Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2739 tentang Doa perlindungan dari hilangnya nikmat dan murka Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa agung yang diajarkan Nabi ﷺ kepada kita. Intinya, kita berlindung kepada Allah dari empat perkara: hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan/keselamatan, datangnya siksa secara tiba-tiba, dan seluruh kemurkaan Allah. Doa ini mengajarkan kita untuk selalu merasa butuh kepada Allah dan takut akan hilangnya karunia-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Ad-Du'a (Doa), Bab "Doa Nabi ﷺ: Allahumma inni a'udzu bika min zawali ni'matik..." (No. 2739), dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab:

> عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللهِ ﷺ: "اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ"

Artinya: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Di antara doa Rasulullah ﷺ adalah: 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesehatan yang Engkau berikan, dari datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.'" (HR. Muslim, no. 2739)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan perlindungan dari segala bentuk keburukan yang berkaitan dengan nikmat dan siksa Allah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menekankan bahwa doa ini adalah bentuk pengakuan bahwa segala nikmat dan musibah datangnya dari Allah semata.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi empat permohonan perlindungan yang sangat penting:

  1. "Min zawali ni'matik" (dari hilangnya nikmat-Mu): Kita berlindung agar nikmat yang telah Allah berikan—baik berupa iman, kesehatan, harta, keluarga, maupun keamanan—tidak dicabut dari kita. Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Fawa'id mengingatkan bahwa nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan hidayah, maka kita harus menjaga dan bersyukur atasnya.
  2. "Wa tahawwuli 'afiyatik" (dari berubahnya kesehatan/keselamatan): Ini bermakna berlindung dari berubahnya kondisi sehat dan selamat menjadi sakit atau tertimpa musibah. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kesehatan lahir dan batin adalah nikmat terbesar setelah iman, dan kita diperintahkan untuk menjaganya serta berlindung dari kehilangannya.
  3. "Wa fujaa'ati niqmatik" (dari datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba): Ini adalah permohonan perlindungan dari azab Allah yang datang mendadak, tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa seorang mukmin harus selalu dalam keadaan khawatir (khauf) dan waspada, karena azab Allah bisa datang kapan saja bagi orang yang lalai.
  4. "Wa jami'i sakhatik" (dari seluruh kemurkaan-Mu): Ini adalah permohonan yang paling umum dan mencakup segalanya. Kemurkaan Allah adalah penyebab segala keburukan di dunia dan akhirat. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa ridha Allah adalah tujuan tertinggi seorang mukmin, dan murka-Nya adalah kebinasaan terbesar.

Para ulama menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita tentang adab berdoa: memulai dengan memuji Allah dan mengakui kelemahan diri, lalu memohon perlindungan dari hal-hal yang spesifik dan umum. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat takut kepada Allah meskipun beliau telah dijamin masuk surga, sebagai teladan bagi kita untuk tidak pernah merasa aman dari murka Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan al-Bashri - seorang ulama tabi'in yang sangat zuhud - sering kali menangis ketika berdoa. Beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan merasakan manisnya iman sampai kalian takut akan murka Allah sebagaimana kalian takut akan masuk neraka." Kemudian beliau membacakan doa Nabi ﷺ ini dan berkata, "Inilah doa orang yang mengenal Rabbnya. Ia takut nikmatnya hilang, kesehatannya berubah, dan siksa datang tiba-tiba."

Kisah ini menunjukkan bahwa para salaf sangat memahami makna doa ini. Mereka tidak hanya menghafalnya, tetapi menghayati setiap kata dengan penuh rasa takut dan harap kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah membaca doa ini di waktu pagi dan petang, atau di dalam shalat, karena doa ini sangat ringkas namun mencakup perlindungan dari segala keburukan.
  2. Jaga nikmat Allah dengan bersyukur - syukur dengan hati (mengakui), lisan (memuji), dan anggota badan (taat).
  3. Jangan merasa aman dari murka Allah - selalu berusaha taat dan menjauhi larangan-Nya, serta segera bertaubat jika berbuat dosa.
  4. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat sebagai warisan kebaikan dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.