini seluruh makhluk saling menyayangi—manusia, hewan, bahkan burung-burung. Ini menunjukkan betapa agungnya rahmat Allah, karena satu bagian saja sudah mampu menciptakan kasih sayang yang begitu luas di alam semesta.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa angka 100 di sini bukanlah pembatasan, melainkan untuk menunjukkan betapa banyaknya rahmat Allah. Jika satu bagian saja sudah demikian besar pengaruhnya di dunia, maka bagaimana dengan 99 bagian yang disimpan untuk hari kiamat? Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wal Hikam menyebutkan bahwa rahmat Allah yang disimpan untuk hari kiamat akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Di hari itu, Allah akan menyempurnakan rahmat-Nya kepada mereka dengan memasukkan mereka ke surga, memaafkan dosa-dosa mereka, dan memberikan kenikmatan yang tiada tara.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa rahmat Allah itu luas, dan salah satu wujudnya adalah kasih sayang antar makhluk. Namun rahmat terbesar adalah rahmat Allah di akhirat, yaitu ampunan dan surga-Nya.

Ada juga riwayat lain yang memperkuat hadits ini. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis di sisi-Nya di atas 'Arsy: Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku." (HR. Bukhari no. 3194, Muslim no. 2751)

Hadits ini menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih dominan daripada murka-Nya. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi setiap muslim yang berharap ampunan dan kasih sayang Allah.

Story Telling

Ada kisah indah yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ menceritakan tentang seorang wanita pezina yang melihat seekor anjing di dekat sumur. Anjing itu menjulurkan lidahnya karena kehausan, hampir mati. Wanita itu kemudian melepas sepatunya, mengikatnya dengan kerudungnya, lalu menimba air untuk memberi minum anjing tersebut. Karena perbuatan baiknya itu, Allah mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang wanita pezina diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan." Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya pada setiap makhluk yang memiliki hati yang basah (hidup) terdapat pahala." (HR. Bukhari no. 3467, Muslim no. 2245)

Lihatlah, satu bagian rahmat Allah yang diturunkan ke dunia saja sudah mampu membuat seorang wanita pezina diampuni dosanya karena kasih sayangnya kepada seekor hewan. Maka bagaimana dengan 99 bagian rahmat yang disimpan untuk hari kiamat? Tentu jauh lebih besar dan lebih luas.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah akan luasnya rahmat Allah. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, sekecil apa pun amal kita. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
  2. Meneladani rahmat Allah dengan saling menyayangi. Karena satu bagian rahmat Allah saja sudah cukup untuk menciptakan kasih sayang di alam semesta, maka kita sebagai hamba-Nya harus menebar kasih sayang kepada sesama makhluk, baik manusia maupun hewan.
  3. Berharap pada rahmat Allah di hari kiamat. Sembilan puluh sembilan bagian rahmat disimpan untuk hari kiamat. Ini adalah harapan besar bagi kita. Perbanyaklah amal shalih, taubat, dan istighfar agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat tersebut.
  4. Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil. Karena bisa jadi kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas menjadi sebab turunnya rahmat Allah yang besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.